Pengertian, Penyebab, Contoh, Macam dan Dampak Polusi Suara

Pengertian, Penyebab, Contoh, Macam dan Dampak Polusi Suara – Polusi suara merupakan gangguan pada lingkungan yang disebabkan oleh suara atau bunyi dan mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup dan sekitarnya. Disebut polusi karena dapat bersifat merusak baik untuk kenyamanan hingga menimbulkan gangguan kesehatan.

Pengertian Penyebab, Contoh, Macam dan Dampak Polusi Suara

Pengertian Penyebab, Contoh, Macam dan Dampak Polusi Suara

Sering kali polusi suara disebabkan oleh suara atau bunyi yang bising atau bervolume tinggi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pendengaran makhluk di sekitarnya.

Baca Juga :

Meskipun begitu, polusi suara bersifat subjektif, tergantung dari makhluk yang mendengarnya. Bisa jadi yang di anggap bising oleh kita, hanya bunyi yang biasa bagi orang lain.

Sebagai contoh, suara yang biasa kita dengar sebagai rutinitas seperti suara musik, televisi, kendaraan, ataupun dering ponsel, bisa menjadi polusi suara ketika kita tidak menginginkan kebisingan seperti saat tidur.

olusi suara disini bisa juga berlaku untuk suara yang tidak normal namun tetap mengganggu pendengaran seperti suara mesin, gesekan pada kaca, dll.

Meskipun bersifat subjektif, namun ternyata ada parameter untuk mengukur tingkat polusi suara secara langsung, yaitu dengan sound level meter bertekanan bunyi dB atau desibel yang diukur selama 10 menit, atau bisa juga menggunakan alat pengukur LTM5 atau Leq.

Penyebab, Contoh, dan Macam Polusi Suara

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa polusi suara disebabkan oleh bunyi atau suara yang mengganggu siapa saja yang mendengarnya.

Suara yang mengganggu ini bisa berasal dari benda apapun atau saat melakukan kegiatan tertentu. Sumber dan penyebab kebisingan atau polusi suara yang biasa kita temukan di lingkungan ada beberapa macam, diantaranya:

  1. Suara bising dari mesin, contohnya pada pesawat terbang dan transportasi darat mencakup sepeda motor dan kereta.
  2. Suara mengganggu dari vibrasi yang disebabkan oleh getaran dari benda yang digesek atau mengalami benturan, seperti pada roda gigi, batang torsi, kipas, piston, dll.
  3. Suara bising yang diakibatkan oleh pergerakan pada gas, udara, ataupun cairan seperti pada kegiatan industri. Contohnya: suara jet, pipa penyalur gas, flare boom, dll. Bahkan hampir sebagian besar peralatan di industri mengeluarkan suara bising, hingga kegiatan dari para pekerjanya. Tak heran jika pada perencanaan kota, pabrik – pabrik industri harus di dibangun jauh dari permukiman penduduk.
  4. Suara kegiatan konstruksi bangunan dan peralatannya terkadang sangat mengganggu terutama jika pembangunannya dilakukan disekitar tempat tinggal.
  5. Suara peralatan dapur dan rumah tangga seperti mixer, vacuum cleaner, pengering, TV, dll terkadang juga bisa dirasa bising.
  6. Suara keras dari gesekan udara seperti suara letusan gunung berapi atau suara menggelegar petir.
  7. Terkadang suara dengung yang lama dan keras juga sangat mengganggu seperti suara speaker atau TOA dan microphone, dll.

Polusi suara ini sebagian besar tidak berbahaya atau berdampak besar karena hanya bersifat sementara sampai suara tersebut menghilang.

Namun bisa juga yang bisa berdampak cukup parah terutama terhadap kesehatan, terutama jika didengar terlalu sering dan lama.

Dampak Polusi Suara

Meskipun sering dianggap remeh, polusi suara juga bisa berdampak pada kesehatan manusia. Beberapa dampak polusi suara yang mungkin sering kamu alami, diantaranya:

  1. Gangguan pendengaran, terutama jika terpapar suara bising dengan tegangan lebih dari 75 dB terlalu lama. Suara yang melebihi tegangan itu bisa menggangu bagian dalam telinga seperti gendang telinga dan koklea, bahkan jika sudah mencapai 85 dB sangat bisa membahayakan kesehatan. Contoh polusi suara ini seperti suara sibuk lalu lintas dan transportasi, ataupun mesin gergaji yang memang sangat bising.
  2. Menyebabkan rasa sakit di telinga, menimbulkan suara denging, bahkan tinnitus. Terutama jika terlalu sering dan terlalu lama mendengarnya bisa berakibat pada semakin kurang pekanya terhadap suara halus, susah berkonsentrasi, susah menangkap pembicaraan, depresi, dll.
  3. Terkadang ada saat – saat dimana semua indera di tubuh harus diistirahatkan. Namun ketika suara bising tiba – tiba terdengar saat tubuh tertidur, dapat langsung terespons ke otak dan menyebabkan sakit kepala bahkan insomnia.
  4. Suara bising dan keras yang tiba – tiba muncul terkadang juga bisa menyebabkan penyakit jantung, bahkan jika terlalu kaget dan memiliki jantung lemah sangat bisa menyebabkan kematian.
  5. Gangguan Fisiologis dan Psikologis. Mendengar suara yang bising terlalu sering juga bisa mengganggu mental dan fisik yang mendengarnya, serta menimbulkan rasa setres, gugup, sakit kepala, mual, emosi tidak stabil, histeris, hingga lemah jantung.
  6. Dampat polusi suara juga paling sering menimpa anak – anak terutama dengan daya tumbuh kembang dan fungsi inderanya yang masih berjalan. Anak – anak yang sering terpapar polusi suara dapat mengakibatkan ketajaman daya pendengarannya berkurang, hingga mempengaruhi saraf dan daya ingat.

Jika tanda – tanda tersebut mulai muncul, disarankan untuk tidak terlalu sering berada di lokasi yang terlalu bising, memakai penutup telinga sewaktu – waktu juga dianjurkan terutama ketika tidur, gunakan alat peredam suara di ruangan, dan jika sudah terasa parah segera hubungi dokter THT untuk penanganan lebih lanjut.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *