Pengertian dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA

Diposting pada

Pengertian dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA – Tentunya istilah DNA sudah tidak asing, karena telah diperkenalkan sejak dibangku sekolah dasar. Semua makhluk hidup memiliki DNA, atau disebut juga dengan materi pembentuk kromosom yang menyimpan berbagai informasi genetik.

DNA atau Deoxyribonucleic Acid secara ilmiah bisa dikatakan merupakan senyawa polinukleat yang terdiri atas asam nukleat atau nukleotida.

Pengertian dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA
Pengertian dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA

DNA juga bisa dikatakan sebagai rangkaian gula dalam bentuk rantai nukleutida yang panjang. Di dalam rantai tersebut, akan terdapat gula pentose dan basa niterogen yang berbeda – beda untuk masing – masing makhluk hidup.

Sejarah Perkembangan Struktur DNA

DNA telah diteliti sejak lama oleh para ahli, terutama dengan perkembangan teknologi sekarang ini, pengamatan terhadap tiap nukleotida pada DNA menjadi lebih berkembang. DNA tersusun atas:

  • Gula pentosa (deoxyribosa) yang merupakan basa nitrogen dan terdiri dari golongan purin yaitu guanine (G) dan adenine (A), serta golongan pirimidin yaitu thymine (T) dan cytosine (C).
  • Gugus fosfat, dimana molekul – molekul DNA membentuk golongan basa nitrogen yang terbagi menjadi basa purin dan basa pirimidin, sehingga membentuk nukleosida yang menjadi precursor elementer pembentuk sintesis DNA.
  • Jumlah basa nitrogen pada makhluk hidup itu berbeda – beda, namun dalam molekul DNA-nya jumlah Guanine (G) dan sitosin (C) selalu sama, begitupula dengan Adenine (A) dan Timin (T). Masing – masing pasangan ini akan diikat oleh hydrogen, dimana Adenine Timin mengikat 2 hydrogen (A=T), dan Sitosin Guanine mengikat 3 hydrogen (C≡T).

Penelitian struktur DNA ini telah dipelajari oleh para ahli sejak lama, namun yang paling terkenal saat ini yaitu teori yang dikemukakan oleh James Watson dan Francis Crick yang dikenal dengan sebutan Double Helix.

Teori ini pertama kali ditemukan pada tahun 1953 dan menyebutkan bahwa DNA memiliki struktur yang lonjong atau segitiga sama kaki bukannya bulat. Menurut keduanya, DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang tersusun rangkap pada tangga rantai, dan berulang – ulang membentuk Double Helix dan berpilin ke arah kanan.

DNA memiliki kandungan gula dan fosfat pada rantai utama, dan basa nitrogen yang berpasangan pada anak tangganya, dengan pasangan tetap Adenin (A) dan Timin (T), serta Guanin (G) dan Sitosin (C). Variasi pasangan basa inilah yang membentuk kode genetik pada sel.

Fungsi DNA

Bagi makhluk hidup, keberadaan DNA mempengaruhi sifat genetik dan juga karakternya, terutama karena urutan basa nitrogen dari masing – masing spesies juga berbeda. Perbedaan inilah yang membuat urusan kehidupan sehari – hari manusia menjadi lebih mudah. Beberapa fungsi DNA dalam kehidupan sehari – hari, diantaranya:

  • DNA Finger Print

Jika berbicara DNA, pasti banyak yang menghubungkannya dengan urusan forensik terutama sidik jari DNA. Bidang forensik dan kepolisian sering memanfaatkan fungsi ini untuk mengenali sidik jadi untuk mengenal identitas para tersangka. Sidik jari yang ditinggalkan oleh tersangka tindak kejahatan akan dikenali melalui DNA nya untuk ditangkap.

  • Pembawa Informasi Genetik

DNA merupakan gen yang membawa informasi genetik makhluk hidup berupa sifat dan ciri – cirinya. Sehingga tak heran seorang anak akan memiliki bagian dari ciri – ciri dan sifat dari orang tuanya, seperti warna kulit, bentuk wajah, mata, bibir, dll. Begitupula dengan sifat dan kepribadiannya.

Karena bersifat genetik, ciri – ciri tersebut tidak diharuskan sama dengan orang tua saja, tetapi bisa generasi sebelum orang tua seperti nenek atau kakek, bahkan buyut. Asalkan memiliki hubungan darah maka karakternya akan sama, meskipun lebih seperti tercampur dari gen ayah dan gen ibu.

Sering kali ada banyak kasus yang memanfaatkan fungsi ini untuk mencari anggota keluarganya yang hilang, sehingga untuk lebih memastikan maka perlu dilakukan tes DNA.

  • Berperan dalam Pewarisan Sifat

Terkadang fungsi ini dimanfaatkan di bidang bioteknologi dan kedokteran untuk membuat duplikasi makhluk hidup dengan mereplikasi DNA yang mewariskan sifat sel induk ke keturunannya. (Baca Juga : Pengertian Replikasi DNA)

  • Prediksi Kecacatan pada Janin

Untuk ibu hamil, memeriksan kondisi janin secara rutin ke dokter kandungan merupakan keharusan, sehingga ibu mengetahui kondisi janin sehat atau tidak sampai persalinan. Saat pemeriksaan, dokter akan menemukan struktur DNA pada janin apakah mengalami cacat secara genetic atau tidak. Jika terjadi masalah pada struktur DNA nya, maka sangat besar kemungkinan bayi yang dilahirkan dalam keadaan cacat fisik ataupun mental.

  • Mengekspresi Informasi pada Genetik

Gen – gen pembawa informasi pada DNA membentuk struktur protein tertentu, dan proses ini disebut dengan mekanisme sintesis protein. Proses pembentukan protein ini terbentuk karena terjadinya proses transkripsi DNA menjadi struktur RNA, juga dengan translasi RNA yang membentuk rantai polipeptida.

Baca Juga : Pengertian Transkripsi DNA

Meskipun DNA telah banyak diteliti dan terkuak pembentukan dan strukturnya, namun selalu saja ada hal – hal baru yang bisa ditemukan pada struktur tubuh makhluk hidup.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *