Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit – Cabe rawit berasal dari Asia Tenggara, yaitu berada di negara Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Sekarang cabe yang populer ini ditemukan di seluruh dunia. Mereka mungkin tampak kecil tetapi mereka mempunyai rasa pedas yang membakar dan memiliki satuan pedas antara 50.000-100.000 Scoville Unit, hampir sama pedasnya dengan cabe Habanero.
Cabe rawit adalah salah satu jenis cabe yang paling mudah untuk tumbuh dan dipelihara. Mereka dapat tumbuh dalam kondisi tanah berpasir hingga kondisi tanah yang kaya. Seperti halnya setiap cabe lainnya, cabe rawit mampu tumbuh dalam iklim yang lembab.
Baca Juga :
Cabe ini dapat bertahan di iklim dingin bahkan hingga suhu -20 derajat Celsius. Cabe rawit akan matang dan berbuah sangat cepat, dibutuhkan sekitar antara 90-120 hari dan mampu tumbuh selama beberapa tahun.
Karakteristik yang dimiliki oleh cabe rawit ialah:
- Tinggi tanaman hingga 2 meter
- Warna batang Hijau
- Warna daun Hijau
- Daun berukuran sepanjang 3-8 cm dengan lebar 2-4 cm
- Warna buah saat matang hijau, oren, dan merah
- Bentuk buah berbentuk kerucut
- Panjang buah 2-3 cm
- Lebar buah di bahu 0,5 cm
- Berat buah 2-3 gram
- Permukaan buah halus
- Warna biji coklat muda
- Biji per cabe sebanyak 10-20 biji
Cabe rawit kebanyakan digunakan untuk memasak tetapi mereka juga dapat digunakan sebagai pengusir serangga alami atau pestisida bila dicampur dengan air.
Cabe rawit bisa tumbuh dimana pun dan gampang beradaptasi dengan lingkungan. Tetapi penanamannya yang paling pas pada dataran rendah berketinggian 0-500 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Bila menanam di atas ketinggian tersebut, maka produktivitas cabe rawit akan menurun. Cabe rawit membutuhkan sinar matahari minimal 8 jam tiap harinya. pH yang pas untuk penanaman cabe rawit sebesar 6,5 hingga 7.
Lahan untuk budidaya cabe rawit mesti steril dan belum pernah ditanamkan cabe sebelumnya atau jika sudah pernah sekurang-kurangnya selama 6 bulan sebelumnya. Cabe rawit pun tidak bagus bila ditanam berdekatan dengan lahan cabe yang ditanam terlebih dahulu.
Cara Budidaya Cabe Rawit
- Membersihkan lahan dari rumput dan sisa tanaman
- Lakukan penggemburan tanah
- Buat bedengan selebar 90-100 cm, tinggi dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Bedengan berguna untuk menghindari genangan air ketika hujan turun. Jarak antar bedengan sekitar 60-70 cm.
- Menabur pupuk dasar seperti pupuk kandang atau kompos, TSP, ZA, dan KCL. Pupuk tersebut ditabur 10-15 hari sebelum penanaman.
- Taburkan pupuk dolomit bila pH tanah kurang dari 6,5
- Cabe rawit bisa ditanam dengan mulsa plastik atau pun tanpanya. Jarak tanam yaitu 70×60 cm atau 80×60 cm.
- Persiapan benih cabe rawit dari cabe lokal perlu memilih buah cabe dari pohon yang sehat. Gunakan buah cabe yang matang sempurna dengan kemerahan sekitar 90-100 %
- Penyemaian dilakukan menggunakan polybag atau tebar bedeng
- Benih baru bisa langsung disemai, sedangkan benih yang agak lama mesti direndam menggunakan air hangat kuku dan ZPT sebelum disemai atau pun direndam dengan bawang merah
- Tanam bibit cabe pada usia 25-30 hari setelah semai.
- Lakukan penanaman pada sore hari
- Pilih bibit cabe yang sehat berciri-ciri daunnya berwarna hijau segar
- Lakukan penyiraman setelah penanaman supaya tanaman tidak layu
- Jarak tanam 70×60 cm pada musim kemarau, jarak tanam 80×60 cm pada musim hujan. Musim hujan jarak dibuat agak melebar supaya lingkungan tidak terlalu lembab. Lingkungan lembab menyebabkan penyakit cendawan berkembang cepat
- Pemasangan ajir, diperlukan untuk menopang tanaman supaya berdiri kokoh
- Ajir sebaiknya dipasang sebelum atau sesegera mungkin setelah penanaman
- Lalu tanaman cabe rawit diikat memakai tali
- Ajir bisa dibuat dari kayu atau bambu lalu ditancapkan dengan jarak kurang lebih 5 cm dari batang tanaman
- Pada saat tanaman sudah besar, ajir dipasang dengan posisi miring dengan sudut 30 atau 45 derajat supaya tak merusak akar tanaman
- Lakukan penyulaman sesegera mungkin bila ada tanaman yang terinfeksi penyakit atau sudah mati
- Penyulaman dilakukan sampai tanaman berusia 2 minggu
- Bersihkan gulma liar & rumput di sekitar tanaman supaya tidak mengganggu dan mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit
- Lakukan penyiraman dengan frekuensi yang sesuai kondisi dan kebutuhan. Bila musim kemarau lakukan dengan sering supaya tanaman tak mati kekeringan. Penyiraman biasanya dilakukan dengan merendam bedengan
- Pupuk susulan yang ditabur pertama kali dilakukan ketika tanaman sudah berusia 2 minggu
- Pupuk pertama menggunakan pupuk NPK dengan banyak 3 kg/1000 tanaman
- Larutkan pupuk dengan 200 liter air dan taburkan pada tanaman sebanyak 200 ml/tanaman
- Waktu menabur pupuk selanjutnya dilakukan tiap 1 minggu dengan penambahan dosis secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya digunakan pupuk KCL, NPK, ZA, TSP, MKP, atau pun KNO3
- Penyemprotan pupuk daun pun dibutuhkan untuk memenuhi unsur hara mikro yang dilakukan tiap 1 minggu bersamaan dengan insektisida
- Insektisida juga berfungsi untuk pengendalian hama dan penyakit
- Cabe rawit bisa dipanen saat 80-90 hari setelah tanam
- Biasanya dipanen sebagai cabe rawit hijau dan cabe rawit merah tergantung permintaan pasar dan kebiasaan daerah
- Pemanenan mesti dilakukan pagi hari setelah embun mengering
- Pemanenan bisa dilakukan tiap 1 minggu sekali
- Bila proses budidaya di atas benar-benar dilakukan secara tekun dan sungguh-sungguh maka cabe rawit mampu memproduksi sampai 3 tahun untuk cabe rawit lokal.
Baca : Klasifikasi Cabe Merah




