Pengertian dan Proses Evapotranspirasi pada Tumbuhan

Diposting pada

Pengertian dan Proses Evapotranspirasi pada TumbuhanIlmudasar.id – Kita tahu air merupakan elemen penting bagi setiap makhluk hidup untuk bertahan hidup.

Pengertian dan Proses Evapotranspirasi pada Tumbuhan
Pengertian dan Proses Evapotranspirasi pada Tumbuhan

Pada tumbuhan, air diperlukan sebagai salah satu bahan utama dalam proses fotosintesis.Tumbuhan mengambil air dari dalam tanah melalui akar dengan proses osmosis. Air tersebut dibawa melalui pembuluh xilem menuju ke daun.

Air yang tertampung pada daun terkadang akan menguap saat stomata daun membuka untuk mengambil karbondioksida dari udara.

Penguapan air ini akan berdampak pada keberlangsungan idup tumbuhan, karena apabila jumlah air yang ada pada tumbuhan sangat sedikit akan membuat tumbuhan menjadi layu dan mati.

Karena itulah proses penguapan air sangat lah penting untuk diperhatikan. Untuk selalu dapat memenuhi kebutuhan air maka terjadilah siklus daur ulang air secara alami.

Pada siklus daur ulang air terdapat beberapa peristiwa, seperti tranpirasi, evaporasi, dan evapotranspirasi. Transpirasi adalah proses penguapan air pada tumbuhan yang terjadi pada stomata ataupun kutikula, sedangkan evaporasi merupakan proses penguapan air pada permukaan.

Evapotranspirasi merupakan gabungan dari keduanya, yaitu proses menguapnya air pada lahan, permukaan air, dan tumbuhan yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.

Singkatnya evapotranspirasi merupakan jumlah dari evaporasi dan transpirasi.

Evapotranspirasi tercipta karena pada kenyataannya kita tidak dapat membedakan secara jelas dan pasti berapa jumlah air yang menguap secara evaporasi dan berapa air yang menguap secara transpirasi, karena itulah untuk emmpermudah menghitung jumlah air yang menguap pada suatu lahan, tercipta proses evapotranspirasi.

Proses evapotranspirasi sangat membantu dalam menentukan jumlah ketersediaan air meupun dalam menghitung curah hujan di suatu tempat.

Peristiwa terjadinya evapotranspirasi sangat dipengaruhi oleh keadaan meteorologi seperti keadaan atmosfer di permukaan bumi. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya evapotranspirasi adalah:

  1. Ketersediaan air
  2. Kandungan uap air
  3. Suhu udara
  4. Kekuatan angin
  5. Tingkat radiasi matahari
  6. Kelembapan atmosfer

Evapotranspirasi dibagi menjadi empat, yaitu:

Evapotranspirasi potensial ( PET)

Evapotranspirasi potensial atau yang biasa disebut dengan PET adalah evapotranspirasi yang terjadi pada kondisi diamana ketersediaan air melimpah.

Pada saat jumlah air yang tersedia melebihi jumlah air yang dibutuhkan, maka peristiwa evapotranspirasi potensial akan terjadi, dan kecepatan evapotranspirasi akan berlangsung secara maksimum.

Ada dua kondisi agar peristiwa evapotranspirasi potensial terjadi, yaitu:

  1. Tempat terjadinya evapotranspirasiterletak di tengah-tengah daerah yang luas, namun luasnya tidak terlalu lebar melainkan sempit, dan seluruh permukaannya tertutup oleh tumbuhan yang seragam.
  2. Proses evapotranspirasi terjadi pada suatu daerah dengan tingkat kelembapan yang tinggi atau cenderung basah, yang disebabkan oleh cuaca dan kondisi tertentu tanpa memerhatikan luas permukaan atau evapotranspirasi dapat terjadi pada daerah yang luas dengan keadaan permukaannya yang basah.

Evapotranspirasi aktual ( AET)

Evapotranspirasi aktual adalah kebalikan dari evapotranspirasi potensial, jika pada evapotranspirasi potensial kadar atau jumlah air tidak terbatas maka pada evapotranspirasi aktual jumlah airnya terbatas.

Evapotranspirasi aktual adalah evapotranspirasi yang terjadi saat jumlah air sedikit sehingga menyebabkan laju evapotranspirasi menjadi lambat.

Evapotranspirasi aktual biasa terjadi pada daerah kering atau pada musim kemarau.

Faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi aktual adalah luas permukaan yang tidak tertutupi oleh tumbuhan.

Selain itu curah hujan pada saat itu juga mempengaruhi besarnya nilai evapotranspirasi aktual.

Evapotranspirasi standar

Evapotranspirasi standar adalah evapotranspirasi yang terjadi pada suatu permukaan subur yang biasanya ditumbuhi oleh rumput hijau.

Pada evapotranspirasi standar kadar air yang terkandung cukup tinggi sekitar 8 hingga 15 cm.

Evapotranspirasi tanaman

Evapotranspirasi tanaman adalah peristiwa evapotranspirasi yang terjadi pada kondisi dimana terdapat lahan luas yang ditutupi oleh tumbuhan hijau yang subur dan bebas dari hama dan penyakit.

Pada daerah tersebut mengandung cukup unsur hara dan memiliki kadar air yang tinggi.

Nilai evapotranspirasi tanaman tidak akan tetap melainkan akan berubah seiring dengan pertumbuhan umur tumbuhan.

Baca Juga : Pengertian Transpirasi

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *