Pengertian UPS Adalah : Fungsi dan Cara Kerja UPS

Pengertian UPS Adalah : Fungsi dan Cara Kerja UPS – Tentu kalian pernah mengalami pemadaman listrik, kan? Biasanya kita akan merasa kesal jika ini terjadi, apalagi kalau kejadiannya saat tengah bekerja di depan komputer.

Pengertian UPS Adalah : Fungsi dan Cara Kerja UPS

Pengertian UPS Adalah : Fungsi dan Cara Kerja UPS

Hal ini tentu cukup berbahaya bagi komputer yang suka mati mendadak apalagi data-data yang ada didalamnya juga rentan hilang.

Sebenarnya, tidak hanya ketika listrik padam mendadak, pada kondisi normalpun, arus listrik seringkali tidak stabil.

Kondisi ini cukup berbahaya bagi perangkat elektronik termasuk komputer karena ketidakstabilannya akan menyerang power supply dan merusak komponen-kompen di komputer itu sendiri.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka komputer dianjurkan menggunakan UPS. Lantas seperti apa sih UPS itu dan bagaimana bisa membantu mengatasi masalah kelistrikan untuk barang elektronik?

Baca Juga :

Pengertian UPS

UPS (Uninterrutible Power Supplies) adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk menyediakan cadangan listrik sementara ketika arus listrik utama terputus dan agar aliran listrik tetap stabil.

Meskipun lebih umum digunakan di komputer, tapi sebenarnya perangkat UPS dapat digunakan untuk segala jenis alat elektronik yang sensitif terhadap kestabilan arus dan tegangan listrik.

Sekali lagi bahwa UPS ini hanya menyediakan listrik sementara agar pengguna alat elektronik bisa mematikan perangkatnya dengan benar, bukan untuk membuat alat elektronik tetap terus menyala.

Pada umumnya, UPS yang paling sering dikenal ialah UPS jenis Standby dan jenis On-line. Tapi sebenarnya, ada juga UPS jenis lain yaitu Line Interactive, Double Conversion On Line, dan Delta Conversion On Line.

  1. UPS jenis Standby atau Off line adalah UPS yang biasa digunakan di rumah atau perorangan karena ukurannya kecil dan relatif murah. UPS ini mampu melakukan filtasi terhadap gangguan daya dan pengelolaan arus.
  2. UPS jenis Line Interactive adalah UPS yang paling sering dipakai pada unit small business, pengembangan web, dan sejumlah server yang berada di departemen pemerintahan. Hal ini karena UPS ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi serta mampu menyesuaikan voltase yang cukup baik.
  3. UPS jenis Double Conversion On Line adalah UPS dengan daya lebih dari 10kVA. Mirip dengan jenis Standby, hanya saja UPS Double Conversion On Line memiliki sumber tenaga utama yang berada di Inverter, bukan pada sumber listrik AC. Meskipun terbilang sangat ideal dan bekerja dia atas rata-rata, tapi UPS ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.
  4. UPS jenis Delta Conersion On Line adalah UPS dengan Inverter untuk memasok voltase. UPS jenis ini memiliki dua fungsi yaitu mengendalikan karakteristik power input dan untuk mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada baterai.

Fungsi UPS

Jika dijabarkan lebih terperinci, maka UPS memiliki fungsi-fungsi utama, yaitu :

  • Memberi cadangan energi listrik sementara ketiga daya listrik utama mati, sehingga memberi kesempatan pengguna untuk melakukan backup dan mematikan komputer dengan benar
  • Mengamankan sistem komputer dari gangguan listrik yang dapat merusak software bahkan hardware
  • Secara otomatis melakukan stabilisasi tegangan ketika pasokan listrik yang digunakan tidak stabil
  • UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga pengguna dapat dengan mudah mengantisipasi jika ada gangguan sistem
  • Khusus UPS tertentu, ada juga yang dilengkapi dengan fuse pengaman anti petir

Cara Kerja UPS

UPS memiliki dua sumber daya listrik yaitu Primary Power Surce yang berasal dari listtik PLN (main power) dan Secondary Power Source yang berasal dari baterai UPS. Pada saat listrik utama mati maka switch di dalam UPS akan secara otomatis mengaktifkan Secondary Power Source.

UPS komputer membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC.

Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.

Berikut komponen-komponen utama di UPS dan peran kerjanya masing-masing :yaitu Baterai, Rectifier, dan Inverter.

  1. Baterai pada UPS berjenis lead-acid atau nikel-cadmium. Baterai ini berupa rangkaian pengisi tegangan dari listrik utama sehingga baterai bisa di charge sampai penuh dan digunakan saat terjadi gangguan tegangan/arus listrik. Biasanya kapasitas baterai ini mampu menyimpan tegangan maksimal selama 30 menit.
  2. Rectifier atau penyearah berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik utama. Hal ini memiliki manfaat pada saat pengisian baterai.
  3. Sedangkan Inverter berfungsi sebaliknya, yaitu mengubah arus DC menjadi arus AC. Hal ini dilakukan saat baterai pada UPS digunakan untuk memberi tegangan ke komputer.

UPS bekerja berdasar kepekaan akan tegangan. UPS akan menemukan penyimpangan arus listrik misal Noise (tengangan yang naik turun), brownout (kenaikan arus secara tiba-tiba), dan blackout (sumber arus tidak bekerja atau mati).

Baca Juga :

Pada saat itulah UPS berpindah ke operasi on –battery, bahkan jika kualitas listrik kurang, UPS mungkin akan sering berubah ke operasi on-battery.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *