Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Jenis Respirasi Aerob dan Anaerob

Pengertian dan Jenis Respirasi Aerob dan Anaerob – Respirasi ialah proses oksidasi molekul penyimpanan kaya energi, terutama glukosa untuk menghasilkan adenosin trifosfat (ATP), sebuah nukleotida dengan beberapa fungsi.

Dalam ikatan fosfatnya, ATP menyimpan energi yang dihasilkan oleh fotosintesis dan respirasi. Energi ini dikonsumsi oleh berbagai proses metabolisme ketika ATP dihidrolisis menjadi adenosid difosfat (ADP).

Pengertian dan Jenis Respirasi Aerob dan Anaerob
Pengertian dan Jenis Respirasi Aerob dan Anaerob

Respirasi aerob terjadi pada hewan, tumbuhan, dan kebanyakan prokariot. Respirasi aerob ialah proses pernafasan yang membutuhkan oksigen. Pada respirasi aerob, glukosa dan oksigen diubah menjadi karbon dioksida dan air menghasilkan rata-rata 38 molekul ATP per molekul glukosa teroksidasi.

Baca Juga :

Respirasi anaerob ialah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen walau dapat berlangsung di udara bebas. Pada respirasi anaerob, yang terjadi selama fermentasi lebih sedikit energi yang diekstrak yaitu hanya dua molekul ATP per molekul glukosa, karena produk dari prosesnya seperti etanol atau asam laktat mengandung lebih banyak energi daripada karbon dioksida yang merupakan produk respirasi aerob.

Baik respirasi aerob maupun respirasi anaerob dimulai dengan glikolisis untuk menghasilkan asam piruvat, tetapi setelah proses ini keduanya memiliki jalur yang berbeda. Dalam respirasi aerob, piruvat diangkut ke mitokondria dan dimetabolismekan di sana, sedangkan respirasi anaerobik prosesnya terjadi di sitoplasma.

Jalur respirasi pada dasarnya kebalikan dari jalur fotosintesis, karena mereka menghasilkan karbon dioksida dan air dari oksigen dan glukosa, sementara fotosintesis menghasilkan oksigen dan glukosa dari karbon dioksida dan air.

Jenis Respirasi Aerob

Respirasi aerob memiliki empat jenis tahapan dalam prosesnya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus kreb, dan transpor elektron. Berikut penjelasan mengenai keempat tahapan tersebut:

1). Glikolisis

Glikolisis terjadi pada sitoplasma sel. Glikolisis yaitu reaksi pelepasan energi untuk memecahkan 1 molekul glukosa yang terdiri atas 6 atom karbon, atau monosakarida yang lainnya menjadi 2 molekul asam piruvat (terdiri atas 3 karbon, 2 ATP, dan 2 NADH.

2). Dekarboksilasi Oksidatif

  • Proses ini terjadi di mitokondria. Di tahapan ini asam piruvat (3 atom C) diubah menjadi aetil koenzim A yang memiliki 2 atom C.
  • Pada tahap 1, molekul piruvat melepas elektron untuk membentuk karbon dioksida dan molekul berkarbon 2. Proses ini disebut oksidasi.
  • Pada tahap 2, NAD+ menerima elektron menjadi NADH +H+. Proses ini disebut reduksi.
  • Di tahap 3 ini molekul berkarbon 2 dioksidasi dan mengikat koenzim A sehingga terbentuklah asetil Ko-A.
  • Hasil akhir tahapan dekarboksilasi oksidatif ialah asetil koenzim A, karbon dioksida, dan 2 NADH.

3). Siklus Kreb

  • Tahap ini terjadi di mitokondria. Selama reaksi dilepaskan 3 molekul karbon dioksida, 4 NADH, 1 ATP, dan 1 FADH2.
  • Reaksi ini terjadi dua kali sebab pada glikolisis, glukosa yang dikandungnya dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat.
  • Hasil akhir siklus krebs menghasilkan 2 ATP, 8 NADH, dan 2 FADH2.

4). Transpor Elektron

  • Tahap ini terjadi di membran dalam mitokondria. Pada sistem transpor elektron, -FADH2 dan NADH menghasilkan rata-rata 2 ATP dan 3 ATP.
  • Sebanyak 2 NADH hasil glikolisis dan 2 NADH hasil dekarboksilasi oksidatif menghasilkan 6 ATP.
  • Siklus krebs menghasilakn 18 ATP dan 4 ATP dari 6 NADH dan 2 FADH2.
  • Jadi tahap terakhir dari respirasi aerob ini menghasilkan 34 ATP.

You May Also Like

About the Author: ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *