Pengertian, Ciri, Fungsi dan Letak Jaringan Floem (Phloem)

Diposting pada

Pengertian Jaringan Floem : Ciri, Fungsi dan Letak Jaringan Floem – Mempelajari tentang tumbuhan adalah bagian dari kajian ilmu biologi dan botani yang cukup mengasyikkan sekaligus cukup merangsang minat serta motivasi belajar dan sekaligus merangsang diri untuk berkreatifitas dengan alam. Apalagi belajar tentang jaringan flome.

Kita menjadi tahu, bahwa ternyata tumbuhan juga memiliki organ organ serta metabolisme tertentu yang menjamin kehidupan dirinya sendiri.

Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Sebuah aktifitas metabolis yang hampir sama dengan manusia. Salah satu organ metabolisme tumbuhan tersebut adalah jaringan Floem.

Bagi para pakar biologi, mungkin tidak asing lagi dengan istilah jaringan floem. Bahkan, mahasiswa jurusan biologi pun amat mengenalnya dan mampu menyebutkannya secara fasih.

Akan tetapi, bagi orang awam, istilah tersebut jarang didengar. Sehingga berkali kali harus membuka kamus biologi untuk bisa menemukan dan mengetahui definisinya.

Namun, untuk kali ini, anda tidak perlu lagi membuka kamus yang tebal hanya untuk mencari pengertian jaringan floem.

Karena hanya dengan menyimak artikel berikut ini saja, anda pasti mendapatkan pengertian yang jelas, lengkap dengan ciri ciri, fungsi dan letak dari jaringan tersebut.

PENGERTIAN JARINGAN FLOEM

Floem adalah jaringan super lengkap yang terangkai dari susunan beberapa sel seperti sel tapis, sel penyerta, kulit kayu, sel serabut yang berpadu dengan parenkin kulit kayu. Floem sendiri berbentuk sel pembuluh yang dikenal dengan istilah pembuluh tapis.

Floem tidak bisa dipisahkan dari jaringan lain yang disebut jaringan Xilem. Karena keduanya saling terkait, lengkap dengan model fungsi yang sama yaitu sebagai pengangkut air serapan dari akar yang akan digunakan oleh tumbuhan sebagai solusi penjaga intensitas kehidupannya.

Bukan itu saja, apabila daun berhasil memproduksi fotosintas, maka jaringan flome juga akan menjadi penyalurnya untuk dikirimkan dan disebarkan pada bagian bagian lain dari tumbuhan atau tanaman tersebut. Tujuannya adalah supaya proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal.

Selain pengertian diatas, floem ternyata juga disebut sebagai jaringan pengangkut sekaligus penyebar zat makanan pasca aktivitas fotosintesis yang dimulainya dari daun lalu dikirimkan secara alami ke bagian tumbuhan.

CIRI CIRI JARINGAN FLOEM

Jaringan floem memiliki ciri ciri atau tanda tanda yang membedakannya dengan jaringan tumbuhan lain termasuk membedakannya dengan jaringan xilem. Berikut ini merupakan ciri ciri pembeda tersebut, yaitu :

  1. Jaringan Floem
  2. Jaringan terdiri dari sel sel yang hidup dan kuat
  3. Seluruh jaringan memiliki dinding yang disebut dinding selulosa
  4. Terdapat berbagai macam dinding melintang dan sebagian berpori.
  5. Didalamnya terdapat sel pembuluh tapis
  6. Jaringan yang memiliki sel kompleks seperti albumen, parenkim dan serat.
  7. Jaringan Xilem
  8. Seluruh jaringannya terbangun dari sel yang mati atau lemah
  9. Jaringan hanya memiliki dinding yang terbuat dari sel tipis
  10. Semua dinding terbuat dari lignin padat
  11. Jaringan tidak memiliki sitoplasma
  12. Aliran suplay selalu naik ke atas
  13. Jaringan yang menjadi pembentuknya sebagian besar adalah serabut.

FUNGSI JARINGAN FLOEM

Tanpa jaringan floem, bisa dipastikan tanaman tidak akan bisa hidup. Sebab, fungsi jaringan ini sangat vital. Salah satunya adalah untuk mensuplay makanan pada tumbuhan.

Untuk lebih jelasnya berikut ini kami list fungsi fungsi dari jaringan floem bagi tumbuhan atau tanaman yaitu :

  1. Sebagai alat transportasi senyawa di dalam tumbuhan
  2. Sebagai penyalur nutrisi makanan bagi tanaman
  3. Bekerja sebagai distribusi air serapan akar untuk disebar ke bagian tanaman lain.
  4. Membantu kelancaran proses fotosintesis tanaman dengan mensuplay makanan hasil secara cepat.
  5. Pengangkut gula dan senyawa organik hasil fotosintetis.
  6. Jaringan pengatur zat hara dari akar agar bisa diterima secara ideal oleh daun.

Jika dilihat dari fungsi fungsi diatas, tentu wajar kalau jaringan floem dianggap nyawa dari tumbuhan.

Karena tanpa kerja aktifnya, tumbuhan tidak akan mendapatkan makanan, tidak mampu berfotosintetis, hingga kekurangan air yang akan berefek pada kematian secara cepat.

LETAK JARINGAN FLOEM

Untuk tumbuhan monokotil, Posisi jaringan floem berada pada tempat yang tersembunyi. Biasanya posisi jaringan ini berada tepat di akar, batang dan daun dengan jenis sebaran yang acak.

Fungsi dari pemetaan letak ini supaya suplay makanan, cairan, zat hara dan lain lain bisa lebih lancar. Istilahnya adalah jaringan flome terdiri dari terminal terminal.

Khusus tumbuhan dikotil, letak jaringan flome sedikit berbeda dengan jaringan lain. Jika yang lain memposisikan dirinya di dalam kambium, jaringan floem justru ada di area luarnya.

Itulah artikel kami kali ini tentang pengertian, fungsi dan letak dari jaringan floem sebagai jaringan vital dari tanaman.

Semoga dengan artikel ini bisa meningkatkan motivasi anda untuk terus mempelajari ilmu biologi utamanya yang berhubungan dengan tanaman atau tumbuhan.

Baca Juga : Fungsi Hormon Brassinosteroids Pada Tumbuhan

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *