Pengertian dan Fungsi Kebijakan

Pengertian Kebijakan : Fungsi Kebijakan – Dalam kehidupan bernegara maupun berorganisasi, pasti terdapat kebijakan yang ditetapkan agar segala kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan kondusif. Lalu, apa itu sebenarnya kebijakan?

Pengertian dan Fungsi Kebijakan

Pengertian dan Fungsi Kebijakan

Berikut merupakan pengertian dan fungsi dari kebijakan menurut para ahli.

1. Pengertian kebijakan secara etimologis

Secara etimologis, kebijakan berasal dari Bahasa Yunani, Latin dan Sansekerta. Menurut Bahasa Yunani, kebijakan (policy) berasal dari kata polis, yang artinya negara-kota.

Sementara menurut Bahasa Latin, kebijakan berasal dari kata politia, yang berarti negara. Bahasa Sansekerta juga memiliki kata dengan arti serupa, yaitu pur, yang artinya kota.

Baca Juga : Pengertian MPR

2. Pengertian kebijakan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebijakan adalah rangkaian konsep yang menjadi garis besar atau dasar dalam pelaksanaan suatu pekerjaan atau kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah dibuat sebelumnya.

3. Pengertian kebijakan menurut Carl Friedrich

Sementara itu, Carl Friedrich menyatakan bahwa kebijakan adalah tindakan yang diusulkan oleh seseorang, suatu kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu yang berfungsi untuk memberikan batasan maupun kesempatan, sehingga dapat tercapainya tujuan yang ditetapkan atau merealisasikan suatu niat tertentu.

Menurutnya, terdapat 3 dasar dari kebijakan, yaitu adanya tujuan (goal), sasaran (objective) dan adanya kehendak (purpose).

4. Pengertian kebijakan menurut Jones

Ahli lain yang bernama Jones mengemukakan bahwa kebijakan berhubungan dengan perilaku tertentu yang konstan dan berulang berkaitan dengan usaha pemerintah dalam memecahkan masalah publik.

Oleh karenanya, ia menyatakan bahwa suatu kebijakan bersifat dinamis dan disesuaikan dengan masalah yang terjadi di masyarakat.

5. Pengertian kebijakan menurut Campbell

Campbell mengungkapkan bahwa kebijakan merupakan batasan dalam mengambil suatu keputusan dalam organisasi agar tercapainya masa depan yang diinginkan, yang mana kebijakan harus berdasarkan pada persoalan yang memiliki karakteristik spesifik dan dibuat berdasarkan implikasi dari persoalan atau masalah tersebut.

6. Pengertian kebijakan menurut Anderson

Menurut Anderson (1979), kebijakan merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu perencanaan dalam mempersiapkan keputusan tertentu yang berhubungan dengan bebagai aspek organisasi, mulai dari dana atau modal, tenaga atau sumber daya manusia dan rentang waktu yang diharapkan agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

7. Pengertian kebijakan menurut Poerwadarminta

Salah seorang ahli dari Indonesia mengungkapkan bahwa secara etimologis kebijakan berasal dari kata bijak, yang mana memiliki arti pandai dan selalu bertindak berdasarkan akal budi, sehingga kebijakan dianggap sebagai suatu kepandaian atau keahlian dalam melakukan sesuatu.

8. Pengertian kebijakan menurut Abisan

Abisan membagi kebijakan ke dalam tiga tingkatan, yaitu :

  • Kebijakan umum (Kebijakan merupakan pedoman dan petunjuk dalam suatu pelaksanaan yang bisa bersifat positif maupun negatif, serta melingkupi suatu wilayah atau instasi)
  • Kebijakan pelaksanaan (Kebijakan pelaksanaan menjabarkan kebijakan umum dalam tingkat yang lebih rendah)
  • Kebijakan teknis (Kebijakan operasional dibawah kebijakan pelaksanaan)

9. Pengertian kebijakan secara umum

Secara umum, kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi yang sifatnya akan mengikat anggota di dalamnya. Kebijakan dapat mengatur perilaku dari tiap personil dengan tujuan untuk menciptakan sebuah tata nilai tertentu di organisasi tersebut.

Kebijakan memiliki sifat yang kurang memaksa dibandingkan hukum dan sifatnya adaptif, serta dapat diinterpretasikan sesuai kondisi organisasi tersebut.

10. Fungsi kebijakan pada suatu organisasi

Beberapa fungsi dari kebijakan adalah sebagai berikut.

  • Kebijakan sebagai petunjuk dalam perencanaan suatu program

Setiap organisasi pasti memiliki program-program tertentu yang ingin mereka jalankan. Dalam menyusun program yang ingin dilakukan, perlu dilakukan penyesuaian dengan kebijakan organisasi.

Beberapa contohnya adalah dari segi waktu pelaksanaan program, anggota organisasi yang harus terlibat dalam program tersebut atau hal-hal lain yang bersifat umum maupun spesifik.

  • Kebijakan sebagai arahan dalam menjalankan organisasi

Setiap organisasi pasti memiliki arahan yang biasanya ditentukan oleh ketua dari organisasi tersebut berdasarkan keputusan bersama dari anggota organisasi. Dalam memenuhi arahan tersebut, maka perlu terdapat kebijakan untuk menjamin bahwa setiap anggota bertindak sesuai dengan arahan dari organisasi.

  • Kebijakan sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi

Dalam mencapai tujuan, dibuat visi dan misi organisasi untuk mengetahui langkah-langkah runtut yang harus dilakukan serta program-program yang akan dibuat.

Kebijakan merupakan alat lain untuk menjamin misi dari organisasi berjalan lancar, sehingga visi organisasi dapat tercapai.

  • Kebijakan sebagai pengelolaan tata usaha

Dalam menjalankan fungsinya, tiap organisasi memiliki tata usaha yang berfungsi untuk mengurus administasi, baik keuangan maupun tulis-menulis.

Untuk menjamin fungsi tata usaha yang efektif dan efisien, maka perlu ditentukan kebijakan yang mengikat anggota organisasi tersebut.

Itu dia beberapa pengertian dan fungsi dari sebuah kebijakan. Dalam menjalankan sebuah organisasi maupun acara, pasti dibutuhkan kebijakan agar para anggota bisa menjalankan tugas dan peran mereka sebagaimana mestinya dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai organisasi.

Baca Juga : Pengertian Komisi Yudisial

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..