Pengertian Majas : Jenis dan Contoh

Pengertian Majas : Jenis, dan Contoh Majas – Majas adalah istilah di dalam puisi yang berperan cukup penting.

Pengertian Majas : Jenis, dan Contoh Majas

Pengertian Majas : Jenis, dan Contoh Majas

Majas merupakan Bahasa yang indah berguna untuk membuat tulisan menjadi indah dalam susunan kalimatnya.

Majas memiliki efek tertentu agar pembaca ataupun pendengarnya dapat berimajinasi sesuai kata dalam puisi.

Puisi dapat dinikmati dalam bentuk lisan atau tulisan. Majas akan sangat membantu seseorang seakan mengalami kejadian secara langsung.

Baca Juga :

Pengertian Majas

Berikut adalah pengertian majas menurut beberapa sumber, yaitu:

  1. Pengertian majas menurut KBBI, yaitu penggunaan Bahasa yang kaya, penggunaan jenis kata tertentu agar mendapat efek tertentu dalam sebuah karya sastra sehingga memberikan efek lebih hidup, keragaman ciri Bahasa yang berkelompok dan cara khusus dalam menyampaikan perasaan dan pikiran dalam bentuk lisan dan tulisan
  2. Pengertian majas menurut Gorys Keraf, yaitu cara mengekspresikan pikiran melalui Bahasa khas yang dapat menggambarkan kepribadian dan jiwa penulis

Jenis Majas

Jenis majas dapat dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu majas sindiran, majas perbandingan, majas penegasan, dan majas pertentangan.

1). Majas perbandingan

Majas perbandingan merupakan kategori majas yang memiliki berbagai kata-kata kiasan untuk menyatakan perbandingan sehingga dapat membuat kesan pendengar dan pembaca menjadi lebih tinggi. Majas ini dibagi menjadi delapan menurut cara pengambilannya, yaitu:

  1. Perumpamaan atau asosiasi

Perumpamaan merupakan jenis majas perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda namun sengaja untuk disamakan.

Majas perumpamaan dapat dittandai dengan kata berikut, bagai, laksana, dan seumpama.

Berikut contoh majas perumpamaan, yaitu “pendiriannya teguh bagaikan gunung”.

  1. Metafora

Metafora merupakan jenis majas yang mengungkapkan perbandingan analogis secara langsung.

Penggunaan kata maupun kalimatnya tidak memiliki arti yang sesungguhnya, namun mengungkapkan sebuah perbandingan atau persamaannya. Berikut contoh majas metafora yaitu “Engkau belahan jiwaku sayang”.

  1. Personifikasi

Majas personifikasi merupakan jenis majas yang berisi perbandingan benda-benda yang tidak memiliki nyawa seakan akan memiliki sifat seperti manusia.

Contoh majas personifikasi, yaitu: “Ombak mencabik-cabik semua kerangka perahu”/\.

  1. Alegori

Alegori merupakan bagian dari majas perbandingan yang berisi tentang satu tautan yang berkaitan dengan tautan lain secara utuh.

Majas ini dinyatakan dalam bentuk kiasan ataupun deskripsi. Berikut adalah contoh majas alegori yaitu “Anak bagaikan penerus, orang tua bagaikan pendukung”

  1. Simbolik

Majas simbolik merupakan jenis majas yang menggambarkan sesuatu hal melalui suatu binatang, tumbuhan, benda, ataupun dalam bentuk simbol lainnya. Contoh: “Ia terkenal sebagai ular berbisa”.

  1. Metonimia

Metonimia merupakan jenis majas yang memanfaatkan ciri dari suatu benda untuk menukar dengan benda lain. Majas ini umumnya akan menyebutkan merk, atribut, atau ciri khas benda tersebut. Contoh: “Ibu pergi keluar negeri naik citilink”.

  1. Sinekdok

Majas sinekdok merupakan jenis majas perbandingan yang mengungkapkan bagian tertentu untuk menggantikan benda lain secara terbalik maupun keseluruhan.

Majas ini dapat dibagi menjadi majas pars pro toto (mengungkapkan sebagian bagi keseluruhan) dan majas totem pro parte (mengungkapkan keseluruhan bagi sebagian).

Contoh majas sinekdok yaitu: “Indoneisa akan mendapatkan juaranya malam nanti” (totem pro parte), “Sampai detik ini, Ina belum terlihat batang hidungnya” (pars pro toto).

  1. Simile

Simile tergolong ke dalam jenis majas yang membandingkan kata eksplisit dengan menyatakan penghubung ataupun kata depan.

Majas ini ditandai dengan kata umpama, layaknya, bagai, bagaikan, bak, dan ibarat. Contoh: “Kau bagaikan api dan aku bagaikan airnya”.

2). Majas penegasan

Majas penegasan berisikan kata-kata kiasan untuk memberikan penegasan kepada pembaca ataupun pendengar sehingga dapat menciptakan kesan dan pengaruh. Berikut ini adalah beberapa jenis majas penegasan, yaitu:

  1. Pleonasme

Majas plenoasme merupakan jenis majas yang berisi penegasan sesuatu hal menggunakan kata-kata berlebihan. Contoh: “Semua pekerja di atas diharapkan untuk segera turun ke bawah”

  1. Repetisi

Repertisi merupakan jenis majas yang berisi tentang pengulangan kata. Contoh: “Dialah cintaku, dialah belahan jiwaku dan dialah masa depanku”.

  1. Paralelisme

Paralelisme merupakan majas penegasan yang berupa perulangan dalam sebuah puisi. Contoh: “Cinta adalah anugerah”

  1. Tautology

Tautology merupakan jenis majas yang berisi pengulangan kata sebanyak beberapa kali dalam sebuah kalimat puisi.

Pengulangan kata umumnya menggunakan sinonim. Contoh: “Benar, benar, benar itu perasaanku. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja”.

  1. Klimaks

Klimaks merupakan jenis majas yang menjelaskan sesuatu hal secara urut dengan cara meningkat.

Contoh: “Setiap orang dari anak=anak, remaja, hingga orang dewasa memiliki hak pribadi”.

  1. Antiklimaks

Antiklimaks merupakan bagian dari majas yang menjelaskan sesuatu hal secara urut secara menurun.

Contoh: “Di kota, desa, sampai kampong pelosok memiliki adat istiadat masing-masing”.

  1. Retorik

Retorik merupakan jenis majas yang berupa pertanyaan, namun tidak membutuhkan jawaban, serta bertujuan untuk menggugah, menyindir, dan menegaskan. Contoh: “Apakah dia yang selama ini kamu puji?”

3). Majas pertentangan

Majas pertentangan merupakan jenis majas yang berisi kata-kata kiasan dengan maksud menentang sesuatu hal, serta memberikan pengaruh dan kesan kepada pembaca atau pendengar lebih kuat. Berikut ini adalah jenis majas pertentangan, yaitu:

  1. Antithesis

Majas antithesis merupakan jenis majas yang digunakan oleh sepasang kata-kata dengan arti yang berlawanan. Contoh majas antithesis, yaitu: “Besar kecil, tua muda, ikut berperan serta dalam perlombaan flu”.

  1. Paradox

Majas paradox merupakan jenis majas yang berisi pertentangan mengenai fakta dengan pernyataan yang ada. Contoh: “Aku kesepian di tengah keramaian ini”.

  1. Hiperbola

Majas hiperbola merupakan jenis majas yang dinyatakan secara berlebihan dibandingkan kenyataan sesungguhnya untuk menciptakan kesan yang mendalam serta meminta suatu perhatian. Contoh: “Kulitnya putih seperti susu”.

  1. Litotes

Majas litotes merupakan jenis majas yang menjelaskan sesuatu hal yang berlawanan dari kenyataan sebenarnya dengan cara mengurangi atau mengecilkan. Contoh: “Kenapa kamu baik dengan orang jahat sepertiku?”

4). Majas sindiran

Majas sindiran seringkali berisi kata-kata kiasan dengan maksud menyindir sehingga pembaca ataupun pendengar dapat terpengaruh atau terkesan. Berikut ini adalah beberapa jenis majas sindiran, yaitu:

  1. Ironi

Majas ironi merupakan jenis majas yang berisi tentang hal-hal yang bertentangan dengan tujuan untuk menyindir.

Berikut adalah contoh majas ironi, yaitu: “Ini yang namanya siswa rajin, setiap hari selalu pulang duluan”.

  1. Sinisme

Majas sinisme bermaksud untuk menyindiri seseorang secara langsung. Contoh: “Cara bicaramu itu sangat kasar, tidak sepadan dengan pendidikanmu”.

  1. Sarkasme

Majas sarkasme merupakan jenis majas yang berupa sindiran kasar. Majas ini diucapkan oleh seseorang yang sedang marah. Berikut contohnya, yaitu: “Dasar lemah, begini saja tidak kuat!”

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *