Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Tujuan, Penerapan dan Contoh Negosiasi

Pengertian Negosiasi : Tujuan, Penerapan dan Contoh Negosiasi – Pernahkah anda melakukan nego atau negosiasi dengan orang lain tentang suatu hal? Jika pernah!

Pengertian, Tujuan, Penerapan dan Contoh Negosiasi

Pengertian, Tujuan, Penerapan dan Contoh Negosiasi

Seberapa besar pengetahuan anda tentang istilah negosiasi tersebut? Dan apakah dengan dilakukannya negosiasi, anda merasa puas dan gembira karena keinginan anda tercapai?

Baca Juga : Pengertian Mobilitas Sosial

Negosiasi merupakan aktivitas yang pasti pernah dilakukan oleh manusia di sepanjang hayatnya. Bahkan negosiasi pun sering dilakukan oleh orang awam, masyarakat kebanyakan yang notabene tidak memahami tentang pengertian dan definisi dari negosiasi tersebut.

Lantas apa hubungan negosiasi dengan kepuasan diri, kesepakatan interaksi sosial hingga hubungan timbal balik antara masyarakat?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada artikel berikut ini, kami akan menjelaskan detail tentang negosiasi yang kami lihat dari sudut pandang pengertian, tujuan, dan penerapan negosiasi. Sedangkan di akhir nanti, kami juga akan merilis contoh contohnya.

PENGERTIAN NEGOSIASI

Negosiasi adalah kegiatan interaksi sosial antara manusia demi tujuan untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

Biasanya negosiasi dilakukan jika kedua orang terlibat perbedaan pandangan tentang masalah yang dihadapi.

Sehingga untuk mencapai kesepakatan diantara keduanya, baru dilakukan negosiasi. Atas dasar itulah, negosiasi ada juga yang mengatakan sebagai kegiatan tawar menawar antara masyarakat.

Bukan itu saja, negosiasi ternyata juga dilakukan oleh para pembeli dengan pedagang demi tujuan untuk mendapatkan harga yang rendah.

Bahkan, fenomena ini tidak hanya terjadi pada niaga konvensional semata, lapak dagang online pun menyediakan fitur nego yang bisa dimanfaatkan oleh pembeli untuk menawar harga sehingga pembeli bisa mendapatkan harga paling rendah.

Inti dari negosiasi adalah penawaran demi kesepakatan. Jika ada penawaran tetapi tidak ada kesepakatan berarti negosiasi tidak menghasilkan sebuah kepuasan. Sebaliknya, jika tidak ada penawaran otomatis tidak ada negosiasi.

Selain itu, negosiasi adalah kegiatan untuk mencari kepuasan bersama. Jika negosiasi dilakukan semata untuk menekan pihak lain demi kepuasan dirinya, itu bukan tindakan negosiasi tetapi tindakan zalim atau pemaksaan kehendak.

Dari narasi diatas bisa diambil konklusi kalau pengertian negosiasi adalah sebuah interaksi sosial yang berisi kegiatan tawar menawar yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang mengatasnamakan dirinya atau lembaga serta golongan demi mencapai kesepakatan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

TUJUAN TUJUAN NEGOSIASI

Ada berbagai macam tujuan negosiasi yang harus anda pahami, diantaranya adalah :

  1. Tujuan Perundingan

Di dalam negosiasi pasti ada yang namanya proses perundingan. Perundingan ini dikelola secara musyawarah mufakat dengan landasan tidak adanya keterpaksaan dan pemaksaan dari kedua belah pihak.

  1. Tujuan Samakan Perbedaan

Orang yang melakukan negosiasi pasti dimulai dari mencuatnya perbedaan diantara kedua belah pihak. Yang mana perbedaan tersebut, masih memberi ruang untuk dilakukan lobi lobi penawaran supaya terjadi kesepakatan, paling tidak muncul kesamaan pendapat dari masalah yang berbeda.

  1. Tujuan Tercapainya Keinginan

Orang yang ingin melakukan negosiasi dengan orang lain, mustahil jika pihak pertama tidak ingin memiliki sesuatu yang ada pada pihak kedua. Namun, dia tidak ingin merebutnya secara paksa.

Maka dari itu, dilakukanlah kegiatan negosiasi untuk mengambil milik orang secara sukarela atau dengan bersyarat berdasarkan pada asas kesepakatan.

  1. Tujuan Mendamaikan Sengketa

Negosiasi juga dilakukan oleh orang yang sedang bersengketa. Biasanya negosiasi ini dilakukan pada masalah sengketa yang berhubungan dengan hukum perdata.

Tetapi karena tidak ingin berlabuh pada pengadilan, mungkin pihak yang bersengketa masih ada hubungan keluarga, maka negosiasi adalah solusi yang coba dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan sengketa selesai dengan aman.

  1. Tujuan Transaksional

Tujuan transaksional adalah negosiasi dilakukan pada transaksi transaksi tertentu seperti jual beli, tukar guling, barter dan lain lain.

Fungsi dari negosiasi ini adalah untuk mendapatkan harga terbaik bagi pihak pembeli tanpa menghilangkan untung untuk pihak penjual. Sehingga kesepakatan pun terjadi disana.

PENERAPAN NEGOSIASI

Berikut ini kami berikan beberapa penerapan negosiasi yang harus anda pahami sehingga anda tidak terjerumus pada perilaku pemaksaan dalam musyawarah atau terjebak pada penyebab ketakutan pihak kedua dalam menentukan sikapnya yang berhubungan dengan kepuasan dirinya.

  1. Ada masalah yang harus diselesaikan
  2. Kedua belah pihak bersikukuh dirinya yang paling benar
  3. Salah satu pihak bersedia melakukan nego dan diterima oleh pihak lainnya
  4. Negosiasi dilakukan secara wajar bahkan disaksikan oleh pihak saksi
  5. Terjalin kesepakatan ataupun tidak Hasil negosiasi tetap diterima dengan itikad baik

CONTOH CONTOH NEGOSIASI

Jika anda sudah tahu tentang pengertian, tujuan dan penerapan negosiasi, maka berikut ini akan kami list contoh contoh negosiasi yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, yaitu :

  1. Tawar Menawar harga di pasar
  2. Diskusi dengan teman tentang tempat wisata yang akan dijadikan objek pelesir kenaikan kelas.
  3. Diskusi sengketa tanah warisan dengan keluarga lain.
  4. Meminta Dana dalam Bentuk Sponsorship

Itulah pengertian dan tujuan dari dilakukannya negosiasi. Semoga dengan artikel ini, anda bisa bernegosiasi dengan baik sehingga kesepakatan kesepakatan penting bisa anda dapatkan dan kepuasan kepuasan prestisius bisa anda raih.

Baca Juga : Pengertian Stratifikasi Sosial

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018