Pengertian Penyakit Hernia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Pengertian Penyakit Hernia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati – Penyakit Hernia adalah penonjolan organ dalam tubuh yang terjadi karena kelemahan jaringan atau dinding otot yang melapisinya.

Pengertian Penyakit Hernia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Pengertian Penyakit Hernia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Pengobatan hernia tergantung dari gejala-gejala yang timbul dan ukuran hernia.

Pengobatan hernia tanpa operasi dapat dilakukan dengan cara mengubah pola makan, melakukan gerakan olahraga tertentu serta mengonsumsi obat secara rutin.

Namun, apabila gejala penyakit hernia yang dialami sudah sangat parah, biasanya  dokter tidak akan menyarankan pengobatan hernia tanpa operasi.

Sebab, hernia dapat berkembang menjadi lebih parah lagi dan menimbulkan gejala-gejala yang menyebabkan rasa sakit, bahkan bisa menyebabkan komplikasi.

Penyebab dan Jenis Hernia

Penyebab utama hernia berasal dari meregangnya jaringan-jaringan otot dan dinding otot yang sudah melemah.

Proses terjadinya hernia, umumnya membutuhkan waktu, meski pada beberapa factor dan kondisi bisa terjadi dalam waktu yang singkat.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hernia, seperti sering mengangkat beban yang terlalu berat, riwayat pernah melakukan operasi di sekitar daerah tubuh yang rentan hernia, batuk terus-menerus, dan kehamilan.

Terdapat beberapa jenis hernia, antara lain:

  • Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis adalah tipe penyakit hernia yang paling umum dan banyak terjadi.

Hernia ini terjadi di sekitar pangkal paha. Tipe penyakit hernia ini lebih sering terjadi kebanyakan pria daripada wanita.

  • Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis jenis penyakit hernia ini sering terjadi pada anak-anak dan bayi di bawah 6 bulan. Hal ini terjadi ketika usus menonjol melalui dinding perut di sekitaran dekat pusar.

Penyakit Hernia umbilikalis adalah satu-satunya jenis hernia yang dapat membaik dengan sendirinya.

Kondisi itu sendiri dapat membaik biasanya terjadi pada saat anak memasuki usia 1 tahun, seiring perkembangan dan menguatnya otot-otot pada tubuh si anak.

  • Hernia Hiatus

Hernia hiatus sering terjadi ketika lambung menonjol ke atas melalui celah pada diafragma ke rongga dada.

Jenis penyakit hernia ini paling sering terjadi pada orang lansia sekitar umur 50 tahun ke atas.

  • Hernia Insisional

Hernia insisional bisanya terjadi setelah seseorang menjalani operasi bedah, terutama pembedahan di sekitaran rongga perut.

Jaringan pada bekas luka operasi umumnya lebih lemah dibanding jaringan asli, sehingga usus dapat mudah menembus area bekas luka insisi/sayatan operasi, maupun jaringan di sekitarnya.

Pengobatan Hernia Tanpa Operasi

Dalam mengobati penyakit hernia, pada umumnya dokter akan melakukan diagnosa terlebih dahulu, berdasarkan ukuran hernia dan tingkat keparahan gejala-gejala yang dirasakan.

Hasil diagnosa itu nantinya menjadi bahan pertimbangan apakah dapat dilakukan pengobatan hernia tanpa operasi atau harus melakukan pengobatan dengan operasi.

Adapun pengobatan penyakit hernia tanpa melakukan operasi terdapat beberapa macam, antara lain:

  • Mengubah pola makan

Perubahan pola makan sehat dapat membantu mengurangi/mencegah gejala hernia berkembang menjadi lebih parah. Terutama pada kasus-kasus hernia hiatus.

Dokter menganjurkan memilih jenis makan yang sehat dan higienis, serta tidak merangsang produksi asam lambung berlebih, untuk meminimalisir risiko terkena gangguan pencernaanyang bisa memperparah kondisi hernia.

Atau juga bisa mencoba melakukan pengurangan porsi makan agar tidak berlebihan, dan yang tidak kalah penting adalah hindari melakukan kebiasaan berbaring atau membungkuk setelah makan. Selain itu, tetap mempertahankan berat badan ideal.

  • Melakukan olahraga

melakukan olahraga secara umum memang memberi dampak yang baik pada kesehatan, tetapi untuk penderita hernia harus berhati-hati dalam memilih jenis olahraga yang sesuai agar tidak memperburuk kondisi hernia.

Salah satu jenis olahraga yang sangat bagus untuk bisa dilakukan dan diketahui bermanfaat untuk hernia adalah yoga.

Karena dalam sebuah penelitian diketahui salah satu manfaat yoga adalah dapat membantu mengatasi hernia inguinalis tahap awal, yaitu saat muncul tonjolan kecil dan gejala-gejala ringannya.

Dan juga bisa melakukan olahraga lain seperti berenang, atau melakukan jalan-jalan di pagi hari.

Sedangkan jenis olahraga atau latihan yang dilarang adalh olahraga yang memberi tekanan berlebih pada tubuh seperti olahraga yang melibatkan kegiatan mengangkat beban berat, mendorong atau menarik kuat sebaiknya jangan dilakukan karena akan member fampak buruk pada hernia..

  • Mengonsumsi obat

Jika Anda memiliki penyakit hernia hiatus, ada beberapa jenis obat asam lambung yang dapat mengurangi rasa tidak nyaman.

Obat tersebut tergolong antasida,untuk menghambat reseptor H-2, dan menghambat pompa proton.

Pada kondisi hernia yang lain, obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) mungkin dapat diberikan untuk meringankan keluhan.

Dan dianjurkan Selalu ber-konsultasi dengan dokter, sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Tindakan Operasi untuk Mengobati Hernia

Apabila hernia sudah tumbuh lebih besar atau menyebabkan rasa yang sangat sakit, maka tidak ada pilihan lain kecuali memutuskan untuk melakukan operasi.

Ada dua cara operasi hernia yang sering dilakukan, yaitu operasi secara terbuka atau laparoskopi.

Baca Juga :

Operasi terbuka memerlukan waktu yang lama untuk proses pemulihannya, yakni bisa mencapai waktu 2 bulan hingga bisa beraktivitas kembali dengan normal.

Sedangkan operasi laparoskopi cukup waktu singkat dalam masa pemulihannya, meski risiko hernia timbul kembali lebih tinggi dalam effek sampingnnya.

Namun, kedua operasi tersebut dinilai mampu mengobati hernia secara baik dan efektif mengatasi gejala-gejala sakit yang dialami akibat hernia.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *