Langkah-langkah Mengatasi Kesulitan Belajar

Langkah-langkah Mengatasi Kesulitan Belajar – Belajar merupakan aktivitas penting yang tidak boleh dihentikan dari sejak bayi hingga kita meninggal dunia. Maka dari itu, konsep konsep belajar harus sudah tertanam sejak dini terutama untuk putra putri anda.

Langkah-langkah Mengatasi Kesulitan Belajar

Langkah-langkah Mengatasi Kesulitan Belajar

Namun, terkadang, putra putra kita amat kesulitan untuk mencerna pelajaran. Sekalipun sudah diajari secermat mungkin, kesulitan tersebut masih saja terjadi. Ini yang disebut dengan kesulitan belajar.

Masalah kesulitan belajar pada anak adalah hal yang wajar. Apalagi bagi anak anak usia SD dan SMP yang masih senangnya bermain, bermanja manja dengan orang tua serta suka capai ketika diperintah untuk belajar.

Baca Juga :

Akan tetapi jika hal wajar ini dibiarkan, tentu efeknya nanti ketika pendidikan di lebih tinggi. Anak ini akan terlempar dari persaingan dialektika dari temannya yang lebih siap.

Bahkan, kemampuan mencerna pelajarannya akan semakin rendah. Karena pelajaran kelas rendah dengan kelas menengah memiliki rentang beda yang cukup jauh.

Nah, agar masalah tersebut tidak terjadi, berikut ini kami jelaskan tentang langkah langkahnya mengatasi kesulitan belajar. Cara ini bisa diterapkan oleh orang tua di rumah dan guru di sekolah.

  1. Belajar Sambil Bermain

Ketika kita melihat dari visi belajar, tentu pelajaran yang diajari pada anak harus terterapkan secara serius dan fokus. Namun ketika kita melihat materi materi ajar yang mau kita ajarkan, ternyata disana bisa kita masukkan tehnik tehnik bermain. S

eperti pelajaran bangun ruang, kita kan bisa bermain monopoli sambil menunjukkan bentuk dadu, pelajaran IPA tentang bunga kita kan bisa bermain siapa cepat menyiram bunga dan lain lain.

Fungsi lain dari langkah belajar sambil bermain ini adalah anak merasa terbimbing sehingga mood belajarnya lebih tinggi. Apalagi jika orang tuanya ikut andil disitu sama ikut hanyut pada kegembiraan anak. Akibatnya anak tidak merasa sedang belajar tetapi mereka menganggapnya sedang bermain.

  1. Belajar Menyeluruh

Pola ajar di kelas maupun di rumah masih jauh dari kata tepat. Karena biasanya proses belajar yang dilakukan masih sepenggal penggal.

Belajar dengan papan hanya membuat murid dan anak bosan karena pada metode ajar ini yang difokuskan hanya tatapan anak saja pada tulisan guru di papan tersebut. Baru selanjutnya pada penjelasan guru yang masuk ke telinga mereka

Alangkah baiknya jika ingin kesulitan belajar anak teratasi, lakukan tehnik atau langkah belajar yang menyeluruh dengan cara memutar video.

Di dalam video tersimpan gambar dan audio yang terjadi secara bersamaan dan tidak terpisah. Sehingga yang masuk kepada anak bukan penggalan penggalan melainkan kesatuan visi belajar yang terikat yaitu audio dan visual.

  1. Belajar dengan Berbuat

Mendikte anak dengan materi materi hanya membuat anak semakin puyeng. Jangan harap tehnik seperti ini bisa menggugah semangat belajar anak. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, kesulitan belajar anak semakin menjadi jadi.

Langkah ketiga untuk mengatasi kesulitan belajar agar tidak terjadi hal diatas adalah cobalah belajar dengan berbuat. Tidak ada materi pelajaran yang tidak bisa dikonversi menjadi perbuatan atau praktek. Cuma terkadang para gurunya yang tidak mampu melakukan hal tersebut.

Aplikasi perbuatan dari pelajaran matematika 1 + 1 bisa dilakukan dengan mengajak anak berhitung uang tabungan ibu dan lain lain.

Anak disuruh menghafal sila pancasila di buku memang baik, tetapi lebih baik lagi ajak anak jalan jalan ke masjid untuk melihat orang beribadah, lalu katakan “ itu orang yang bertuhan nak, bukti mereka cinta pada sila satu pancasila” ayo bagaimana bunyi sila satu pancasila?”

  1. Belajar dengan Konsep

Belajar dengan konsep adalah belajar yang melibatkan konsep konsep lain dalam pembelajaran. Usahakan konsep konsep yang terlibat adalah konsep sosial, reliegiutas, budaya dan karya.

Jadi saat belajar IPA tentang cahaya bisa dimasukkan konsep sosial mengajak mencari uang yang hilang menggunakan senter, konsep spiritual, berjalan keluar rumah melihat cahaya bulan disertai syukur kepada tuhan, konsep karya mengajak anak melukis atau menggambar pemandangan di malam hari.

Itulah belajar dengan konsep yang tidak hanya menguntungkan otaknya tetapi membuat sifat dan sikap anak lebih luhur dan mulia.

  1. Belajar dengan Bercanda

Belajar dengan bercanda tidak sama dengan bercanda sambil belajar. Belajar sambil bercanda semata untuk mengatasi stres pada anak. Terutama ketika mereka sedang belajar pelajaran yang bikin pusing kepala seperti matematika.

Salah satu contohnya adalah ketika pas menulis, cium pipi anak anda sembunyi sembunyi atau menggelitiknya ketika otak mereka sedang tegang memuncak.

  1. Belajar dengan Reward

Belajar adalah perbuatan yang harus dilakukan secara sadar oleh anak. Karena ini akan  mereka lakukan di seumur hidup mereka.

Maka dari itu, memberi reward langsung ketika selesai belajar adalah cara tepat agar ia bisa kembali belajar di keesokan harinya.

Syaratnya adalah jangan menjanjikan hadiah dan jangan memberi hadiah berupa benda secara terus menerus. Beri saja reward pujian, pelukan hangat dan mainan yang disukainya atau buku cerita kegemarannya.

Itulah langkah langkah mengatasi kesulitan belajar yang bisa anda terapkan baik di rumah maupun di sekolah. Semoga dengan langkah langkah diatas, mood dan semangat belajar anak semakin menguat sehingga daya cernanya pada pelajaran juga semakin bagus.

Baca Juga : Pengertian Pendidikan Karakter

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *