Cara Budidaya Tanaman Sorgum yang Cepat Menghasilkan

Cara Budidaya Tanaman Sorgum – Sorgum adalah salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena dapat digunakan sebagai bahan pangan, pakan dan bioenergi.

Cara Budidaya Tanaman Sorgum yang Cepat Menghasilkan

Cara Budidaya Tanaman Sorgum yang Cepat Menghasilkan

Selain itu, tanaman sorgum relatif mudah dibudidayakan karena tidak rentan terhadap perubahan cuaca.

Baca Juga : Penyakit Tanaman Sorghum

Beberapa hal yang harus diperhatikan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk budidaya tanaman sorgum yang cepat menghasilkan diantaranya adalah sebagai berikut.

Kondisi lingkungan tumbuh sorgum

Meskipun tanaman sorgum dapat tumbuh di lingkungan manapun, namun untuk bisa menumbuhkan tanaman sorgum yang cepat menghasilkan perlu dilakukan optimasi baik dari segi suhu maupun tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman sorgum.

Tanaman sorgum dapat tumbuh dengan baik di hampir semua jenis tanah, kecuali tanah podzolik merah kuning.

Namun, tanah yang paling cocok untuk budidaya tanaman sorgum adalah jenis tanah aluvial, andosol, vertisol, regosol dan mediteran dengan pH tanah berkisar antara 6,0 – 7,5.

Tanaman sorgum dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan 50-100 mm/ bulan dengan rentang 2 bulan pertama turun hujan, diikuti periode kering untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman sorgum.

Selain itu, pengairan perlu dilakukan sebanyak empat kali ketika musim kemarau.

Tanaman sorgum juga lebih cocok untuk ditanam di daerah bersuhu lebih dari 20oC dengan udara yang relatif kering.

Oleh karena itu, tanaman sorgum cocok ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian 1-500 dpI, serta mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup banyak.

Varietas sorgum terbaik agar cepat menghasilkan

Sorgum terdiri dari berbagai varietas yang memiliki daya hasil, umur panen dan kualitas biji yang berbeda-beda.

Varietas unggul memiliki karakteristik berumur genjah (kurang dari 80 hari), tinggi batang sedang (100-150 cm), biji berwarna putih, serta rasa biji yang enak.

Namun, tidak ada varietas yang memiliki semua kualitas tersebut, sehingga bibit yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan penanaman.

Apabila ingin diperoleh biji sorgum yang enak, maka dapat dipilih sorgum varietas lokal.

Sementara apabila sorgum akan digunakan untuk pakan ternak, maka dapat digunakan varietas unggul nasional.

Namun, apabila kondisi lahan relatif memiliki ketersediaan air yang terbatas, maka dapat dipilih sorgum varietas sangkur.

Proses penyiapan benih sorgum agar cepat menghasilkan

Untuk setiap satu hektar lahan, dibutuhkan sekitar 10-15 kg benih sorgum. Benih sorgum harus disimpan dalam wadah dengan kadar air sekitar 10% dan pada suhu ruangan 10-15oC.

Benih yang dapat digunakan adalah dalam bentuk bibitnya. Sebelumnya, perlu dilakukan penyemaian benih terlebih dahulu 15-20 hari sebelum waktu tanam sorgum. Tanah persemaian harus dibajak terlebih dahulu agar menjadi gembur.

Penyiapan lahan tanam sorgum

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman sorgum harus dibersihkan dahulu dari gulma atau tanaman lain yang mungkin mengganggu pertumbuhan tanaman sorgum.

Selain itu, pengolahan tanah juga dapat digunakan untuk menggemburkan tanah, sehingga memiliki drainase dan aerasi yang baik.

Penentuan waktu tanam sorgum yang optimum

Tanaman sorgum dapat ditanam sepanjang tahun, baik di musim hujan maupun kemarau.

Namun, penanaman sorgum di musim kemarau relatif memberikan hasil yang lebih rendah karena adanya hama dan jumlah air yang terbatas, sehingga akan lebih baik jika sorgum ditanam sebelum musim hujan dimulai, yaitu ketika bulan September-Oktober.

Namun, harus dipastikan drainase dari lahan baik agar tanaman sorgum tidak terendam air.

Penanaman sorgum agar cepat menghasilkan

Pertama-tama, dapat dibuat sejumlah lubang dengan jarak tanam sekitar 60 cm x 20 cm.

Apabila lahan tidak terlalu subur, maka jarak tanam harus dibuat lebih lebar agar unsur hara dan air dapat diserap lebih mudah oleh tanaman sorgum.

Kedalaman lubang dibuat sekitar 5 cm dengan tiap lubang dapat diisi 3-4 benih, lalu ditutup dengan tanah gembur atau pupuk organik. Penjarangan tanaman dapat dilakukan 2-3 minggu setelah proses penanaman.

Proses pemupukan tanaman sorgum yang optimal

Pupuk N dapat diberikan pada tanaman apabila tanah kekurangan kandungan N. Dosis pupuk N yang optimum adalah sekitar 100 kg/ha pada lahan kering dan 135 kg/ha pada lahan yang cukup basah. Pupuk N dapat diberikan ketika umur tanam sudah mencapai 10 hari.

Pupuk P juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan produktivitas sorgum. Takaran pupuk P tergantung pada jenis tanah yang digunakan, yang mana apabila digunakan tanah aluvial, maka dapat ditambahkan 50 kg P2O5/ha, sementara pada tanah mediteran, dapat diberikan hingga 60 kg P2O5/ha.

Panen sorgum di saat yang tepat

Tanaman sorgum dapat dipanen pada umur 3-4 bulan setelah dilakukan penanaman. Tanda-tanda sorgum sudah dapat dipanen adalah daun sorgum sudah mulai berubah warna menjadi kuning dan mulai mengering.

Itu dia beberapa cara budidaya tanaman sorgum agar cepat menghasilkan. Dengan melakukan semua langkah diatas, dijamin produktivitas tanaman sorgum Anda akan meningkat tajam. Selamat mencoba!

Baca Juga : Morfologi Tanaman Sorghum

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *