Pengertian dan Penyusun Basa Nitrogen

Diposting pada

Pengertian dan Penyusun Basa Nitrogen – Dalam ilmu biologi Kita akan mengenal istilah DNA ketika membahas mengenai gen pada makhluk hidup. DNA inilah yang menjadi penentu keberlangsungan sebuah makhluk hidup sebab akan menurunkan sifat, bentuk, atau jenis suatu makhluk.

Pengertian dan Penyusun Basa Nitrogen
Pengertian dan Penyusun Basa Nitrogen

Hal yang sama pun akan berlaku untuk manusia, yang susunan DNA diturunkan dari orangtua ke anak, cucu, dan keturunan setelahnya. DNA sendiri memiliki bentuk atau wujud susunan rantai yang tersusun atas protein yang rumit namun tetap bisa dipelajari.

Pengertian basa nitrogen

Adapun penyusun rantai DNA sangat beragam jenis zatnya, Kita bisa menemukan Adenin, Sitosin, Urasil, dan juga Tamin. Penyusun anak tangga pada rantai DNA ini disebut dengan istilah Basa Nitrogen.

Basa Nitrogen adalah salah satu bentuk susunan anak tangga pada rantai DNA dan terdiri dari susunan gen-gen yang ada di tubuh makhluk hidup.

Secara sederhana Kita dapat mengartikan bahwa gen adalah kata-kata, dan susunan kata yang disebut sebagai kalimat adalah Basa Nitrogen. Basa Nitrogen ini akan berbentuk seperti susunan cincin yang datar dan memiliki struktur gen yang cukup berlimpah.

Penyusun basa nitrogen

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa, Basa Nitrogen tersusun atas gen yang ada di dalam rantai DNA. Hal ini menjadikan susunan Basa Nitrogen memiliki beberapa jenis atau penyusun, diantaranya:

  1. Adenin

Adenin dalam ilmu Biologi disingkat dengan huruf “A” kapital, tugas utamanya ialah untuk membantu proses respirasi. Tugas lain yang dimiliki oleh Adenin ialah untuk membuat molekul energi di dalam sel.

Kemudian juga bertugas untuk mengangkut elektron FAD sehingga melancarkan proses respirasi pada makhluk hidup. Adenin sendiri bisa berada di dalam rantai DNA jika berpasangan dengan Timin, bisa juga terdapat pada RNA jika berpasangan dengan Urasil. Adenin sendiri memiliki penampakan fisik menyerupai sebuah cincin yang melingkar namun pipih.

  1. Timin

Timin juga memiliki bentuk fisik seperti cincin dan memiliki tugas untuk membantu dan mengoptimalkan tugas Adenin. Timin akan berpasangan dengan Adenin selama Adenin berada di dalam rantai DNA.

  1. Guanin

Guanin memiliki bentuk dua cincin dan disebut dengan purin, hal ini terjadi karena sama seperti Adenin selalu berpasangan. Bedanya Guanin di dalam rantai DNA berpasangan dengan Sitosin, kemudian juga bisa terdapat di dalam DNA maupun RNA.

  1. Urasil

Urasil memang tidak akan dijumpai di dalam rantai DNA karena hanya berada di dalam RNA dan berpasangan dengan Adenin. Dilihat dari fungsi atau tugas utamanya, Urasil dapat dikatakan sebagai Timinnya RNA.

  1. Sitosin

Sitosin adalah pasangan cincin dari Guanin, sehingga hanya merupakan cincin tunggal seperti Timin dan Urasil. Maka Sitosin disebut sebagai Primidin karena hanya memiliki satu cincin tunggal saja dan berikatan atau berpasangan dengan Guanin di dalam DNA dan juga RNA.

Basa Nitogen merupakan susunan gen yang terdiri dari berbagai jenis cincin, seperti yang disebutkan di atas. Pasangan cincin ini ada yang tunggal atau Primidin, dan ada pula yang ganda atau Purin dan masing-masing memiliki tugas yang berbeda.

Keberadaannya ada di dalam anak tangga DNA atau yang terlihat seperti anak tangga. Yakni susunan rantai pendek diantara tiang yang tergambar di dalam penampakan rantai DNA.

Basa Nitrogen memungkinkan terjadinya ikatan Hidrogen yang membantu proses pembukaan rantai DNA saat terjadi pembukaan atau pembelahan sel. Proses inilah yang kemudian menjadikan sifat induk bisa diturunkan kepada anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *