Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Gejala, Dampak dan Akibat Demam Berdarah Dengue

Pengertian Demam Berdarah Dengue : Gejala, Dampak dan Akibat Demam Berdarah Dengue – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akut yang ditularkan oleh nyamuk dan dapat ditemukan di berbagai wilayah tropis dan subtropis.

Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara merupakan wilayah endemik dari penyakit ini, yang mana banyak masyarakat di seluruh penjuru Indonesia yang terinfeksi penyakit tersebut.

Baca Juga : Prosedur Elektrokardiograf

Pengertian Demam Berdarah Dengue

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk tersebut pada manusia.

Aedes aegypti adalah spesies nyamuk yang dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis dan sering menginvasi pada musim hangat. Nyamuk jenis ini berkembangbiak di genangan air bersih, maupun di luar rumah, baik di lubang pohon atau lipatan daun.

Beberapa ciri dari nyamuk jenis ini adalah memiliki badan kecil berwarna hitam dan terdapat bintik-bintik putih dengan jarak terbang rata-rata mencapai 40-400 m. Sementara itu, terdapat juga nyamuk jenis Aedes Albocpictus yang dapat hidup di ketinggian mencapai 180 m di atas permukaan laut.

Virus dengue termasuk ke dalam arbovirus grup B yang terdiri dari empat tipe, yaitu tipe 1, 2, 3 dan 4. Virus dengue berukuran 40 nm dan dapat berkembangbiak dengan baik di berbagai kultur jaringan.

Terdapat dua teori mengenai manifestasi yang lebih berat berupa teori infeksi primer atau virulensi, yang mana terjadi mutasi dari virus dengue menjadi lebih virulen. Selain itu, mungkin juga terjadi teori infeksi sekunder, yang mana termasuk manifestasi berat berupa infeksi ulangan oleh virus dengue dengan tipe berbeda dibandingkan infeksi sebelumnya.

Gejala Demam Berdarah Dengue

Terdapat tiga kemungkinan ketika seseorang terinfeksi oleh nyamuk yang memiliki virus dengue, yaitu asymtomatis yang mana pasien tidak mengalami gejala karena pasien bersangkutan memiliki kekebalan terhadap virus dengue tersebut.

Kemungkinan lain adalah pasien tersebut mengalami demam dengue dengan gejala demam tinggi tiruan pada kulit, nyeri pada belakang bola mata, nyeri pada kepala, nyeri pada otot, nyeri pada punggung dan nyeri pada sendi. Dalam kasus ini, nyeri akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 5 hari.

Kemungkinan terakhir, pasien mengalami demam berdarah dengue, dengan gejala berupa demam dengue, disertai pendarahan pada kulit dan organ tubuh yang lain hingga menimbulkan pendarahan di hidung, gusi dan saluran pencernaan.

Selain itu, mungkin juga terjadi komplikasi berupa syok, pendarahan yang berat hingga kematian.

Gejala dari penyakit ini adalah munculnya demam mendadak, sakit kepala, nyeri di bagian belakang bola mata, mual, serta terjadinya pendarahan berupa mimisan atau gusi berdarah hingga timbulnya kemerahan di permukaan tubuh penderita.

Pada fase pertama (1-3 hari), pasien akan mengalami demam tinggi 40oC. Selanjutnya pada fase kedua (4-5 hari), demam pasien akan turun hingga 37oC.

Fase ini merupakan fase yang kritis, namun tidak terdapat gejala yang jelas pada pasien, sehingga sering dianggap bahwa pasien sudah sembuh.

Apabila pasien tidak mendapatkan pengobatan yang tepat pada fase ini, maka akan terjadi dampak yang fatal berupa penurunan trombosit pasien secara drastis.

Fase ketiga (6-7 hari), yang mana pada fase ini, pasien akan kembali mengalami demam, yang mana jumlah trombosit perlahan akan kembali normal. Fase ini disebut sebagai fase pemulihan.

Baca Juga : Pengertian Trombosit

Dampak Demam Berdarah Dengue

Pada penderita demam berdarah dengue, mungkin terjadi demam, pendarahan, kulit dingin pada bagian ujung hidung, hingga pasien mengalami gelisah.

Selain itu, mungkin juga terjadi perbesaran hati ketika awal pasien terinfeksi penyakit dengan ukuran bervariasi dan dapat diraba 2-4 cm di bagian bawah dada kanan.

Sementara itu, mungkin juga terjadi penurunan jumlah leukosit dan neutrofil pada akhir fase demam.

Di lain sisi, terdapat juga penurunan jumlah sel trombosit hingga mencapai kurang dari 100.000/mm3. Nilai hematrokrit juga mungkin mencapai peningkatan hingga lebih dari 20%.

Selain itu, mungkin juga terjadi penurunan albumin, namun hanya dalam waktu yang singkat. Pada kasus-kasus tertentu, mungkin terjadi disfungsi hati atau hipoproteinemia.

Akibat Demam Berdarah Dengue

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan menimbulkan sejumlah 160 kematian, yang mana 100 kematian tersebut terjadi pada anak-anak. Dalam periode tiga bulan, 115.000 orang harus dirawat di rumah sakit.

Sementara wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat mengalami dampak paling serius terkait penyakit DBD, terutama sejak tahun 1995.

Ketika musim hujan, yang mana terjadi penurunan suhu yang drastis, maka akan terjadi peningkatan laju penyakit DBD karena dengan suhu yang rendah, maka nyamuk Aedes dewasa akan lebih lama bertahan, serta lebih mudah bereproduksi.

Di Asia, penyakit DBD termasuk ke dalam sepuluh penyakit yang menyebabkan banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian pada anak-anak.

Itu dia pengertian, gejala, dampak dan akibat demam berdarah dengue. Apabila Anda tidak ingin terinfeksi penyakit ini, maka Anda harus selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Anda dan segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mengalami gejala yang telah disebutkan diatas.

Baca Juga : Cara Mengobati Penyakit Parkinson

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018