Pengertian Teropong : Fungsi dan Jenis

Pengertian Teropong : Fungsi dan Jenis – Teropong adalah sebuah alat optik yang sering digunakan untuk melihat benda yang letaknya jauh dan sulit untuk dilihat menggunakan mata telanjang agar bisa terlihat dengan jelas.

Pengertian Teropong : Fungsi dan Jenis

Pengertian Teropong : Fungsi dan Jenis

Beberapa sumber mencatat bahwa teropong atau teleskop sudah digunakan kurang lebih sejak abad 4 SM untuk penggunaan dalam bidang kelautan dan bidang astronomi.

Akan tetapi, meski teropong sudah digunakan oleh manusia sejak ratusan tahun sebelum masehi, tidak pernah ditemukan catatan dalam sejarah yang menjelaskan tentang siapa penemu teropong untuk pertama kali.

Hanya saja, pada 2 Oktober 1608, tercatat pernah ada seorang bernama Hans Lippershey yang mencoba untuk mendapatkan hak paten atas teleskop yang dibuatnya.

Namun, usaha Luppershey ini gagal karena mendapatkan penolakan dari tim penilai. Sebab, menurut mereka (tim penilai) sebelum Lippershey mendaftarkan hak paten tersebut, sudah banyak dijumpai teleskop yang ada sebelumnya. Sehingga menurut pendapat mereka, teleskop tersebut bukanlah hak paten dari Lippershey.

Pada tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1609, Galileo pernah menciptakan sebuah teleskop atau teropong yang kemudian disebut dengan teropong panggung.

Tidak sedikit orang yang menyebutnya sebagai teropong Galileo. Setelah keberhasilannya dalam membuat teropong ini, Galileo kemudian sering membuat berbagai jenis teleskop sampai kemudian  ia berhasil melakukan beberapa penemuan di bidang astronomis. Berbagai penemuan yang dilakukannya inilah yang kemudian menjadikannya tercatat dan dikenal dalam sejarah dunia.

Baca Juga :

Jenis-Jenis Teropong atau Teleskop Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

Setelah mengetahui mengenai pengertian dan sejarah singkat teropong, di bawah ini terdapat jenis-jenis teropong beserta fungsinya yang perlu kita ketahui.

Beberapa sumber menjelaskan bahwa teropong terbagi menjadi dua jenis, yakni terpong bias dan teropong pantul. Dari masing-masing jenis tersebut terdapat beberapa pembagian lagi, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Teropong atau Teleskop Refraktor

Yang pertama adalah Teleskop refraktor. Teropong atau teleskop ini merupakan salah satu jenis teleskop bias yang terdiri atas beberapa kaca lensa sebagai alat yang digunakan untuk menangkap cahaya dan menjalankan fungsi teleskop.

  1. Teropong atau Teleskop Bumi

Jenis teleskop yang kedua ini sering disebut juga dengan nama teleskop medan atau teleskop yojana. Teropong jenis ini mampu mengasilkan bayangan akhir tegak terhadap arah benda awalnya.

Hal tersebut diperoleh dari hasil penggunaan lensa cembung ketiga yang diletakkan di antara lensa objektif dan lensa okuler yang posisinya berada di dekat mata, sehingga lensa cembung ketiga hanya memiliki fungsi untuk membalikkan bayangan tanpa memberikan efek pembesaran, sehingga lensa tersebut bisa disebut juga dengan lensa pembalik.

  1. Teleskop atau Teropong Bintang

Jenis teleskop yang ketiga ini sering disebut juga dengan teropong bintang atau teleskop astronomi. Hal ini dikarenakan jenis teropong yang satu ini sering digunakan untuk mengamati benda di luar angkasa, khususnya pada bidang astronomi.

Untuk melakukan tugasnya, teleskop Bintang menggunakan dua lensa positif yang masing-masingnya berfungsi sebagai lensa objektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, jarak fokus lensa objektif pada teleskop lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler.

  1. Teleskop atau Teropong Galilei

Selanjutnya adalah Jenis teleskop yang dibuat oleh Galilei. Teleskop atau teropong yang satu ini sering disebut juga dengan nama teleskop belnada atau teleskop tonil. Teleskop jenis ini mampu menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar.

Teleskop atau teropong temuan galilei ini menggunakan dua lensa yaitu lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak didekat objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak di dekat mata pengamat.

  1. Teleskop atau Teropong Prisma

Yang kelima adalah Jenis teleskop atau teropong prisma menggunakan lensa pembalik. Penggunaan lensa pembalik ini yaitu bertujuan untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teleskop bumi tampak menjadi panjang.

Untuk menghindari hal yang demikian, maka lensa pembalik tersebut diganti dengan menggunakan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan diantara lensa objektif dan lensa okuler. Prisma tersebut memiliki fungsi untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan secara sempurna.

Semetara untuk pemanfaatannya, teropong prisma sering digunakan untuk melihat benda yang sangat jauh sehingga nampak lebih jelas dan dekat.

  1. Teleskop atau Teropong Reflektor

Kemudian jenis teleskop yang keenam adalah Teleskop Reflektor. Teropong atau teleskop yang satu ini salah satu jenis teleskop yang menggunakan cermin sebagai pengganti lensa untuk menangkap cahaya dan memantulkannya.

  1. Teleskop atau Teropong Catadioptrik

Dan yang terakhir adalah Teleskop catadioptrik. Teropong atau teleskop ini merupakan jenis teleskop yang mempunyai sistem kerja yang tidak jauh berbeda dengan dua jenis teleskop sebelumnya, hal tersebut karena teleskop ini merupakan penggabungan antara teleskop refaktor dan teleskop reflektor yang menggunakan dua media untuk mengumpulkan cahaya yaitu penggunaan cermin dan lensa. (Baca Juga : Pengertian Cermin)

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *