Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Tanah – Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman herba yang banyak dibudidayakan karena dapat dimanfaatkan sebagai  sumber protein nabati maupun minyak.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Bagian tanaman kacang tanah yang sering digunakan adalah bijinya. Biji kacang tanah dapat dimakan secara mentah, direbus, digoreng hingga disangrai terlebih dahulu.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Panjang

Selain itu, daun dan batang tanaman kacang tanah juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak hingga pupuk organik.

Berikut merupakan klasifikasi dari tanaman kacang tanah menurut sistem Cronquist :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Subkelas : Rosidae
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae
  • Genus : Arachis
  • Spesies : Arachis hypogaea L.

Pada awalnya, Arachis hanya dikelompokan menjadi 1 spesies, lalu berkembang hingga menjadi 22 spesies berdasarkan morfologi dan fertilitas dari tiap tanaman.

Salah satu diantaranya adalah kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terbagi menjadi 2 subspesies, yaitu varietas vulgaris dan fastigiata. Berikut morfologi tanaman kacang tanah secara umum :

  • Tipe pertumbuhan

Tipe pertumbuhan dari kacang tanah terbagi menjadi 6 tipe yang berbeda berdasarkan posisi cabang primer terhadap batang utama, yaitu : cabang menjalar, cabang dan batang utama menjalar, cabang menjalar dengan ujung sedikit ke atas, cabang menjalar dengan pertengahan cabang menuju ke atas, cabang lateral menuju keatas dan cabang lateral tegak.

  • Akar

Kacang tanah memiliki akar tunggang dan akar lateral yang dapat bertumbuh dengan baik.

Akar tunggang dari tanaman kacang tanah dapat masuk ke dalam tanah hingga kedalaman 40-45 cm dengan sistem perakaran terpusat di kedalaman 5-20 cm dan radius mencapai 13-15 cm tergantung pada varietasnya.

Akar lateral memiliki panjang hingga 15-20 cm dan tegak lurus terhadap akar tunggang.

Selain itu, pada akar kacang tanah juga terdapat nodul yang berbeda jumlah, ukuran dan sebarannya tergantung pada varietas dari tanaman kacang tanah, namun pada umumnya nodul tersebar di akar lateral.

  • Batang

Batang dari tanaman kacang tanah memiliki 4 pola percabangan, yaitu berselang-seling, sekuensial, tidak beraturan dengan bunga pada batang utama dan tidak beraturan tanpa bunga pada batang utama.

Pada pola berselang-seling, cabang dan bunga terbentuk secara berselang-seling pada cabang primer atau sekuder, serta tidak terdapat bunga pada batang utama.

Pada umumnya, cabang lateral lebih panjang dari cabang primer, dengan jumlah cabang berkisar antara 5-15 cabang. Pada pola percabangan sekuensial, terdapat buku subur pada cabang utama, cabang primer, maupun cabang sekunder.

Terdapat 3-8 cabang yang memiliki panjang yang mirip dengan batang utama. Bunga terbentuk pada batang utama.

Warna batang pada tanaman kacang tanah terbagi menjadi dua, yaitu warna merah atau ungu dan warna hijau.

Batang utama ada yang memiliki banyak bulu, ada juga yang hanya memiliki sedikit bulu.

  • Daun

Tanaman kacang tanah memiliki empat helai daun (tetrafoliate) pada batangnya dengan susunan melingkar pilotaksis.

Bentuk daun bermacam-macam, mulai dari bulat, elips atau sedikit lancip. Ukuran daun mulai dari 2,5 cm x 1 cm hingga 8,5 cm x 4 cm tergantung pada varietas tanaman kacang tanah.

Warna daun hijau atau hijau tua. Daun yang terletak pada bagian atas memiliki ukuran lebih besar dari daun pada bagian bawah.

Sementara, daun yang terletak pada batang utama lebih besar dari daun pada cabang.

Daun tanaman kacang tanah juga memiliki daun penumpu dengan panjang 2,5 – 3 cm, serta tangkai daun dengan panjang 3-5 cm.

Pada permukaan daun kacang tanah mungkin tidak terdapat bulu, terdapat sedikit bulu berukuran pendek, terdapat sedikit bulu berukuran panjang, terdapat banyak bulu berukuran pendek atau terdapat banyak bulu berukuran panjang.

  • Sistem perbungaan

Tanaman kacang tanah memiliki jumlah bunga bervariasi tergantung pada varietas, suhu udara dan kelembaban lingkungan tumbuh tanaman.

Sekitar 10-30 % bunga dari tanaman kacang tanah akan berubah menjadi polong. Proses pembungaan pada tanaman kacang tanah dimulai pada hari ke-26 hingga hari ke-33 yang ditandai dengan munculnya bunga pertama.

  • Polong

Polong dari tanaman kacang tanah memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari kecil ( < 1,5 cm), sedang (2,0-2,5 cm), besar ( 2,6-3 cm) dan sangat besar ( > 3 cm). Polong ada yang tidak memiliki pinggang, agak berpinggang, berpinggang agak dalam dan berpinggang sangat dalam.

Selain itu, ada juga paruh pada polong yang bentuknya menonjol atau kecil tergantung pada varietasnya. Jumlah biji dalam polong juga bermacam-macam mulai dari 1 biji hingga 3 biji.

  • Biji

Biji tanaman kacang tanah memiliki warna, bentuk hingga ukuran yang berbeda tergantung varietasnya.

Secara umum, biji kacang tanah terdiri dari kulit ari berwarna putih atau putih kemerahan dengan bentuk bulat, lonjong atau pipih.

Itu dia morfologi dari tanaman kacang tanah. Sekarang Anda bisa membedakan tanaman kacang tanah dari tanaman lainnya dengan mudah, bukan?

Baca Juga : Budidaya Tanaman Kacang Tanah

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *