4 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas – Nanas merupakan salah satu buah favorit di Indonesia serta menjadi komoditas buah ketiga terbesar diantara produksi buah yang lain.

4 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas

4 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas

Oleh karena itu, budidaya nanas akan menjadi hal yang sangat menguntungkan untuk dilakukan di Indonesia.

Namun, seringkali terdapat berbagai macam hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman nanas, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara terpadu.

Baca Juga : Klasifikiasi dan Morfologi Tanaman Nanas

Berikut beberapa cara mudah dan sederhana untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman nanas:

1). Menerapkan teknik budidaya yang baik

Teknik budidaya yang baik dimulai dari pemilihan bibit dengan varietas yang sehat, serta tahan terhadap hama dan penyakit, pembersihan kebun secara teratur, memberikan jarak antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lain, pemberian pupuk dengan komposisi yang tepat, rotasi tanaman, mengolah drainase tanah, serta pengaturan tanah dengan pH relatif asam.

Contohnya, hama liken yang menempel pada permukaan daun nanas dapat mengganggu proses fotosintesis dari tanaman nanas.

Untuk mencegah munculnya hama ini, maka perlu diberikan jarak yang cukup jauh antar tanaman yang satu dengan tanaman yang lain untuk meningkatkan paparan sinar matahari, serta mengurangi kelembaban.

2). Pengendalian hama dan penyakit secara fisik dan mekanis

Sementara, apabila tanaman nanas Anda telah terjangkit oleh hama, dapat dilakukan pengendalian secara mekanis dengan memangkas bagian tanaman nanas yang terinfeksi, pemberaan tanah, menyingkirkan larva yang ada pada daun maupun tanah hingga memasang perangkap di sekitar tanaman nanas Anda untuk mencegah datangnya hama.

Contohnya adalah pembangunan pagar tinggi untuk mencegah serangan hama babi hutan yang dapat menyebabkan rusaknya tanaman nanas.

Sementara itu, penyakit yang dapat menyerang tanaman nanas diantaranya adalah penyakit MWP (mealybug wilt of pineapple).

Gejala dari tanaman nanas yang terjangkit penyakit ini adalah berubahnya daun nanas yang awalnya hijau menjadi merah atau kuning, mengeringnya daun nanas atau kerdilnya tanaman nanas.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan air panas dengan suhu 55 oC selama 3 jam pada jaringan tanaman yang terinfeksi.

3). Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan sistem hayati

Pengendalian secara hayati atau biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami dari hama bersangkutan.

Contohnya, kutu sisik yang dapat dikendalikan dengan menggunakan musuh alaminya, yaitu predator kumbang.

Contoh lainnya, kutu putih yang menyerang tanaman nanas dapat dibasmi dengan menggunakan parasit famili Encyrtidae seperti A. ananatis atau Hambletonia pseudococcina.

4). Pengendalian hama dan penyakit secara kimiawi

Pengendalian hama dan penyakit secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, insektisida atau fungisida yang sifatnya selektif, sehingga Anda harus mempelajari terlebih dahulu jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman nanas Anda melalui gejala yang timbul pada tanaman Anda.

Apabila muncul gejala berupa daun tanaman nanas yang mulai mengering, serta akar tanaman yang rusak hingga hanya tersisa bagian pangkalnya saja, maka kemungkinan tanaman nanas terserang hama uret.

Hama jenis ini dapat dibasmi dengan menggunakan insektisida korbofuran 3 G atau menggunakan campuran deterjen dan kapur barus (4 : 1).

Kutu sisik juga dapat menginfeksi tanaman nanas Anda dan menyebabkan munculnya bercak kering pada daun tanaman nanas. Hal yang harus Anda lakukan untuk mengendalikan hama jenis ini adalah dengan merendam bibit nanas pada larutan Diazinon atau Chemitation selama 3 menit atau menyemprot tanaman nanas Anda dengan menggunakan Basaminon atau Diazinon.

Apabila ukuran daun tanaman nanas tiba-tiba menyusut dan timbul bercak berwarna merah keperakan, maka kemungkinan tanaman Anda terjangkit thrips. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan Mesurol 50 WP dan Lannate 25 WP.

Sementara itu, apabila terdapat gejala munculnya bengkak pada akar tanaman nanas, maka kemungkinan tanaman nanas Anda terinfeksi nematoda. Pengendalian hama jenis ini dapat dilakukan dengan menggunakan Furadan 3G dosis 20-30 kg/ha.

Selain hama, tanaman Anda mungkin juga akan terinfeksi penyakit seperti busuk pangkal.

Penyakit ini menyebabkan bsuknya pangkal bibit nanas yang akan terus meluas ke atas hingga bagian daun dan buah nanas.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan asam benzoat 10 % dalam etanol pada tangkai buah sesaat setelah buah nanas dipotong.

Penyakit lain yang mungkin menyerang nanas adalah Fusariosis. Penyakit ini dapat menyerang seluruh bagian tanaman nanas, terutama pada bagian buah dan tunasnya.

Akibatnya, tanaman nanas Anda akan susah tumbuh, hingga terjadinya kematian pada bagian ujung batang.

Pengendalian penyakit jenis ini dapat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan fungisida Captan ketika masa pembungaan maupun perkembangan buah.

Hama dan penyakit tanaman lainnya :

Itu dia 4 cara mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman nanas Anda.

Sebaiknya, Anda melakukan usaha preventif terlebih dahulu sebelum infeksi muncul karena akan lebih mudah dan menghemat biaya.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *