Pemuaian Zat Cair dan Pengertian Anomali Air

Pemuaian Zat Cair dan Pengertian Anomali AirIlmudasar.id – Semua jenis zat memiliki suatu kemampuan untuk memuai ketika suhunya dinaikkan atau ketika benda tersebut dipanaskan.

Pemuaian Zat Cair dan Pengertian Anomali Air

Pemuaian Zat Cair dan Pengertian Anomali Air

Pemuaian terjadi dengan ditandai dengan bertambahnya panjang, luas, maupun volume zat. Pada zat cair, pemuaian hanya dapat terlihat dari meningkatnya volume zat cair tersebut.

Ketika zat cair menerima panas atau suhunya dinaikkan maka volumenya akan meningkat.

Saat kita memasak air, maka lama-kelamaan air akan tumpah keluar dari wadahnya, inilah salah satu bentuk pemuaian zar cair.

Kemampuan memuai zat cair jauh lebih besar dibandingkan zat padat maupun zat gas.

Sebagai contoh ketika termometer bersentuhan dengan suhu panas, maka raksa maupun alkohol yang terdapat di dalam termometer akan naik dan menunjukkan angka tertentu yang menjadi penanda nilai atau besaran suhu panas tersebut.

Tetapi ketika air rakasa maupun alkohol tesebut memuai, pipa kaca sebagai wadah termomter juga sebenarnya mengalami pemuaian, namun kita tidak mengetahuinya karena pemuaian yang terjadi tidak terlihat oleh mata kita.

Pemuaian pada zat cair sangat bergantung pada jenis zat cair itu sendiri. Karena kemampuan pemuaian masing-masing zat cair berbeda antar satu dengan lainnya.

Alkohol memiliki sifat pemuaian yang lebih tinggi daripada gliserin. Minyak parafin memiliki muai yang lebih besar daripada gliserin.

Gliserin memiliki muai yang lebih besar daripada raksa. Sedangkan alkohol memiliki muai yang lebih besar daripada koefisien muai air.

Anomali Air

Jika pada umumnya, ketika dipanaskan volume air akan meningkat dan sehingga mengakibatkan massa jenisnya akan menurun.

Pada zat cair air terjadi suatu keanehan dimana ketika dipanaskan maka volumenya justru akan menurun dan massa jenisnya akan meningkat.

Peristiwa ini disebut dengan anomali air. Anomali adalah suatu peristiwa dimana terjadi penyelewengan atau terjadi hal-hal yang bertentangan atau berkebalikan dari peristiwa pada umumnya.

Karena air juga termasuk ke dalam zat cair namun sifat pemuaian yang ditunjukkannya berbeda dengan pemuaian zat cair pada umumnya maka terjadilah yang disebut dengan anomali air.

Anomali yang terjadi pada air hanya terjadi pada suhu 0 derajat celcius hingga 4 derajat celcius.

Salah satu contoh peristiwa anomali air adalah peristiwa membekunya permukaan air di danau, sungai, maupun laut namun bagian bawah air masih tetap hangat yang memungkinkan untuk makhluk hidup tetap bertahan hidup.

Bagaimana peristiwa anomali air terjadi?

Air yang terdapat pada danau, sungai, maupun laut akan memiliki suhu 4 derajat celcius dimana ketika musim dingin tiba suhu pada permukaan airnya akan menurun, karena bersentuhan dengan angin musim dingin, menjadi 0 derajat celcius.

Air dibawahnya yang memiliki suhu 4 derajat celcius akan memiliki massa jenisnya akan meningkat menyebabkan air dibawah permukaan akan lebih berat dibandingkan dengan balok es yang terdapat di atas permukaan.

Massa jenis balok es yang lebih kecil tersebut memungkinkan es akan mengapung di permukaan air.

Dengan adanya anomali air tersebut sangatlah bermanfaat terutama bagi kehidupan makhluk air.

Karena dengan adanya anomali air, suhu dibawah permukaan air akan selalu hangat dan berada pada kisaran 4 derajat celcius, cukup bagi makhluk air agar tetap bertahan hidup.

Apabila anomali air tidak terjadi, saat musim dingin tiba, air permukaan akan membeku, suhu dibawah permukaan pun akan menurun, menyebabkan es di permukaan akan turun ke dasar air.

Ketika air dibawah bersinggungan dengan es yang memiliki suhu hingga -15 derajat celcius, maka dapat dipastikan tidak akan ada mahkluk air yang dapat bertahan hidup saat musim dingin tiba.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *