Panduan Umum dan Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Padi Sistem SRI – Padi merupakan tanaman penghasil makanan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras. Demi kelancaran pasokan beras, petani Indonesia selalu berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas dan hasil panen padi dengan berbagai metode.

Panduan Umum dan Cara Budidaya Padi Sistem SRI
Panduan Umum dan Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Salah satu metode yang diterapkan para petani saat ini adalah cara budidaya dengan sistem SRI atau System of Rice Intensification dimana cara budidaya ini merupakan sebuah inovasi baru untuk meningkatkan hasil panen.

Cara budidaya System of Rice Intensification sendiri dicetuskan oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ. pada tahun 1983 di Madagaskar dimana pada awalnya metode tersebut dinamai dalam bahasa Perancis yaitu le System de Riziculture Intensive.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai SRI, mari kenali terlebih dahulu mengenai panduan singkat dan cara budidaya padi sistem SRI dengan mengetahui apa itu SRI dan cara mengaplikasikannya di bidang pertanian.

Pengertian Sistem SRI

System of Rice Intensification merupakan sebuah metode untuk meningkatkan hasil panen budidaya padi dengan menerapkannya pada pengolahan area budidaya, cara mengelola tanaman, teknik memanfaatkan air dan nutrisi lainnya.

Lebih tepatnya, budidaya ini menekankan pada sistem budidaya padi organik. Metode ini merupakan metode yang paling berhasil dalam meningkatkan produktivitas budidaya padi dan telah diterapkan oleh 36 negara, salah satunya adalah Indonesia.

Prinsip Dasar Budidaya Padi Sistem SRI

Dalam menerapkan budidaya padi sistem SRI, terdappat beberapa prinsip dasar yang harus dipahami, diantaranya adalah:

  • Pembibitan dilakukan ketika umur benih padi masih terbilang muda yaitu kurang dari 12 hari pasca semai.
  • Perhatikan jarak tanam yang telah ditentukan yaitu 25 cm x 25 cm atau 30 cm × 30 cm.
  • Penanaman bibit pasca semai harus dilakukan secara hati-hati dan segera.
  • Pengairan dilakukan secara berkala dengan memperhatikan ketinggian air maksimal yaitu 2 cm.
  • Optimasi pengolahan area budidaya padi sistem SRI.
  • Perhatikan waktu penyiangan dengan memberlakukan interval setiap 10 hari sejak penyiangan pertama yang dilakukan ketika padi berusia 10 hari pasca tanam.
  • Hanya menggunakan pupuk organik untuk menjaga kualitas padi dan tanah area budidaya.

Keunggulan Budidaya Padi Sistem SRI

Kenapa cara budidaya padi sistem SRI diterapkan di Indonesia? Hal tersebut tidak lain adalah karena beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh sistem SRI ini.

Keunggulan tersebut diantaranya adalah salah satu cara dalam menghemat air dikarenakan pengairan padi dilakukan secara berkala, menghemat anggaran budidaya karena pada sistem ini hanya memerlukan 5 kg padi untuk setiap hektarnya, waktu pemanenan dilakukan lebih cepat dikarenakan pembibitan dilakukan ketika tanaman masih sangat muda, terjadinya peningkatan hasil panen hingga 100% dan menghasilkan padi yang berkualitas baik dan lebih sehat dikarenakan budidaya padi sistem SRI hanya menggunakan bahan-bahan organik termasuk dalam pemberantasan hama dan penyakit.

Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Setelah mengetahui panduan budidaya padi sistem SRI, terdapat beberapa cara yang harus dilakukan agar budidaya padi sistem SRI berjalan dengan lancar, diantaranya adalah:

  • Pengolahan Area Budidaya Padi Sistem SRI

Pengolahan area budidaya padi sistem  SRI terdiri dari dua kali pembajakan yaitu pembajakan kasar dan pembajakan halus.

Pembajakan kasar dilakukan untuk memberantas gulma dan beberapa hari setelahnya, lakukan pembajakan halus agar area budidaya rata sehingga pengairan tersebar secara merata keseluruh area budidaya.

Agar pengairan terjaga, jangan lupa untuk menambahkan sistem drainase dengan pembuatan parit di tengah dan samping petakan sawah.

  • Persiapan Bibit Budidaya Padi Sistem SRI

Persiapan bibit budidaya padi sistem SRI dipilih berdasarkan bibit yang berkualitas. Bibit tersebut diuji dengan memasukkan benih padi tersebut dalam wadah yang berisi air yang telah dilarutkan garam.

Apabila terdapat benih yang tenggelam, pilihlah benih tersebut karena benih yang tenggelam adalah benih yang terbaik.

  • Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penyemaian Benih Padi Sistem

Sebelum benih disemai pada media tanam,  cucilah benih padi terlebih dahulu lalu tiriskan. Benih padi yang telah dicuci harus disimpan terlebih dahulu ditempat yang lembab agar tunas benih padi tersebut dapat tumbuh.

Setelah 2 hingga 3 hari, benih yang sudah memiliki tunas dapat dipindahkan pada media tanam sebelum dilakukan penanaman pada area budidaya padi.

  • Langkah-langkah Penanaman Budidaya Padi Sistem SRI

Setelah melakukan penyemaian, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah penanaman pada area budidaya padi atau sawah.

Penanaman dilakukan dengan mencabut bibit pada wadah penyemaian dengan sangat hati-hati dan penuh perkiraan, lalu masukkan bibit tersebut pada lubang yang sudah disediakan sebanyak satu bibit untuk setiap lubang.

  • Perawatan dan Pemeliharaan Budidaya Padi Sistem SRI

Sama seperti halnya budidaya lainnya, budidaya padi sistem SRI harus dilakukan perawatan dan pemeliharaan seperti pengairan, penyiangan, dan pemupukan lanjutan secara berkala.

  • Penanggulangan Hama dan Penyakit Budidaya Padi Sistem SRI

Penanggulangan hama dan penyakit dalam budidaya padi sistem SRI adalah dengan memanfaatkan pemberantas alami seperti herbisida mengingat sistem SRI merupakan metode penanaman organik.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama Padi

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *