Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis dan Fungsi Resistor

Pengertian Resistor : Jenis dan Fungsi Resistor – Jika anda suka bongkar bongkar alat elektronik, pasti anda mengerti apa itu resistor.

Jika pengetahuan tersebut anda kembangkan, tentu kecakapan anda tentang alat elektronik semakin tinggi. Ini bisa anda manfaatkan untuk menjadi service reparasi elektronik.

Baca Juga : Pengertian Kapilaritas

Bahkan, jika ada televisi dan radio yang rusak, anda bisa memperbaikinya sendiri tanpa harus dibawa ke bengkel elektro.

Resistor merupakan alat alat yang ada di dalam mesin elektronik yang bisa kita temukan ketika membongkar alat elektronis seperti televisi, radio, HP dan lainnya.

Komponen resistor terdiri dari gelang gelang warna yang tersusun secara rapi untuk memudahkan monitoring terhadap nilai resistensi dan hambatan.

Nah, pada artikel berikut ini kami, kami akan menjelaskan secara detail tentang resistor yang kami ulas dengan singkat dari segi pengertian, jenis dan fungsi fungsinya.

PENGERTIAN RESISTOR

Resistor sama dengan hardware yang wajib ada pada perangkat elektronik. Fungsi dari resistor adalah mengatur resistensi dan hambatan tertentu sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pembatas dan setting aman terhadap arus listrik yang ada.

Bentuk dari resistor bulat panjang yang disampingnya terdapat beberapa gelang berwarna yang antara warna yang satu dengan lainnya memiliki fungsi dan nilai berbeda yang hanya bisa diukur oleh rumus yang juga berbeda.

Resistor elektronik bisa dihitung melalui nilai satuan yang disebut Ohm. Istilah ini diambil dari nama belakang si penemu yaitu George Simon Ohm. Seorang fisikawan jerman yang sangat populer di jamannya.

Bagian bagian resistor dirancang dari berbagai isolator yang memang adaptabel dengan pergerakan arus listrik sehingga resistor mampu menghambat pasokan listrik di dalam alat elektronik dengan mudah.

 Selain itu, untuk bisa membaca pergerakan resistor, anda harus memahami teori resistensi di dalam hukum OHM yaitu nilai resistensi akan berbanding lurus dengan arus listrik.

Jenis Jenis Resistor

Kurang lebih ada tiga jenis resistor yaitu resistor tetap, resistor tidak tetap, resistor thermal, dan light depedent resistor. Ini dia penjelasan kongkrit dari ketiganya.

  1. Resistor Tetap

Resistor tetap memiliki istilah lain yaitu fixed resistor. Resistor ini memiliki pengertian nilai hambatan ketika mengatur arus listrik tidak pernah berubah. Hal ini disebabkan oleh komponen pembuat resistor yang memang dirancang khusus untuk bekerja secara permanen seperti karbon, film logam dan film karbon.

  1. Resistor Tidak Tetap

Resistor tidak tetap adalah variable pengatur arus listrik yang masih bisa diubah dan dipermak. Di jaman ini, resistor tidak tetap sudah dibuat dengan berbagai macam komponen yang berbeda sebut saja rheostat, potensiometer, trimpot yang oleh kalangan fisikawan disebut preset resistor. Jadi, resistor tidak tetap adalah resistor yang masih bisa diubah sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

  1. Resistor Thermal

Resistor thermal tidak jauh berbeda dengan resistor tidak tetap. Karena resistor thermal juga memiliki ciri ciri bisa diubah ubah sesuai kebutuhan.

Akan tetapi perbedaannya adalah, perubahan resistor terjadi secara otomatis sesuai suhu atau temperatur mesin. Maka dari itu, komponen resistor thermal in juga disebut negatif temperatur dan positif temperatur.

  1. Light Depedent Resistor

Light depedent resistor merupakan komponen resistor yang resistensinya bisa diubah. Jika resistor thermal yang merubah aalah suhu atau temperatur, kalau light depedet resistor yang merubah adalah intensitas cahaya. Resistor ini biasanya dipakai untuk lampu penerangan jalan raya.

FUNGSI RESISTOR

Pemasangan resistor pada alat alat elektronik bukan tanpa sebab. Bahkan, resistor memiliki fungsi mandiri yang tidak tergantung pada komponen yang lain.

Pada umumnya fungsi resistor adalah mengatur arus listrik dengan memberikan resistansi nilai dan hambatan. Sedangkan fungsi lengkapnya adalah sebagai berikut :

  1. Komponen untuk membatasi arus listrik
  2. Komponen yang bekerja sebagai setting arus listrik
  3. Sebagai pembagi arus listrik yang lewat
  4. Untuk Menurunkan tegangan listrik over

Nah, jika anda sudah tahu fungsi dari resistor, tentunya komponen ini wajib ada didalam semua alat elektronik yang anda punya. Sebut saja televisi, Radio, Kulkas, Lampu hingga Komputer.

Jika resistor lemah bahkan rusak, pemanasan mesin terjadi bahkan overhate, yang akan cepat berubah menjadi ledakan dan kebakaran dahsyat. Ini tentu berbahaya.

Maka dari itu, jika dirasa alat elektronik anda mudah panas, segera bawa ke teknisi yang ahli supaya bisa segera dilakukan tindakan perbaikan pada resistornya. Baik dengan cara diganti yang baru atau dimodifikasi.

Itulah pengertian, jenis dan fungsi resistor di dalam alat elektronik. Semoga artikel ini ada manfaatnya bagi anda yang ingin memiliki alat elektronik awet serta mungkin bagi anda yang ingin menguasai lebih jauh tentang alat alat dan komponen komponen elektronik yang bisa anda jadikan sebagai tambahan ilmu ketika ingin memperbaiki alat alat elektronika milik anda sendiri.

Baca Juga : Pengertian Massa Dan Berat

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018