Cara Budidaya Tanaman Jewawut Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Jewawut Secara Organik – Tanaman jawawut merupakan jenis serealia yang sering dijadikan makanan pokok pengganti beras di beberapa daerah di Indonesia.

Cara Budidaya Tanaman Jewawut Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Jewawut Secara Organik

Menurut penelitian tanaman jawawut ini memiliki nilai gizi yang lebih baik dibanding beras yakni mengandung 11% protein dimana beras hanya mengandung 7%.

Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut

Tanaman ini juga mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi fungsi tubuh seperti senyawa antioksidan, senyawa bioaktif, dan serat.

Karena kandungan gizinya yang baik dan menjadi alternatif makanan pokok di Indonesia maka tanaman jawawut mulai dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia.

Tanaman ini memiliki adaptasi yang baik bahkan bila ditanam pada daerah yang curah hujannya rendah. Tanaman ini juga dapat tumbuh pada daerah semi kering sampai ketinggian 2.000 m dpl.

Jenis tanah apapun dapat dijadikan media tanam bagi tanaman jawawut, contohnya tanah berpasir atau tanah liat yang padat. pH yang cocok sebagai media tanam jawawut berkisar antara  4-8.

Bagaimana dengan proses budidaya atau pemanenannya?

Metode budidaya tanaman jawawut dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah dengan pengolahan tanah yang konvensional dengan menggunakan guludan atau bedengan maupun sistem olah tanah minimum yakni dilakukan pada tanah yang subur atau gembur.

Benih jawawut terdiri dari dua ukuran yaitu yang besar dan kecil. Untuk yang ukuran besar termasuk ke dalam tipe pear millet dengan nama latin Pennisetum glaucum. Adapun  benih jawawut sendiri ukuran yang kecil dimana jawawut  berjenis Panicum miliaceum.

Pada proses penanamannya jawawut dapat di tumpang sarikan dengan tanaman lain misalnya padi gogo.

Hal ini disebabkan tanaman jawawut berumur lebih cepat sekitar satu bulan dari padi karena berumur 3 bulan, selain itu juga jawawut termasuk tanaman yang hemat dalam menggunakan air dari pada padi dan jagung. Tempat penanaman jawawut dapat dilakukan di lahan terbuka maupun di dalam green house.

Pada proses penanamannya benih ditabur atau dimasukkan ke dalam lubang tanam yang jarak setiap tanamannya adalah 75 x 20 cm atau 70 x 25 cm untuk luas lahan 2 x 3 meter.

Gulma dan hama pada tanaman jawawut

Jika tanaman jawawut rusak, tidak tumbuh dengan normal, rusak atau terkena hama penyakit maka dilakukan penyulaman yaitu mengganti tanaman lama dengan mencabut seluruh akarnya kemudian diganti dengan tanaman baru pada lubang bekas tanaman tersebut.

Dalam proses pertumbuhannya tanaman jawawut dilakukan pembangunan ajir atau cagak untuk memperkuat berdirinya jawawut. Kemudian tanaman jawawut dilakukan treatment pemangkasan pada tunas/cabang yang tumbuh tidak produktif.

Proses pemangkasan ini dibagi menjadi dua tahap, yang pertama dilakukan saat pemasangan ajir selanjutnya pada pemangkasan kedua dilakukan 3-4 minggu setelah pemangkasan pertama.

Untuk mencegah timbulnya gulma yang menyebabkan terhambat nya pertumbuhan tanaman jawawut maka dilakukan penyiangan secara rutin pada gulma tersebut. Kemudian selanjutnya adalah proses pemupukan.

Selama menunggu proses pemanenan maka dilakukan proses pemeliharaan dengan cara menyirami tanaman dua kali sehari misalnya pagi dan sore agar tanaman tersebut tidak mengalami kekeringan selama pertumbuhannya dan membantu pertumbuhan tanaman.

Kemudian adalah penyulaman tahap dua jika ada tanaman yang tidak tumbuh pada suatu lubang tanam.

Dalam perlakuan ini dapat juga dilakukan penyiangan untuk membersihkan tanaman dari hama dan penyakit seperti gulma dan serangga perusak tanaman dengan menyemprotkan pestisida ke bagian tanaman yang terserang.

Terakhir adalah pemanenan, proses ini dapat dilakukan jika tanaman sudah berumur 3 hingga 4 bulan. Tanaman yang sudah dapat dipanen memiliki ciri khas yaitu biji yang sudah keras dan bernas, daun bagian atas yang mulai menguning bahkan menjadi kering.

Metode pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal tangkai atau malai buah jawawut dengan panjang 15 hingga 25 cm.

Manfaat tanaman jawawut

Tentunya tanaman ini selain mempunyai banyak sekali manfaat positif bagi kesehatan, tanaman jewawut juga bisa dijadikan salah satu dari bahan pangan pengganti substitusi beras, hal tersebut tentunya bisa memenuhi kebutuhan kalori harian anda.

Mengapa?

Karena hal ini ditujukan jika tanaman ini sendiri memiliki kandungan karbohidratnya yang sangat besar yakni 75% sedangkan pada beras sendiri adalah sebesar 79% hampir mendekati.

Adapun keunggulan lainnya dari tanaman jewawut ini adalah kandungan protein di dalamnya sebanyak 11%, tentu ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan protein yang terdapat pada beras yang dimana hanya bisa mencapai 7% saja.

Pengolahan menjadi tepung pada jewawut juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku dalam pembuatan produk-produk mie.

Hal tersebut tentu dikarenakan kandungan protein tersebut hampir sama dengan tepung terigu dan bahkan bisa mengandung protein gluten.

Gluten merupakan protein lengket dan sangat elastis yang bisa membuat adonan anda menjadi lebih kenyal sehingga bisa mengembang dikarenakan adanya sifat kedap udara.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *