Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Klasifikasi dan Sejarah Pemberian Nama Planet

Pengertian, Klasifikasi dan Sejarah Pemberian Nama Planet – Planet merupakan salah satu benda langit yang gelap, karena tidak memiliki cahaya dan selalu mengorbit dan juga memutari matahari dengan kecepatan tertentu dan juga memiliki lintasan.

Biasa nya planet mengelilingi mataharu dalam satu kali putaran yang biasa nya di sebut dengan revolusi. Sedangkan, untuk waktu yang di perlukan planet untuk revolusi di namakan dengan kala revolusi.

Pengertian, Klasifikasi dan Sejarah Pemberian Nama Planet
Pengertian, Klasifikasi dan Sejarah Pemberian Nama Planet

Selain itu, planet tidak hanya menglilingi matahari saja, melainkan juga melakukan proses pemutaran pada poros nya yang di kenal dengan nama rotasi dan waktu yang di butuhkan dalam satu kali putaran di sebut dengan kala rotasi.

Planet memiliki lintasan nya sendiri-sendiri sehingga tidak akan bertabrakan dengan planet lain nya. Karena itulah planet yang mengelilingi dan juga melakukan perputarasan dengan mengililingi matahari biasa nya di sebut dengan orbit. Sifat lintasan tersebut berbentuk maya dan juga elips.

Selain itu, planet juga tetap menjalankan revolusi pada orbit nya yang di sebab kan karena ada nya pengaruh dari gaya gravitasi matahari yang mengingat planet tersebut untuk selalu berada di garis orbit nya, sehingga tidak keluar dan semakin jauh planet tersebut dari matahari maka semakin panjang pula lintasan orbit nya.

Klarifikasi Planet

Berdasarkan lintasan pada asteroid sebagai pembatas nya, maka planet dapat di golong kan menjadi 2 bagian, yaitu:

1). Planet Dalam

  • Memiliki permukaan yang padat
  • Tidak mempunyai cincin
  • Tidak mempunyai satelit yang banyak
  • Memiliki bentuk dari logam dan juga batu.

2). Planet Luar

  • Mempunyai cincin
  • Mempunyai atmosfer yang cukup tebal
  • Mempunyai banyak sekali satelit
  • Terbentuk dari helium dan juga hydrogen

Sesuai dengan ciri-ciri yang telah di sebutkan sebelum nya, maka planet yang masuk ke dalam planet bagian dalam ialah Mars, Bumi, Venus, dan Merkurius.

Sedangkan planet yang masuk ke bagian planet luar ialah Saturnus, Uranus, Neptunus dan juga Yupiter.

Sejarah Pemberian Nama Planet

Nama-nama planet yang telah di ketahui selama ini bukan berasal dari nama yang di ambil tanpa alasan. Karena nama-nama planet yang ada saat ini kebanyakan di ambil dari nama dewa maupun dewi dan juga tokoh-tokoh yang ada di dalam mitologi yunani, bahkan nama-nama tersebut asal nya dari kebiasaan bangsa Yunana dan Babilonia dalam mengucapkan benda-benda angkasa.

Nama-nama planet sendiri telah ada sejak zaman romawi kuno pada abad ke 6 sebelum masehi di mana para rakyat romawi telah memberikan istilah dalam menyebutkan nama planet yang telah meraka lihat sebelum nya.

Istilah-istilah itu ialah Stilbon atau cemerlang untuk planet merkurius, pyoroeis atau berapa untuk planet mars, phaethon atau berkilau untuk Jupiter, phainon atau bersianar untuk planet saturnus serta untuk planer venus memiliki 2 nama sekaligus yakni  hespheros atau bintang sore serta phosporos atau pembawa cahaya.

Planet venus memiliki 2 nama sekaligus bukan tanpa alasan, karena masyarakat romawi beranggapan bahwa planet venus biasa nya muncul di pagi hari dan sore yang di anggapnya berbeda.

Masyarakat romawi zaman dahulu menamai planet tersebut karena dapat di liat dengan mata telanjang. Selain itu, peradaban romawi telah lama berkuasa jika di bandingkan dengan peradaban bangsa yunani.

Oleh sebab itu, nama-nama planet tersebut kemudian di ganti menjadi nama dewa atau dewi mereka, seperti planet venus dinamakan dengan dewi cinta karena planet venus dapat di lihat langsung dari bumi sebagai salah satu planet yang paling indah.

Planet mars di namakan dewa perang hal itu karena planet mars memiliki warna merah terang yang memiliki arti garang. Kemudian planet neptunus yang di namakan dewa laut di dalam mitologi romawi.

Selain itu, tradisi dalam pemberian nama planet yang di ambil dari nama dewa maupun dewi dalam mitologi romawi masih berlaku hingga saat ini.

Akan tetapi berbeda dengan Uranus , karena planet uranur di ambil dari nama dewa yunani, hal itu di karenakan Uranus adalah ayah dari kronus atau saturnus.

You May Also Like

About the Author: ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *