Pengertian dan Macam-Macam Akhlak

Diposting pada

Pengertian dan Macam-Macam Akhlak – Berasal dari bahasa Arab, akhlak adalah bentuk umum dari kata “khuluk” yang bermakna tingkah laku, perangai, atau tabiat.

Pengertian dan Macam-Macam Akhlak
Pengertian dan Macam-Macam Akhlak

Secara terminologi, akhlak adalah tingkah laku seseorang untuk melakukan sebuah perbuatan baik yang menjadi sebuah keharusan yang disengaja.

Perbedaan akhlak, etika dan moral adalah bila moral dan susila menggunakan tolak ukur norma-norma yang sudah tumbuh, berkembang atau sedang berlangsung dalam masyarakat, serta etika menggunakan akal pikiran atau rasio sebagai tolak ukur menilai tingkah laku manusia apakah baik atau buruk.

Baca Juga :

Akhlak menggunakan tolak ukur yang ditetapkan oleh Al-Qur’an dan Hadits dalam menentukan baik buruknya perilaku seseorang.

Ada lima ciri perbuatan yang berlandaskan akhlak, yaitu:

  • Dilakukan dengan mudah tanpa bantuan akal
  • Datang dari dalam diri seseorang tanpa intervensi atau campur tangan pihak luar serta bukan paksaan atau tekanan dari siapapun. Dengan kata lain dilakukan atas dasar kemauan diri sendiri
  • Terlahir dalam jiwa seseorang sehingga sudah melekat dalam kepribadiannya
  • Dilakukan atas dasar keikhlasan dan ketulusan semata-mata karena mengharap ridho Allah, bukan oleh karena mengharapkan pujian
  • Dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan sandiwara atau hanya main-main belaka

Macam-macam Akhlak

Secara garis besar, akhlak dikategorikan ke dalam dua macam, yakni:

1). Akhlak Al-Karimah (Akhlak Baik)

Akhlak al-karimah adalah akhlak baik dan mulia yang tidak terbilang jumlahnya yang bisa dilakukan oleh siapapun. Ada tiga bagian akhlak mulia ini berdasarkan atas hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia.

  • Akhlak terhadap Allah

Maksud akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran penuh bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Manusia mengetahui dan memahami serta senantiasa harus selalu mengingat bahwa Allah memiliki sifat-sifat terpuji dan agung yang mana siapapun tidak akan bisa menjangkaunya, baik itu malaikat apalagi manusia.

  • Akhlak terhadap Diri Sendiri

Akhlak terhadap diri sendiri maksudnya adalah bagaimana seseorang menghargai, menghormati, menjaga serta menyayangi dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya, oleh karena kesadaran penuh bahwa tubuh dan jiwanya merupakan milik Allah dan amanah dari-Nya yang akan dipertanggungjawabkan kelak di Hari Akhir

  • Akhlak terhadap Sesama Manusia

Sebagai makhluk sosial, manusia banyak bergantung kepada manusia lainnya. Oleh karena itu, manusia pun perlu untuk bekerja sama dan saling tolong menolong dengan orang lain.

Dalam Islam, akhlak terhadap sesama manusia terutama saudara pun diatur dan dianjurkan karena mereka juga berjasa dalam membantu dan mendewasakan kita.

Cara berakhlak dengan sesama manusia adalah memberikan bantuan dan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita, serta memuliakan, menghormati serta menghargai sesama manusia apapun suku, ras, bangsa dan warna kulitnya.

2). Akhlak Mazmumah (Akhlak Tercela)

Akhlak Al-Mazmumah merupakan kebalikan dari akhlak Al-Karimah karena akhlak ini adalah segala perbuatan dan tingkah laku yang tercela. Dalam Islam, ada berbagai bentuk atau jenis akhlak tercela yang ditunjukkan seperti di bawah ini.

  1. Takabur atau biasa disebut sombong, adalah sikap yang merasa bahwa dirinya lebih mulia, besar, agung, tinggi dan lebih daripada orang lain. Sikap ini sangat tercela mengingat bahwa pembangkangan Iblis dulunya terhadap perintah Allah oleh karena sombong dengan materi penciptaannya yang dia rasakan lebih baik daripada Adam. Jadi, lebih baik hindari sifat takabur karena itu akan membawa kita selangkah lebih dekat dengan Iblis
  2. Bakhil atau kikir atau bisa dikatakan juga sebagai orang yang pelit adalah sikap sukar memberikan sebagian dari apa saja yang dimilikinya kepada orang lain yang meminjam atau membutuhkan. Sikap seperti ini mencerminkan bahwa seorang yang bakhil tidak menyadari bahwa segala apa yang dia punya adalah milik Allah, bukanlah miliknya
  3. Berbohong adalah sikap yang sering dilakukan oleh siapapun dengan memberikan atau menyatakan sebuah informasi yang salah atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya atau berusaha menyembunyikan kebenarannya. Orang yang sering berbohong acapkali lupa bahwa Allah mengawasi segala-galanya, apapun yang ada di bumi dan langit serta apapun yang ada dalam benak setiap hambaNya.
  4. Dengki atau iri hati adalah sikap dan rasa tidak senang akan keberhasilan dan kebahagiaan orang lain. Sikap iri atau dengki menjadi parah bila sudah lama bersemayam dalam hati seseorang. Dalam tingkatan lebih tinggi, iri hati adalah hasad, yakni seseorang tidak suka atau tidak senang akan kebahagiaan dan keberhasilan seseorang, dan bahkan ingin mengambil serta seluruh kebahagiaan dan keberhasilan itu dari orang tersebut. Pada tingkatan yang lebih berbahaya, seseorang bahkan ingin sekali orang yang sedang dilanda kebahagiaan, kenikmatan atau keberhasilan itu tidak memiliki kebahagiaan, kenikmatan dan keberhasilan itu. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi seseorang dalam hubungan ibadahnya dengan Allah serta hubungan sosialnya dengan sesama manusia.
Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *