Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Hias Melati

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Hias Melati – Tanaman hias melati dapat menambah pesona dan keindahan apabila diletakan di dalam maupun di pekarangan rumah Anda.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Hias Melati

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Hias Melati

Meskipun begitu, tanaman hias melati juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga perlu diadakan pengendalian secara berkesinambungan untuk menjaga kesehatan dari tanaman melati Anda.

Berikut cara-cara mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman hias melati.

  • Mengelola ekosistem dengan baik

Pencegahan munculnya hama maupun penyakit terhadap tanaman hias melati dapat dilakukan dari sejak dini, yaitu mulai dari memilih bibit unggul yang sehat dan bebas dari penyakit, menjaga kebersihan atau sanitasi dari taman atau kebun Anda, melakukan pergiliran tanaman secara baik, memberikan pupuk secukupnya dengan komposisi yang seimbang, mengatur jarak antar tanaman Anda, memperbaiki sistem drainase tanah, menentukan waktu tanam yang tepat hingga menggunakan tanaman pelindung.

  • Pengendalian hama secara fisik atau mekanik

Metode pengendalian hama dan penyakit jenis ini tidak menggunakan bahan-bahan kimiawi, melainkan hanya menggunakan cara mekanik saja, misalnya dengan memotong bagian tumbuhan yang terkena hama atau penyakit lalu membuang atau membakarnya.

Jika hama merupakan hewan yang cukup besar, maka dapat digunakan perangkap untuk menangkap dan menyingkirkan hama tersebut.

  • Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia

Selain cara fisik, cara kimiawi dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan terjamin untuk menyingkirkan hama dan penyakit yang menyerang tanaman melati Anda.

Sayangnya, bahan kimia bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, serta menyisakan residu pada udara, sehingga dapat mengurangi kesehatan Anda maupun orang-orang di sekitar Anda.

Pengendalian secara kimia dengan menggunakan pestisida, insektisida, fungisida, nematisida atau akarisida harus diawali dengan pemantauan dan analisis terpadu untuk menentukan jenis bahan kimia yang tepat untuk membunuh hama atau penyakit bersangkutan.

Jika salah menentukan bahan, bukan hanya hama dan penyakit tidak hilang, namun juga dapat menimbulkan kekebalan dari hama atau penyakit bersangkutan yang mana akan membuatnya lebih sulit untuk dibasmi.

  • Pengendalian hama dengan sistem hayati

Anda juga dapat memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman hias Anda untuk membunuh atau mengusir hama tersebut, diantaranya dengan menggunakan parasit, patogen hingga predator .

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu memelihara musuh alami dari hama yang menyerang tanaman Anda, lalu melepasnya di daerah yang terdapat banyak hama.

Jika Anda tetap ingin menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hama, Anda perlu memilih bahan kimia spektrum sempit atau selektif yang hanya menyerang hama Anda, namun tidak menyerang musuh alami hama yang anda kembangbiakan.

  • Pengendalian hama dan penyakit secara spesifik

Beberapa hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman melati Anda diantaranya adalah ulat palpita. Larva ulat ini berasal dari ngengat putih yang menetaskan telur pada permukaan bawah daun.

Ulat akan memakan dan merusak daun tanaman melati Anda, sehingga perlu dibasmi dengan memotong bagian tanaman yang terserang ulat dan menyemprotkan insektisida Decis 2,5 EC atau Perfekthion 400 E. Selain itu, terdapat juga hama penggerek bunga yang akan melubangi bunga melati Anda.

Untuk hama jenis ini, dapat digunakan fungisida Vitigran Blue atau Kocide dengan konsentrasi 0,2%.

Hawar bunga sebagai salat satu penyakit yang disebabkan oleh beberapa spesies jamur juga dapat menyebabkan bunga melati menjadi busuk dan berguguran.

Untuk mengatasi penyakit jenis ini, Anda perlu membersihkan taman atau kebun Anda secara teratur, serta memetik bunga yang mengalami gejala dari infeksi penyakit ini. Anda juga dapat menyemprotkan pestisida Derosal atau Benlate.

Apabila Anda mendeteksi adanya pembusukan yang tertutup lapusan jamur bewarna merah jambu pada tanaman melati Anda, maka kemungkinan tanaman Anda terinfeksi jamur upas.

Pengendalian penyakit ini hanya dapat dilakukan dengan mengurangi kelembaban taman Anda, serta memotong bagian tanaman melati Anda yang terinfeksi jamur ini.

Kapang Jelaga juga dapat menyerang permukaan atas daun metali, menyebabkan munculnya massa hitam yang berbulu.

Bukan hanya mengurangi keindahan tanaman melati Anda, hama ini juga dapat menyebabkan kematian dari tanaman melati, sehingga harus segera dikendalikan dengan mengurangi kelembaban taman, memotong daun yang terinfeksi kapang.

Selain itu, Anda juga dapat menebarkan bubuk belerang pada permukaan daun ketika pagi hari.

Bercak bewarna cokelat pada permukaan daun melati merupakan gejala bahwa melati Anda terinfeksi jamur Pestalotia sp.

Untuk mengendalikan jamur jenis ini, Anda dapat memotong bagian jamur yang terinfeksi lalu memusnahkannya, kemudian menyemprotkan fungisida Dithane M-45 atau Anvil 50 EC.

Selain itu, dikenal juga penyakit karat daun. Penyakit ini ditandai dengan bercak kemerahan berbulu pada permukaan daun yang disebabkan oleh parasit ganggang hijau.

Hal yang harus Anda lakukan untuk membasmi parasit jenis ini adalah dengan menyemprotkan fungisida dengan kandungan tembaga, diantaranya dalah Vitigran Blue dan Cobox.

Itu dia hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman hias melati Anda. Tidak sulit, bukan?

Baca Juga : Klasifikasi Tanaman Melati

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *