7 Cara Budidaya Tanaman Belimbing Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Belimbing – Belimbing merupakan salah satu buah yang sangat terkenal di Indonesia dan juga merupakan buah komoditas tropis yang cukup diminati.

7 Cara Budidaya Tanaman Belimbing Untuk Pemula
7 Cara Budidaya Tanaman Belimbing Untuk Pemula

Di luar negeri, buah ini dikenal sebagai Star Fruits, hal ini disebabkan buah ini berbentuk seperti bintang.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Tanaman belimbing merupakan salah satu sumber vitamin C yang bermanfaat untuk dikonsumsi.

Di Indonesia, potensi budidaya tanaman belimbing cukup baik. Hal ini didukung oleh wilayah Indonesia yang kaya akan lahan yang subur.

Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Berikut ini adalah cara budidaya tanaman belimbing yang mudah, yaitu.

1). Memahami karakteristik tanaman belimbing

Langkah pertama untuk budidaya tanaman belimbing adalah memahami karakteristik tanaman belimbing.

Perlu diketahui syarat tumbuh tanaman belimbing dan lokasi yang sesuai untuk penanaman tanaman belimbing.

Apabila tidak ada kesesuaian antara tanaman dengan lokasi tumbuh, maka tanaman tidak akan tumbuh dengan sempurna. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Lokasi tempat tumbuh tanaman sebaiknya memiliki curah hujan yang rendah, sebab curah hujan yang tinggi seringkali mengakibatkan bunga dan buah tanaman mudah gugur
  • Sebaiknya ditanam di tempat terbuka dengan kemungkinan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Namun, tanaman belimbing cukup toleran terhadap tempat teduh.
  • Intensitas cahaya yang diperoleh oleh tanaman minimal berjumlah 45 – 50%
  • Terkait dengan suhu dan temperatur, yang paling ideal adalah 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
  • Terkait dengan media tanam tanaman belimbing, perlu diupayakan tanah tempat tanam harus gembur, subur, dan kaya akan bahan organic
  • Sebaiknya, drainase dan aerasi tanaman belimbing yang baik
  • Perlu juga dijaga derajat keasaman tanah yang baik dan berkisar antara 5,5 – 7,5
  • Kandungan air dalam tanah memiliki kedalaman sekitar 50 – 200 meter di bawah permukaan tanah
  • Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman belimbing dari dataran rendah hingga mencapai 500 m di atas permukaan laut

Baca : Klasifikasi Belimbing

2). Mempersiapkan pembibitan

Pembibitan tanaman belimbing yang disarankan adalah melalui perbanyakan vegetatif, yaitu dengan metode okulasi, cangkok, dan susuan.

Pembibitan melalui biji tidak dianjurkan karena hasil yang dimiliki akan memiliki keturunan dengan sifat yang berbeda dari induknya. Namun, persiapan bibit melalui biji dapat digunakan pada batang bawah.

3). Pemilihan bibit belimbing

Untuk mempermudah proses pemilihan bibit, maka bibit okulasi atau cangkok dapat dibeli sebab sudah banyak dijual di pasaran.

Untuk benih yang unggul, maka Anda haruslah memilih tanaman sesuai dengan kriteria berikut.

  • Tinggi tanaman mencapai 500 – 100 cm saat akan ditanam
  • Bibit memiliki asal usul yang jelas dimana jenis belimbing untuk baying atas dan bawah benar-benar adalah jenis belimbing yang diinginkan
  • Tanaman belimbing yang akan ditanam sebaiknya berada dalam kondisi sehat dan tidak terkena hama atau penyakit
  • Tanaman juga sebaiknya bersifat utuh dan tidak berada dalam kondisi cacat
  • Sebaiknya tanaman yang dipilih memiliki daun berwarna hijau dan batang berwarna cokelat yang mengkilap
  • Akar tanaman tidak keluar dari polybag.

4. Persiapan lahan tanam

Apabila bibit telah siap, maka Anda harus mempersiapkan lahan tanam untuk tanaman belimbing.

Lahan tanam yang telah diolah satu hingga dua minggu merupakan lahan yang cukup sesuai untuk penanaman bibit tanaman belimbing. Tahapan dalam menyiapkan lahan tanam yaitu:

  • Lokasi lahan yang akan ditanami bibit belimbing sebaiknya digemburkan terlebih dahulu agar menjadi subur
  • Lokasi lahan kemudian dicangkul seluruhnya
  • Lubang tanam dibuat sedalam 50 cm dengan panjang dan lebar 50 x 50 cm
  • Pupuk organik dengan berat 5 kg sebaiknya ditambahkan pada lubang tanam
  • Jarak antartanaman atau lubang tanam antara 50 hingga 100 cm
  • Pengaturan jarak antartanaman disesuaikan dengan luas lokasi lahan yang dimiliki. Apabila lahan sempit, maka jarak antartanaman dapat dirapatkan, sedangkan apabila tanaman ditanam di lahan yang lebih luas, maka jarak dapat diperlebar
  • Kemudian, lubang dibiarkan selama seminggu, baru ditanami oleh bibit belimbing.

5). Penanaman bibit ke lahan tanam

Untuk penanaman bibit ke lahan tanam, sebaiknya waktu tanam perlu ditentukan terlebih dahulu, dimana waktu tanam terbaik yaitu di pagi hari yaitu saat cuaca tidak terlalu panas dan terik. Cara penanaman bibit ke lahan tanam, yaitu:

  • Sebelum ditanam, sebaiknya bibit disiram terlebih dahulu
  • Bibit dibawa ke lahan tanam, namun bibit yang akan ditanam harus dipastikan yang benar-benar siap tanam
  • Langkah pertama yaitu memisahkan plastic polybag dari bagian dasar atau akan tanaman.
  • Akar dan tanah sebaiknya ikut ditanam
  • Plastic dibuang secara hati-hati agar tidak merusak tanaman
  • Kemudian, bibit tanaman ditanam ke dalam lubang tanam
  • Pastikan posisi tanaman tegak lurus pada lubang tanam
  • Setelah itu, lubang tanam perlu ditutup kembali dengan menggunakan tanah hingga padat dan rata
  • Ajir diberikan dan diikatkan pada bagian batang bibit agar tanaman kokoh dan tidak mudah roboh

6). Pemeliharaan dan perawatan tanaman

Pemeliharaan dan perawatan tanaman mencakup:

  • Pengairan yang perlu dilakukan setiap hari, terutama pada awal masa tanam.
  • Pemupukan yang dilakukan saat tanaman berumur tiga bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung unsur N, P, dan K.
  • Penyiangan dengan membersihkan rumput di sekitar tanaman, minimal 1 – 2 minggu sekali.
  • Penanggulangan Hama dan Penyakit (HPT)

Penanggulangan HPT dilakukan dengan menyemprotkan larutan pestisida atau fungisida dengan dosis yang disesuaikan, serta dilakukan setiap 3 bulan sekali.

7). Panen buah belimbing

Panen pertama kali dilakukan pada saat tanaman berumur 4 – 5 tahun, yang bergantung pada jenis varietas belimbing yang ditanam.

Umumnya, buah yang siap panen adalah buah yang telah berukuran maksimal dan memiliki warna kekuningan.

Baca Juga : Pengertian Mutasi Gen

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *