Pengertian, Fungsi dan Prosedur Elektrokardiograf

Pengertian Elektrokardiograf : Fungsi dan Prosedur Elektrokardiograf – Mengetahui alat alat kesehatan tidak harus dilakukan oleh ahli medis atau mahasiswa yang kuliah di fakultas medis.

Pengertian, Fungsi dan Prosedur Elektrokardiograf

Pengertian, Fungsi dan Prosedur Elektrokardiograf

Orang awam pun wajib untuk mengetahuinya. Hitung hitung sebagai perbendaharaan kosa kata di dalam otak. Salah satu alat yang boleh diketahui adalah Elektrokardiograf.

Baca Juga : Cara Mengobati Penyakit Addison

Elektrokardiograf berbeda fungsinya dengan CT Scan, Radiografi ataupun radiologi sekalipun ketiganya sama sama digunakan sebagai alat medis. Selain itu, alat alat ini terbilang cukup mahal sehingga pasien yang ingin menggunakannya harus mengeluarkan uang yang cukup besar.

Nah, pada artikel berikut ini, kami akan menjelaskan tentang elektrokardiograf yang kami ulas dari segi pengertian, fungsi dan prosedur penggunaannya. Semoga artikel ini bisa menambah pemahaman anda sekaligus memperjelasnya.

PENGERTIAN ELEKTROKARDIOGRAF

Elektrokardiograf merupakan alat uji kesehatan yang berfungsi untuk memonitor abnormalitas pada jantung dengan metode electric activity yang terbaca dari pergerakannya.

Selama jantung tetap bergerak, maka arus listrik yang terlihat akan semakin jelas. Alat ini sering digunakan dalam hal penanganan penyakit kardio seperti jantung koroner, hingga radang jantung.

Ketika alat ini dipasang pada dada pasien, signal listrik akan termonitor secara otomatis pada layar. Disana, dokter akan menganalisis aktivitas otot jantung dengan cara mengolah berbagai data visual yang ditampilkan.

Bahkan, untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih tepat, dokter akan melakukan print out data tersebut untuk dilakukan interpretasi atau pentafsiran.

Nilai data alat yang disebut EKG ini bisa disebut normal apabila karakteristik pergerakan jantung tidak menunjukkan abnormalitas. Salah satu gejalanya adalah pergerakan jantung tetap ideal.

Sebaliknya jika pergerakan jantung tidak normal, keteraturannya tidak ajeg, itu berarti otot jantung sedang mengalami gejala kerusakan. Jika jantung anda seperti ini, data visual yang dikirimkan melalui elektrokardiograf menjadi berubah ubah.

Pada umumnya dokter spesialis akan menawarkan kepada pasien agar melakukan Uji elektrokardiograf untuk menilai sejauh mana peluang dia mengalami serangan jantung.

Selain itu, dokter juga memfungsikan alat ini sebagai monitor cerdas tentang kemungkinan bersemayamnya penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol di tubuh pasien.

Dari penjabaran diatas, bisa disimpulkan pengertian elektrokardiograf adalah alat kesehatan yang digunakan untuk memonitor fungsi jantung dengan cara menilai aktifitas listrik yang keluar akibat gerak jantung yang nantinya akan terkirim dalam bentuk signal visual ke dalam layar demi tujuan untuk mengetahui peluang pasien menderita penyakit kardio dan penyakit berbahaya yang lainnya.

FUNGSI ALAT ELEKTROKARDIOGRAF

Pada dasarnya, fungsi alat elektrokardiograf adalah untuk melihat kesehatan jantung pasien.

Namun, fungsi secara khusus dari alat ini adalah untuk memonitor gejala penyakit penyakit tertentu yang identik dengan penyakit kardio. Ini dia fungsi fungsi khusus tersebut, yaitu :

  1. Mengecek adanya pembesaran jantung
  2. Menilai apakah pasien mengalami masalah cacat jantung turunan
  3. Untuk menghitung irama degup jantung
  4. Untuk mengetahui kondisi arteri pada jantung
  5. Sebagai pengukur stabilitas sirkulasi darah
  6. Media atau alat pengukur letak Jantung
  7. Mengecek kondisi peradangan dan inflamasi kardio
  8. Alat pemantau kondisi jantung pasca terjadinya serangan
  9. Untuk mengukur volume ketakseimbangan darah

Ketika melihat fungsi dari alat EKG atau elektrokardiograf ini, maka menjadi wajar kalau harga sekali tes bisa mencapai jutaan rupiah. Kami harap kita semua tetap memiliki jantung yang sehat sehingga tidak perlu menggunakan alat yang cukup mahal tersebut.

PROSEDUR ALAT ELEKTROKARDIOGRAF

Prosedur inti elektrokardiograf atau EKG adalah ditempelkan di atas dada pasien. Sedangkan kabel yang lain direkatkan pada area pergelangan tangan serta kaki.

Syarat untuk bisa menempelkan alat ini biar ajeg, kulit pasien tidak boleh terlihat berbulu. Makanya, sebelum dimulai prosedur, dokter selalu meminta si pasien untuk mencukur bulu tangan, kaki dan dada terlebih dahulu.

Nah, ketika alat sensor sudah merekat dengan kuat, baru, elektroda yang ada di dalam alat sensor tersebut akan bekerja memonitor arus listrik pada jantung dan data hasilnya akan diolah oleh alat sehingga bisa terbaca secara  visual.

Selain prosedur inti diatas, EKG juga diterapkan dengan berbagai prosedur tambahan. Ini dia prosedur prosedur tambahan tersebut, yaitu :

  1. EKG Istirahat

EKG istirahat adalah prosedur yang mengharuskan pasien untuk rebahan. Artinya, pada saat pengujian, pasien dilarang untuk bergerak. Sebab, jika pasien bergerak, arus listrik dari organ lain akan mengacaukan data. Akibatnya pemeriksaan tidak maksimal.

  1. EKG ambulatory

Prosedur ini digunakan ketika prosedur berbaring tidak juga menghasilkan proyeksi penghitungan yang tepat.

Sehingga dengan prosedur ambulatory diharapkan penghitungan data aktivitas listrik pada jantung lebih tepat sekalipun pasien dalam keadaan sedang bergerak. Tes ini lebih sering digunakan pada pasien yang baru lepas dari kegawatan akibat serangan jantung.

  1. Test Stres Jantung

Prosedur yang terakhir adalah test Stres Jantung. Alat ini difungsikan berbarengan dengan olahraga treadmill atau bersepeda.

Jadi cara mengukurnya adalah, pasien bersepeda atau berjalan di treadmill selama lima belas menit, lalu alat akan mengukur seberapa sehat organ jantung yang dimiliki oleh pasien pasca melakukan olahraga tersebut.

Itulah pengertian, fungsi dan prosedur alat medis elektrokardiograf. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan anda tentang alat alat kesehatan.

Baca Juga : Cara Mengobati Penyakit Parkinson

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..