Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis, Manfaat dan Prinsip Kerja Booting

Pengertian Booting : Jenis, Manfaat dan Prinsip Kerja Booting – “ Bermasalah dengan komputer? Tinggal lakukan proses Booting, otak atik sedikit, selesai! Komputer kembali hidup dengan normal “.

Pernah dengar narasi diatas? Nah, jika kita mengakui kalau memperbaiki komputer yang sedikit error bisa dengan booting, maka tentu masalah Booting harus kita pelajari sampai mahir.

Sehingga kita bisa mengaktualisasikannya ketika komputer atau laptop kita sedang bermasalah.

Komputer jenis apapun tidak mungkin hidup tanpa adanya proses booting. Karena proses booting ini sudah di set untuk memberikan perintah kepada BIOS agar segera membaca sekaligus menyalurkan berbagai hardware baik internal maupun eksternal ke dalam komputer.

Sehingga dengan proses booting anda akan mengetahui software apa yang aktif dan aman serta hardware apa yang sedang error dan yang selamat.

Nah, saking pentingnya pengetahuan tentang proses Booting ini, maka  pada artikel berikut ini, kami akan mencoba mengangkat tema tentang booting.

Yang mana, penjelasannya akan kami urai secara singkat dari segi pengertian, jenis dan manfaatnya. Silahkan disimak semoga berguna untuk  para tehnisi komputer dan blogger yang memang harus memahami tentang masalah  ini.

PENGERTIAN BOOTING

Booting adalah mode siap sedia sebuah sistem operasi sebelum masuk dalam memori Laptop atau komputer. Itu artinya, booting dilakukan untuk membaca seluruh kinerja perangkat keras komputer yang disebut dengan hardware baru setelah perangkat oke, operasi sistem komputer bisa diaktifkan.

Biasanya, aktivitas booting terjadi pada awal mula komputer dihidupkan bukan saat komputer sudah di shut down.

Ketika komputer baru dinyalakan biasanya memori di dalam komputer masih kosong karena CPU masih belum dialiri oleh listrik. Sehingga processor tidak bisa melakukan intervensi pencarian atau search terhadap alamat BIOS.

Nah, ketika sudah ada aliran listrik baru processor mencari alamat BIOS lengkap dengan hardware lain sekaligus membaca kesiapan perangkat perangkat tersebut sebelum operasi sistem dihidupkan.

Perangkat keras yang dibaca oleh processor pada saat terjadinya proses booting adalah kesiapan video card, ROM hardware, kapasitas memori dan Disk serta boot sector yang terdapat di dalam hardisk atau floppy disk.

Yang perlu saya garis bawahi disini adalah proses booting tidak akan pernah terjadi jika didalam komputer kita tidak terinstal yang namanya Basic Input Output System yang dikenal dengan istilah BIOS.

BIOS sendiri berisi kode kode atau sandi perangkat lunak yang ada pada tiap tiap komputer. BIOS inilah yang berfungsi sebagai pembaca intruksi permintaan perangkat untuk melakukan proses booting.

JENIS JENIS BOOTING

Menurut para ahli komputer, jenis booting terbagi menjadi dua yaitu cold Booting dengan Warm Booting dengan penjelasan sebagai berikut :

  • Cold Booting

Cold booting adalah proses booting yang dilakukan di awal, pasca anda mengklik power atau booting yang dilakukan ketika komputer atau laptop sedang off atau mati.

  • Worm Booting

Worm Booting adalah proses booting yang dilakukan pada saat komputer sedang on atau sedang menyala. Untuk melakukan proses ini anda tidak perlu klik power lagi tetapi cukup memanfaatkan shurtcut yang ada pada keyboard anda yaitu mengklik secara bersamaan tombol reset dipadukan dengan Ctrl Alt dan Del.

MANFAAT BOOTING

Manfaat proses booting tidak bisa dilepaskan dari peran kerja BIOS. Yang mana kerja BIOS adalah untuk menampilkan berbagai informasi yang bisa dilihat secara visual tentang kesiapan perangkat keras pada saat komputer diaktifkan.

Selain itu, proses booting yang dilakukan akan menginstruksikan BIOS agar juga menyambungkan secara cepat perangkat internal komputer dengan perangkat eksternal seperti mouse dan keyboards.

Sehingga dengan adanya booting, anda bisa mengetahui secara jelas, perangkat apakah yang sedang terganggu dan yang sedang siap untuk membantu proses kerja anda dengan komputer atau laptop anda.

PRINSIP KERJA BOOTING

Prinsip kerja atau sistem kerja Booting komputer ada 5, yaitu :

  1. Ketika komputer dihidupkan, processor akan menginstruksikan BIOS agar mencari alamat alamat hardware.
  2. Sistem kerja yang kedua adalah BIOS memegang sistem operasi komputer sementara. Tujuannya adalah untuk mengecek sumber data yang terdapat di dalam memori yang tersambung ke komputer. Jika sampai disini ditemukan masalah, maka proses BIOS terhenti, tetapi masih mau mengirimkan tanda kalau sedang ada masalah dengan sumber data dan device yang lain.
  3. Proses BIOS akan berlanjut ke search kartu grafis komputer lalu mengaktifkannya. Pada proses ini BIOS juga melakukan tester pada ROM.
  4. Jika proses dan sistem kerja diatas rampung, baru BIOS akan mencari SO yang terinstal pada memory dan menghidupkannya. Jika Sistem Operasi komputer anda bermasalah, secara otomatis, processor akan menampilkan deskstop berisi BIOS.
  5. Setelah BIOS berubah menjadi sistem Operasi, anda sudah bisa menggunakan komputer dengan normal.

Itulah pengertian, fungsi, jenis, manfaat dan prinsip kerja Booting. Jadi, jika komputer anda bermasalah, dan mengharuskan untuk dilakukan Booting, maka kini anda sudah pasti tahu cara menggunakannya.

Baca Juga : Pengertian Network Attached Storage

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018