Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kapulaga

Diposting pada

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kapulaga – Tanaman kapulaga merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal sebagai tanaman obat, dimana perawatan tanaman kapulaga mutlak diperlukan untuk keberlangsungan hidupnya.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kapulaga
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kapulaga

Perawatan tanaman kapulaga dimulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan saat masa panen tiba.

Perawatan yang kurang akan menyebabkan kapulaga menjadi lebih rentan terhadap hama dan penyakit yang mungkin menyerang.

Permasalahan hama yang menyerang tanaman seringkali mengkhawatirkan, dan bahkan dapat bertambah menjadi semakin parah apabila tidak diatasi dengan segera.

Baca Juga :

Hama yang muncul pada tanaman akan merusak dan bahkan membunuh tanaman.

Oleh karena itu, tepatnya perawatan akan menyebabkan hama yang timbul akan berkurang.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Kapulaga

Secara umum, hama yang menyerang tanaman kapulaga tidaklah banyak. Hal ini disebabkan tanaman kapulaga merupakan tanaman liar sehingga memiliki ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan dengan tanaman rumahan.

Namun, tetap terdapat beberapa jenis hama yang akan menyerang kapulaga. Serangan hama pada tanaman kapulaga tidak terlalu parah, yaitu frekuensi serangan pada tanaman kapulaga dapat dikatakan rendah.

  • Kutu

Kutu merupakan salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman kapulaga. Kutu mempunyai tubuh lunak dengan panjang sekitar 3 mm.

Kutu ini menghisap getah tanaman, terutama pada tunas yang baru tumbuh sehingga menyebabkan daun menggulung, layu, serta pertumbuhan tanaman yang terhambat. Meskipun serangannya tidak begitu parah, namun perlu diatasi.

Cara pengendalian hama kutu pada tanaman kapulaga yaitu dengan menyemprotkan pestisida yang telah dicampur dengan pupuk urea dengan dosis 2 kg per hektar.

Selain itu, dapat dicoba pula pemanfaatan predator alami sebagai upaya pengendalian kutu.

  • Ulat

Ulat yang menyerang tanaman kapulaga akan menyebabkan daun berlubang. Daun yang berlubang ini akan sangat mengganggu hasil panen kapulaga.

Cara pengendalian hama ulat pada tanaman kapulaga adalah menyemprotkan pestisida telah dicampur bersamaan dengan pupuk urea dengan dosis 2 kg per hektar. Penanganan ini tergolong kimiawi.

Cara penuntasan ulat dengan cara mekanis  yaitu sanitasi kebun dan pemungutan hama secara manual.

  • Kumbang

Tanaman kapulaga memanfaatkan kumbang untuk membantu tanaman kapulaga dalam bereproduksi, terkait dengan penyimpanan telur. Namun, apabila kondisi ini dibiarkan berlanjut secara terus-menerus, maka akan merusak tanaman.

Kumbang daun dapat menyerang pucuk daun, bunga, dan polong sehingga mengakibatkan tanaman menjadi mati.

Pengendalian hama kumbang pada tanaman kapulaga kurang lebih sama seperti pada pengendalian hama kutu, yaitu dengan pestisida yang dicampur bersamaan dengan pupuk urea.

  • Rayap

Hama rayap pada tanaman kapulaga akan sangat sulit dihindari, sebab tidak akan terdeteksi.

Cara pengendalian hama rayap pada tanaman kapulaga dengan pemberian pestisida yang digabungkan bersamaan dengan pupuk urea.

  • Penggerek akar rimpang

Penggerek akar rimpang merupakan hama yang seringkali ditemui pada tanaman kapulaga.

Hal ini akan menyebabkan akar terputus, tanaman layu, dan timbulnya akar adventif di atas permukaan tanah. Jenis hama ini dapat diatasi dengan pemberian insektisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

  • Penggerek batang

Penggerek batang akan mengakibatkan ranting menjadi mati dan adanya lubang gesekan pada daerah batang. Penanganan hama penggerek batang ini dilakukan dengan penyemprotan pestisida secara berkala.

  • Penggerek buah

Penggerek buah akan menyebabkan buah yang ada pada tanaman kapulaga gugur.

Penanganan hama penggerek buah dapat diatasi dengan penyemprotan pestisida secara berkala.

Cara Pengendalian Penyakit Tanaman Kapulaga

Namun, terdapat beberapa jenis penyakit yang akan ditemui pada tanaman kapulaga. Penyakit ini dapat merusak tanaman hingga membunuh tanaman kapulaga, yaitu:

  • Penyakit mozaik

Penyakit mozaik yang menyerang tanaman kapulaga umumnya disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai pentalonia nigrinervosa.

Namun, dalam pengendalian penyakit mozaik, tidak ada upaya pengendalian yang harus dilakukan, karena tanaman yang terserang umumnya akan segera membusuk.

Cara pengendalian penyakit mozaik pada tanaman kapulaga adalah mencabut pohon hingga ke akarnya dan menggantinya dengan bibit tanaman yang baru.

  • Cendawan

Cara pengendalian penyakit cendawan pada tanaman kapulaga dapat dilakukan dengan memberikan fungisida.

Untuk mencegah terjadinya penyerangan penyakit cendawan, perlu dibuat drainase yang baik agar air tidak mengenang, sebab genangan air yang terjadi akan memicu tumbuhnya cendawan.

  • Busuk daun

Penyakit busuk pada tanaman kapulaga disebabkan oleh bakteri phylloticta.

Penyakit ini umumnya akan menyerang kebanyakan daun pada tanaman kapulaga, Gejala penyakit busuk daun ditandai dengan adanya bercak cokelat pada daun yang kemudian akan menghitam dan layu.

Cara pengendalian penyakit busuk daun adalah dengan menggunakan fungisida.

  • Busuk akar

Adapun penyakit busuk akar seringkali disebabkan oleh bakteri cephalosphorium yang menyerang akar.

Gejala yang ditimbulkan adalah bercak pada akar, yang mana akan menyebabkan tumbuhan segera mati secara perlahan. Cara pengendalian busuk akar pada tanaman kapulaga adalah dicabut lalu dibakar.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *