Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Fungsi dan Proses Terbentuknya Trombosit

Pengertian Trombosit : Fungsi dan Proses Terbentuknya Trombosit – Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai trombosit.

Pengertian, Fungsi dan Proses Terbentuknya Trombosit

Pengertian, Fungsi dan Proses Terbentuknya Trombosit

Jika Anda pernah terserang demam berdarah, maka elemen darah trombosit ini yang sering dibahas oleh dokter. Namun, apakah Anda benar-benar sudah memahami apa itu trombosit?

Berikut pengertian, fungsi dan proses terbentuknya trombosit yang akan dirangkum secara ringkas dan lengkap.

Pengertian trombosit

Trombosit atau yang juga dikenal sebagai keping darah merupakan salah satu unsur selular darah yang sangat penting bagi mahkluk hidup.

Trombosit memiliki bentuk cakram bulat, oval, bikonveks, tidak berinti dan tidak teratur dengan masa hidup sekitar 10 hari.

Tiap manusia memiliki jumlah trombosit sekitar 150 – 400 x 109/liter (150.000-400.000/mL) dalam tubuhnya, yang mana sekitar 30-40% trombosit terdapat di dalam limpa, sementara sisanya bersirkulasi di darah untuk menjalankan berbagai fungsinya.

Trombosit memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan eritrosit dan leukosit, yaitu sekitar 2-4 µm.

Fungsi trombosit

Trombosit memiliki fungsi penting dalam proses pembekuan darah. Trombosit yang awalnya bersirkulasi di darah akan tertarik ke daerah pembuluh yang mengalami kerusakan karena adanya mediator yang dilepaskan oleh dinding pembuluh ketika terjadi kerusakan yang mana akan menjadi sinyal datangnya trombosit.

Trombosit akan melekat di permukaan pembuluh yang rusak, mengeluarkan senyawa endogen berupa histamin dan serotonin yang akan menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah.

Baca Juga : Pengertian Pembuluh Nadi

Vasokonstriksi berfungsi untuk mengurangi jumlah darah yang keluar dari tubuh ketika tubuh terluka dan pembuluh rusak.

Selain itu, trombosit juga bisa berubah bentuk menjadi lengket dan agak menggumpal membentuk sumbatan trombosit pada daerah yang rusak, sehingga darah tidak bisa keluar dari bekas pembuluh darah yang terluka.

Proses lengkap dari proses pembekuan darah oleh trombosit adalah pada awalnya ketika terjadi luka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase.

Enzim trombokinase berperan dalam merangsang perubahan prothrombin menjadi thrombin melalui keberadaan vitamin K dan Ca2+.

Setelahnya, thrombin akan merangsang perubahan fibrinogen dalam plasma darah menjadi fibrin.

Fibrin merupakan benang-benang yang akan membentuk semacam anyaman dan menjaring darah agar eritrosit dalam darah tidak bisa keluar dari tubuh dan luka akan tertutup.

Dalam fungsi penggumpalannya, trombosit memiliki mekanisme umpan balik, yaitu dikeluarkannya prostaglandin tromboksan A2 yang berfungsi untuk merangsang penguraian trombosit dan menyebabkan vasokonstriksi lanjutan, serta prostasiklin I2 yang berfungsi merangsang agregasi trombosit dan pelepasan pembuluh darah.

Bahan-bahan ini dikeluarkan oleh trombosit untuk membatasi luas penggumpalan yang mereka hasilkan, mencegah timbulnya emboli yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Secara normal, terdapat faktor antipenggumpalan yang akan mencegah penggumpalan spontan ketika tidak ada cedera atau pendarahan.

Namun dalam beberapa kasus, trombosit akan berkumpul, sehingga akan terbentuk fibrin yang terkoagulasi.

Gumpalan ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular, yang merupakan salah satu penyakit pada jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung ini menyebabkan hingga separuh jumlah kematian penduduk di Amerika serikat.

Hal ini karena penyakit kardiovaskuler dapat menyebabkan terjadinya penyakit lanjutan seperti serangan jantung, yaitu kematian jaringan pada otot jantung karena penyumbatan satu atau lebih arteri koroner dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan terhambatnya aliran oksigen ke jantung, sehingga jantung lama-kelamaan berhenti berfungsi.

Kemungkinan lain adalah terjadinya stroke, yaitu kematian jaringan saraf dalam otak karena terjadinya penyumbatan pada bagian arteri di kepala.

Kedua penyakit ini disebabkan karena adanya thrombus yang menyumbat arteri. Thrombus tersebut bisa terbentuk di arteri koroner, arteri di otak atau di bagian sistem sirkulasi darah yang lain.

Apabila terbentuk di daerah lain, maka penyakit yang terjadi disebut sebagai aterosklerosis.

Sementara, apabila gumpalan bergerak diangkut bersama aliran darah, maka akan terbentuk embolus yang akan tersangkut pada bagian arteri yang terlalu kecil untuk dilewati, biasanya di jaringan jantung atau otak.

Proses terbentuknya trombosit

Pada awalnya, trombosit juga berasal dari sumber yang sama dengan eritrosit dan leukosit, yaitu dari sel induk pluripoten dalam sumsum merah tulang, khususnya pada bagian tulang rusuk, tulang dada, tulang punggung dan pelvis.

Setelahnya, sel pluripoten akan berdiferensiasi menjadi sel induk limfoid dan sel induk mieloid.

Sel induk limfoid akan menghasilkan sel B dan Sel T, sementara sel induk myeloid akan membentuk trombosit, eritrosit dan sel darah putih monosit, neutrofil, eosinofil dan basofil.

Trombosit dibentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit. Megakariosit adalah trombosit berukuran besar yang terdapat di dalam sumsum tulang.

Trombosit akan membentuk tunas pada permukaan megakariosit, lalu melepaskan diri dan masuk ke dalam darah.

Trombosit yang sudah berakhir masa hidupnya atau sudah tua akan diambil oleh makrofag jaringan atau makrofag limpa dari sistem peredarah darah.

Itu dia pengertian, fungsi, serta proses terbentuknya trombosit dalam tubuh Anda. Apakah sekarang Anda sudah lebih memahami mengenai trombosit?

Baca Juga : Pengertian Hemoglobin

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018