Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Motivasi

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Motivasi – Motivasi ialah proses yang memulai, membimbing, dan mempertahankan perilaku seseorang untuk mencapai tujuan. Motivasi inilah yang menyebabkan kita bertindak, entah itu untuk mengambil segelas air untuk menghilangkan haus atau membaca buku guna mendapatkan pengetahuan.

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Motivasi

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Motivasi

Motivasi melibatkan kekuatan biologis, emosional, sosial, dan kognitif yang mengaktifkan perilaku seseorang. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah motivasi sering digunakan untuk menggambarkan mengapa seseorang melakukan sesuatu.

Baca Juga :

Misalnya, kita mungkin mengatakan bahwa seorang calon mahasiswa sangat termotivasi untuk bisa berkuliah di jurusan kedokteran perguruan tinggi negeri yang diinginkannya, sampai-sampai ia habiskan setiap malam untuk belajar.

Fungsi Motivasi

Motivasi tentu memiliki fungsi-fungsinya sehingga seseorang tetap akan semangat menjalani hari-harinya dengan motivasi ini. Berikut ialah 3 fungsi dari motivasi :

  1. Pendorong

Mendorong seseorang untuk melakukan tindakan dan menjadi penggerak dari setiap aktivitas yang akan dilakukan.

  1. Pengarah

Menentukan arah tujuan yang akan dicapai dalam perbuatan sehingga jelas tujuan mana yang hendak dicapai dalam melakukan sesuatu.

  1. Penyeleksi

Menentukan perbuatan apa yang mendukung tujuan yang ingin dicapai sehingga lebih efektif dan efisien, dengan membuang perbuatan yang tidak bermanfaat yang malah menghambat tercapainya tujuan.

Jenis Motivasi

Ada 10 jenis motivasi yang berbeda-beda. Masing-masing jenis motivasi ini mengidentifikasi faktor pendorong unik yang dapat meningkatkan atau menurunkan motivasi seseorang yang menghasilkan tingkat pencapaian, kebahagiaan, atau kesuksesan. Di bawah ini adalah 10 jenis motivasi dan bagaimana caranya bekerja:

1). Motivasi Intrinsik & Motivasi Ekstrinsik

  • Secara garis besar, ada 2 jenis motivasi umum: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik
  • Motivasi intrinsik menyatakan bahwa orang termotivasi oleh perhargaan dari diri sendiri seperti kepuasan.
  • Motivasi ekstrinsik menyatakan bahwa orang termotivasi oleh imbalan dari luar seperti bonus atau kenaikan gaji serta faktor eksternal negatif seperti takut dipecat.
  • Walau terlihat berkebalikan satu sama lain, motivasi intrinsik dan ekstrinsik dapat digunakan bersamaan.
  • Misalnya, kita mungkin termotivasi oleh potensi kenaikan gaji tetapi akhirnya mencintai pekerjaan yang lebih rumit.
  • Sebaliknya, kita mungkin termotivasi oleh pemenuhan pekerjaan dengan baik dan kemudian diberi bonus atau kenaikan gaji.

2). Motivasi Pencapaian

  • Motivasi pencapaian ini menyatakan bahwa orang didorong oleh keinginan untuk mengejar dan mencapai tujuan tertentu.
  • Orang-orang yang termotivasi oleh jenis motivasi ini dimotivasi oleh pencapaian tugas atau tujuan itu sendiri, tak harus karena imbalan.
  • Jika kita terdorong oleh motivasi pencapaian, kita biasanya memiliki motivasi diri dan berorientasi pada proses yang berarti bahwa kita menghargai proses menjadi lebih baik daripada hasil akhir itu sendiri.

3). Motivasi Insentif

  • Berbeda dengan motivasi pencapaian, jenis motivasi ini bahwa seseorang lebih termotivasi dengan imbalan daripada pencapaian tujuan itu sendiri.
  • Alih-alih berorientasi pada proses dan termotivasi oleh gerakan menuju tujuan, mereka termotivasi oleh insentif.
  • Motivasi insentif bukanlah hal yang buruk dan bisa digunakan bersamaan dengan motivasi pencapaian walau berseberangan.
  • Misalnya, jika kita menginginkan promosi, kita dapat termotivasi lebih baik oleh gaji yang lebih tinggi maupun pekerjaan yang lebih kompleks dan memuaskan.

4). Motivasi Rasa Takut

  • Motivasi rasa takut adalah tipe motivasi yang menggunakan konsekuensi untuk mendorong seseorang bertindak.
  • Jenis motivasi ini bisa dianggap negatif karena kita bukan termotivasi oleh imbalan tertentu melainkan untuk menghindari konsekuensi.
  • Motivasi rasa takut menggunakan hukuman atau misalnya takut dipecat sebagai cara seseorang bergerak secara produktif melakukan pekerjaan.
  • Walau terdengar buruk, motivasi ini bisa digunakan sebagai hal positif.
  • Pikirkan motivasi rasa takut sebagai kendala positif yang membantu kita mengatasi kebiasaan buruk dan menjalani kehidupan yang kita inginkan (tetapi mungkin terlalu takut untuk mengejarnya).

5). Motivasi Kekuasaan

  • Motivasi ini ialah faktor motivasi yang membuat seseorang termotivasi oleh kontrol atas kehidupannya sendiri dan kehidupan orang lain.
  • Motivasi kekuatan memanifestasikan dirinya dalam keinginan untuk mempengaruhi arah kehidupan dan kadang-kadang kehidupan orang-orang sekitar.
  • Ada hal positif dari motivasi kekuasaan, sebagai contoh mungkin buruk bila mengendalikan orang lain, tetapi mencoba untuk menempatkan kendali atas hidup kita sendiri dapat menjadi hal yang baik.

6). Afiliasi & Motivasi Sosial

  • Motivasi jenis ini berarti bahwa seseorang termotivasi oleh faktor sosial seperti kepemilikan dan penerimaan.
  • Manusia memiliki keinginan bawaan untuk terhubung dengan orang lain, dan motivasi sosial menyebabkan kita mencari hubungan dengan berkontribusi pada kelompok sosial.
  • Motivasi sosial dapat menjadi manifestasi seseorang dalam keinginan untuk membantu dunia, atau memanifestasikan diri dalam cinta kita pada keluarga dan teman.

7). Kompetensi & Motivasi Belajar

  • Motivasi belajar mirip dengan motivasi pencapaian dimana seseorang termotivasi oleh proses daripada imbalan.
  • Perbedaannya ialah bahwa orang yang termotivasi oleh motivasi belajar dimotivasi oleh tindakan belajar ketika sedang menyelesaikan suatu tujuan.

8). Teori Harapan Motivasi

  • Teori ini ialah teori psikologi yang mengatakan seseorang termotivasi oleh harapan mereka akan hasil tertentu sebagai hasil dari usaha mereka.
  • Teori harapan motivasi ini mirip dengan motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dengan perbedaan bahwa motivasi ini lebih kepada harapan kita bahwa kita benar-benar akan mencapai tujuan sukses.

9). Teori Ekuitas Motivasi

  • Teori motivasi ini menyatakan bahwa seseorang termotivasi bukan oleh imbalan tetapi oleh tingkat keadilan yang dirasakannya.
  • Tingkat keadilan ini disebut ekuitas, dan seseorang dapat menjadi termotivasi atau terdemotivasi tergantung pada tingkat kesetaraan mereka.
  • Yang menarik ialah bahwa ekuitas tidak hanya berarti seberapa adil seseorang berpikir terhadap orang lain, tetapi juga seberapa adil orang lain itu berpikir terhadap orang lainnya lagi.

10). Teori Gairah Motivasi

  • Teori motivasi ini menyatakan bahwa seseorang dapat termotivasi oleh tingkat gairah yang khusus dan unik.
  • Dalam psikologi gairah berarti kewaspadaan mental, dan teori gairah motivasi ini percaya bahwa jika kewaspadaan mental seseorang turun atau naik di atas titik tertentu, itu bisa menyebabkan ia stress atau depresi.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018