Pengertian, Jenis-Jenis, Manfaat dan Contoh Fermentasi

Diposting pada

Pengertian, Jenis-Jenis, Manfaat dan Contoh Fermentasi – Makanan berfermentasi dianggap makanan tidak layak dikonsumsi. Sebab, kandungan gizi pada makanan jenis ini sudah tidak alami.

Pengertian, Jenis-Jenis, Manfaat dan Contoh Fermentasi
Pengertian, Jenis-Jenis, Manfaat dan Contoh Fermentasi

Sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan jaringan sel, menghambat metabolisme dan mengganggu kelancaran sirkulasi darah. Pertanyaannya adalah benarkah makanan berfermentasi adalah makanan tidak sehat?

Baca Juga :

Nah, supaya anda tidak meraba raba dalam kebingungan, silahkan disimak artikel ini yang kami jabarkan secara lengkap, padat dan riil tentang fermentasi. Pada artikel ini pula kami sertakan narasi tentang pengertian, jenis jenis, manfaat dan contoh contoh fermentasi.

PENGERTIAN FERMENTASI

Menurut pengertian bebasnya, Fermentasi adalah proses pengelolaan protein yang disebut dengan istilah enzimatik.

Protein yang dikelola bisa protein yang sudah tidak memiliki sel bisa juga protein yang masih lengkap dengan sel. Pada proses fermentasi ini, biasanya yang dijadikan alat enzimatik adalah sel mikroba. Nah ketika bekerja di dalam sel mikroba, protein bisa diproses secara penuh baik tanpa sel maupun dengan sel. Karena enzim atau protein bisa mengaktualisasikan keduanya.

Menurut beberapa pakar arti dari fermentasi adalah proses pengambilan karbohidrat dan asam amino dari protein tanpa menggunakan oksigen yang dikenal dengan sebutan cara anaerobik.

Ada juga ahli biologi yang menyatakan kalau fermentasi adalah proses menghasilkan unsur kimiawi dengan memanfaatkan pertumbuhan metabolisme pada sel mikroba.

Nah dari gabungan beberapa pendapat diatas  bisa disimpulkan bahwa fermentasi adalah sebuah proses atau metode enzimatik untuk menghasilkan unsur unsur kimiawi dari protein dengan cara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme terkecil yaitu mikroba.

JENIS JENIS FERMENTASI

Ada banyak jenis fermentasi yang sering dilakukan oleh para ahli termasuk di Indonesia. Namun, dari semua jenis tersebut, bisa digabungkan satu sama lain sehingga tersisa tiga jenis fermentasi saja yaitu fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat dan fermentasi yang terakhir adalah fermentasi asam cuka. Ini dia penjelasan tentang ketiga jenis fermentasi tersebut.

  1. Fermentasi Alkohol

Fermentasi alkohol adalah suatu reaksi kimiawi yang diakibatkan oleh pengubahan kadar gula glukosa menjadi etil alkohol yang terkadang juga berubah menjadi karbondioksida.

Biasanya organisme mikroba yang dimanfaatkan pada proses perubahan ini disebut saccharomices cerevisiae yang biasa digunakan pada minuman keras dan makanan seperti tape.

  1. Fermentasi Asam laktat

Fermentasi asam laktat adalah terjadinya proses mobilisasi energi untuk melakukan pemecahan energi yang paling tinggi untuk menjaga stabilitas kehidupan dari mahluk hidup yang disebut dengan istilah respirasi.

Biasanya proses ini terjadi di dalam sel hewan dan manusia manakala oksigen mulai berkurang akibat terjadinya aktivitas ekstrim di dalam sel dan otot asam laktat yang efeknya bisa menimbulkan kejang dan rasa lelah. Proses ini dibantu oleh darah untuk tetap mensuplai energi ke dalam hati dalam bentuk pirurat.

  1. Fermentasi Asam Cuka

Fermentasi asam cuka adalah jenis fermentasi yang terjadi pada siklus metabolisme yang dibantu oleh oksigen yang dikenal dengan istilah aerob.

Proses fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka bernama acetobacter aceti yang berkolaborasi dengan salah satu protein yang disebut etanol ( substrat etanol ).

Uniknya kerjasama dalam proses fermentasi asam cuka ini mampu menghasilkan energi lebih besar dibandingkan fermentasi alkohol dan asam laktat.

MANFAAT MANFAAT FERMENTASI

Nah, pada ulasan berikut ini, kami akan menjelaskan tentang manfaat manfaat fermentasi yang bisa meningkatkan paradigma berpikir anda menjadi lebih positif.

  1. Membuat makanan lebih bercita rasa dan beraroma enak
  2. Agar makanan lebih awet dan tahan lama dengan melakukan produksi ulang asam laktat dan alkohol dengan dosis tepat
  3. Nutrisi makanan semakin bertambah dengan masuknya protein, asam amino dan vitamin yang baru.
  4. Membunuh senyawa yang bisa merusak nutrisi makanan
  5. Proses pembuatan makanan lebih cepat
  6. Komposisi dan bahan baku makanan bisa diperkecil tanpa mengurangi rasa.

Nah dari manfaat manfaat diatas, tentu pada satu sisi, makanan yang telah diolah melalui proses fermentasi bermanfaat bagi tubuh. Tetapi pada sisi lain, makanan semacam ini bisa mengandung efek samping. Karena proses pembuatannya sudah adaptatif dengan senyawa kimia tertentu.

Jadi saran kami, silahkan konsumsi makanan hasil fermentasi tetapi tidak boleh berlebihan. Karena jika berlebihan tentu penyakit dan kerusakan tubuh yang datang menyerang.

CONTOH CONTOH FERMENTASI

Ternyata makanan yang dihasilkan dari proses fermentasi sangat banyak. Bahkan, beberapa diantara menu menu ini ada yang  menjadi kesukaan anda. Nah, bagi anda yang masih belum tahu makanan makanan hasil fermentasi, berikut ini kami list contoh contohnya.

  1. Tempe
  2. Oncom
  3. Roti
  4. Tapai
  5. Bir
  6. Minuman berbahan anggur
  7. Yogurt
  8. Keju
  9. Terasi
  10. Cuka

Itulah pengertian fermentasi, jenis jenis, manfaat dan contohnya. Semoga artikel ini bisa menjadi pedoman anda untuk lebih hati hati ketika memilih makanan.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *