Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian PancasilaHari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila adalah dua nama yang hampir serupa namun memiliki makna yang jauh berbeda.

Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

Banyak masyarakat yang bingung bahwa dalam satu tahun kita memperingati dua kali hari pancasila.

Pada tanggal 1 Juni masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sedangkan di tanggal 1 bulan yang berbeda yaitu di bulan Oktober masyarakat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Meskipun sama-sama hari pancasila namun sejarah yang terukir di tiap hari tersebut berbeda.

Pada tanggal 1 Juni yang diperingati sebagai Hari lahir Pancasila memiliki cerita sejarah tersendiri.

Berawal dari penetapan pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang telah dirancang dari masa pra proklamasi dalam rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Jepang pada tanggal 29 April 1945. Kata pancasila pertama kali diucapkan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI.

Pada saat itu Soekarno belum menjadi presiden, di sebuah ruangan di Gedung Chuo Sangi In yang saat ini telah berubah nama menjadi Gedung Pancasila mencetuskan idenya dalam sebuah pidato yang menawarkan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Di hadapan 65 anggota sidang BPUPKI, Soekarno menyodorkan sebuah kata yang memiliki arti lima dasar negara yang disebut pancasila. Panca artinya lima dan sila artinya asas atau dasar.

Pancasila adalah lima dasar dalam mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi.

Soekarno bukan satu-satunya orang yang merumuskan pancasila untuk menjadi dasar negara.

Ketua BPUPKI Radjiman Wediodiningrat, Mohamad Yamin, dan Soepomo juga menyampaikan idenya mengenai pancasila yang akan dijadikan dasar negara.

Dengan adanya perbedaan pandangan dari para tokoh tersebut maka lahirlah Panita Sembilan yang berisi sembilan anggota yang antara lain Soekarno, Mohammad hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohamad Yamin dan Wahid Hasjim.

Akhirnya dari panitia sembilan tersebut berhasil merumuskan dasar-dasar negara kedalam pembukaan dalam Undang-Undang Dasar yang disebut Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Di dalam Piagam jakarta tersebut didalamnya terdapat rumusan pancasila yang telah disahkan.

Maka dengan tercetusnya kalimat pancasila dar Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI tersebut, maka dari situlah dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Berbeda dengan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober merupakan hari dimana masyarakat Indonesia memperingati jasa para pahlawan dalam peristiwa G30S/PKI.

Insiden yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan akan kebenaran ceritanya. 30 September merupakan hari yang tragis bagi para pahlawan Indonesia.

Pada hari itu telah terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal terbaik bangsa Indonesia. Para jenderal tersebut diperlakukan secara kejam oleh PKI, mereka dibunuh lalu jasadnya dibuang di dalam sebuah sumur tua yang terletak di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Saat ini tempat tersebut menjadi tempat bersejarah yang disebut Monumen Pancasila Sakti.

Gerakan G30S/PKI merupakan peristiwa yang membuat suasana di Indonesia menjadi kacau.

Rakyat menjadi ketakutan karena pimpinan negara mereka tidak diketahui keberadaannya.

Pasukan tentara nasionalpun telah habis dibunuh dan diculik. Negara dikuasai oleh PKI yang telah berhasil membunuh para pimpinan TNI dengan kejam. Dari peristiwa tersebut lahirlah komunis dan non-komunis.

Hingga saat ini masyarakat masih menyisakan luka yang mendalam atas kejadian tersebut, banyak dari masyarakat yang masih menyimpan rasa sakit hati kepada para korban keturunan komunis.

Pancasila sebagai pemersatu di goyahkan oleh kelakuan dari komunis yang ingin menguasai negara Indonesia.

Namun setelah mendengar peristiwa berdarah tersebut, kepemiminan diambil alih oleh Mayor Jenderal Soeharto. Operasi Militer dilakukan untuk merebut kembali kekuasaan yang telah diambil oleh pemberontak G30SPKI.

Peristiwa yang telah memakan ratusan ribu korban ini menjadi peristiwa abadi yang sampai sekarang tidak pernah diusut keadilannya terhadap para korban yang tewas mengenaskan.

Tujuan utama dari adanya peristiwa G30S/PKI ini yaitu pertarungan antara ideologi pancasila dengan komunisme.

Dengan berhasilnya Indonesia kembali menjadi kondusif maka membuktikan bahwa Pancasila berhasil menjadi dasar negara yang mampu mengalahkan PKI dalam aksi komunismenya yang telah meruntuhkan sebagian warga negara Indonesia.

Dari kemenangan tersebutlah yang menjadikan hari bersejarah pada tanggal 30 September 1965 menjadi Gerakan 30 September/ Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI dan berhasil diselesaikan pada tanggal 1 Oktober 1965 yang disebut sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Baca Juga :

Dengan ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila diharapkan agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menghargai dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang membentuk dan mempertahankan Indonesia dengan menaruhkan nyawanya sehingga msyarakat dapat menikmati kehidupan yang damai yang saat ini dirasakan.

Masyarakat tetap memegang teguh nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan menerapkannya di dalam kehidupan.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *