Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sistem, Ciri, Jenis, Fungsi dan Contoh Pencernaan Amfibi

Sistem, Ciri, Jenis, Fungsi dan Contoh Pencernaan Amfibi –  Amfibi adalah hewan yang memiliki tulang pada bagian belakang dimana hewan tersebut dapat hidup di dua alam, yaitu di air dan juga di darat. Amfibi adalah hewan yang tidak memiliki bulu atau sisik.

Sistem, Ciri, Jenis, Fungsi dan Contoh Pencernaan Amfibi

Sistem, Ciri, Jenis, Fungsi dan Contoh Pencernaan Amfibi

Apa  ciri-ciri hewan amfibi ?

  • Amfibi adalah satu-satunya hewan yang memiliki proses metamorfosis dengan lengkap.
  • Amfibi memiliki kulit yang halus, tipis. Pada kulit amfibi mengandung kelenjar racun dan lendir.
  • Memiliki sebuah jantung yang terdiri dari tiga bagian , dua atrium dan satu ventrikel.
  • Amfibi mempunyai peredaran darah yang tertutup.
  • Amfibi mempunyai kaki yang berselaput.
  • Telur yang dihasilkan pada umumnya ditaruh didalam air atau lingkungan daerah yang lembab atau tidak kering, dan membuahinya dengan cara eksternal.
  • Amfibi merupakan hewan yang termasuk hewan berdarah dingin, maka dari itu amfibi dapat mengatur suhu tubuh dari luar tubuh amfibi.
  • Sistem Pernapasan yang digunakan pada masa menjadi larva adalah insang sedangkan setelah dewasa menggunakan paru-paru
  • Memiliki Sistem pencernaanyang Pada Permukaan lidah amfibi mengandung zat perekat yang memiliki fungsi untuk menangkap mangsa.
  • Amfibi mempunyai ginjal dan saluran kemih yang dapat mengatur proses eksresi.
  • Mempunyai sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.
  • Sistem inderaberupa mata, hidung dan juga telinga. Kepala amfibi memiliki bentuk seperti segitiga, dan memiliki sepasang mata, Pada kelopak mata bawah terdapat membran tipis yang memiliki nama membran niktitans. Membran ini memiliki fungsi untuk melindungi mata dari gesekan air. Hidung amfibi berhubungan langsung dengan rongga mulutnya. Telinga amfibi terdiri dari telinga tengah dan telinga dalam, mereka tidak memiliki telinga luar. Pada telinganya juga terdapat saluran yang memiliki hubungan dengan yang disebut tuba eustachius, saluran ini memiliki fungsi untuk menyesuaikan tekanan udara pada lingkungan luar tubuh dengan lingkungan dalam tubuh.
  • Memiliki proses perkembangbiakan dengan cara bertelur lalu telur tersebut ditaruh dalam air atau temoat yang lembab.

Jenis-jenis amfibi :

  • Frogs : katak merupakan amfibi, mempunyai tubuh yang pendek, tangan kaki dan jarinya memiliki selaput, bagian matanya menonjol dan tidak memiliki ekor. Katak adalah pelompat yang baik karena memiliki kaki yang panjang dan sangat kuat. Kodok sejenis katak, katak terbagi menjadi dua jenis yaitu ‘katak amerika dan katak panah racun’.
  • Salamander : jenis salamander seperti kadal, mempunyai tubuh yang kurus, kakinya pendek dan salamander mempunyai ekor. Jenis salamander ini memiliki kemampuan yang dapat mengembalikan atau menumbuhkan lagi jika ada bagian anggota tubuh yang hilang atau tidak ada pada bagian tubuh lainnya. Salamander sangat menyukai daerah yang basah dan lembab. Hewan yang berjenis salamander adalah kadal.
  • Caecilian : jenis amfibi ini tidak mempunyai kaki dan lengan. Jenis ini seperti cacing dan ular, hewan jenis caecilian dapat memanjang hingga 4 kaki. Hewan tersebut mempunyai tengkorak ang sangat kuat dan hidung yang tajam guna menggali tanah dan lumpur.

Alur pencernaan yang dimiliki amfibi adalah sebagai berikut :

Rongga mulut = kerongkongan = lambung = usus hakus = usus besar = kloaka

Dari sistem pencernaan diatas berikut dijelaskan mengenai fungsi dari organ sistem pencernaan tersebut.

1). Rongga mulut

Rongga mulut amfibi memiliki bentuk gigi berbentuk kerucut seperti V dan terdapat pada bagian rahang atas dan rahang bawah.

Pada bagian rongga mulut terdapat lidah yang mempunyai fungsi guna memangsa serangga kecil dengan dibasahi dengan air liur yang dimilikinya.

Rongga mulut ini memiliki fungsi untuk menjadi pelindung bagian gigi dan lidah dan juga pada saat hewan amfibbi ini memasukkan makanan kedalam mulutnya.

2). Kerongkongan

Kerongkongan yang dimiliki hewan amfibi ini pendek. Kerongkongan amfibi memiliki fungsi untuk mengantarkan makanan dari rongga mulut ke bagian organ lambung.

3). Lambung

Fungsi lambung yang terdapat pada amfibi ialah untuk menimpan cadangan makanan.

Lambung pada katak dibagi menjadi dua bagian, tempat dimana masuknya makanan mulai dari kerongkongan dan tempat keluarnya makanan ke usus. Lambung amfibi juga memiliki fungsi untuk memecah-mecahkan makanan sampai menjadi partikel kecil.

4). Usus halus

Fungsi dari usus halus amfibi adalah dimana menjadi tempat menyerap sari-sari makanan oleh enzim yang dihasilkan pankreas.

5). Usus besar

fungsi dari usus besar amfibi adalah menyerap air dan tempat membusuknya sisa-sisa makanan. Dari sisa makanan akan ddidorong ke rektum sampai ke kloaka yang terakhir.

6). Kloaka

Kloaka merupakan sistem bagian akhir pada pencernaan amfibi. Kloaka memiliki fungsi tempat pembuangan sisa makanan, dan urine.

Baca Juga :

Demikianlah penjelasan mengenai sistem pencernaan amfibi beserta contoh dan juga fungsinya. Semoga bermanfaat.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018