Pengertian dan Fungsi Retina

Pengertian Retina : Fungsi Retina – Dalam kehidupan sehari-hari, mata adalah salah satu organ yang paling penting bagi manusia.

Pengertian dan Fungsi Retina

Pengertian dan Fungsi Retina

Bagaimana tidak, mata digunakan sebagai indra penglihatan yang sangat bermanfaat untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Mata terdiri dari berbagai bagian, salah satunya adalah retina. Berikut adalah pengertian dan fungsi retina.

Baca Juga : Anatomi Mata Manusia

Pengertian retina

Retina atau Tunika nervosa merupakan salah satu lapisan bola mata yang paling dalam.

Retina melapisi sekitar ¾ bagian posterior bola mata dan merupakan salah satu jalur penglihatan.

Pada permukaan anterior retina juga terdapat pembuluh darah yang berfungsi untuk memberikan suplai makanan dan oksigen guna menunjang fungsi retina.

Retina merupakan satu-satunya bagian dari organ tubuh yang memiliki pembuluh darah dan dapat diamati secara langsung tanpa perlu menggunakan alat khusus maupun pembedahan.

Selain itu, retina juga terdiri dari diskus optikus (bintik buta), daerah keluarnya nervus optikus dari bola mata, serta terdapat juga arteri dan vena sentralis yang searah dengan nervus optikus.

Bagian penting dari retina adalah epitel pigmen yang mana merupakan bagian non-visual dan bagian neural yang mana merupakan bagian visual.

Epitel pigmen adalah satu lapisan sel epitel yang memiliki pigmen melanin. Pigmen melanin tersebut terletak diantara koroid dan bagian neural dari retina.

Melanin berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk ke bola mata, sehingga mencegah penyebaran cahaya ke bagian lain dari bola mata.

Bagian neural retina (visual) berfungsi untuk memproses data yang diterima oleh mata sebelum dikirim oleh saraf sensorik menuju hipotalamus dan korteks visual primer.

Lapisan neural retina ini merupakan hasil peregangan otak yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan sel fotoreseptor, sel bipolar dan sel ganglion.

Tiap lapisan tersebut dipisahkan oleh dua zona tempat terjadinya sinaps yang terdiri dari lapisan sinaps luar dan lapisan sinaps dalam.

Selain itu, terdapat juga sel horizontal dan sel amakrin yang berfungsi untuk membentuk jalur lateral guna mengolah sinyal yang dikirim oleh sel fotoreseptor ke sel bipolar maupun sel ganglion.

Sel horizontal berperan dalam proses diferensiasi berbagai macam warna, sementara sel amakrin akan bersinaps dengan sel ganglion.

Selanjutnya, sel bipolar dan sel ganglion akan menghantarkan sinyal ektisasi ke sel ganglion dan menyebabkan sel ganglion berdepolarisasi, sehingga impuls saraf terinisiasi.

Fotoreseptor berfungsi untuk transduksi cahaya yang masuk menjadi potensial reseptor.

Selain itu, fotoreseptor memiliki dua jenis sel, yaitu sel batang dengan jumlah mencapai 5 juta sel dan kerucut dengan jumlah mencapai 100 juta sel batang.

Kedua sel ini memiliki fungsinya masing-masing, yang mana sel batang berperan dalam penglihatan hitam putih pada kondisi cahaya minim atau cahaya remang-remang.

Selain itu, sel batang juga dapat membedakan bayangan yang gelap dan lebih terang, serta mengidentifikasikan berbagai bentuk dan pergerakan.

Sebaliknya, sel kerucut memiliki funngsi untuk penglihatan berbagai macam warna dengan cahaya yang cukup terang.

Sel kerucut berpusat di daerah fovea sentralis yang terletak di tengah macula lutea.

Setelahnya, informasi yang diterima di fotoreseptor akan diteruskan ke sel bipolar melalui lapisan sinaps luar pada lapisan pleksiform luar, lalu dilanjutkan ke sel ganglion melalui lapisan sinaps dalam pada lapisan pleksiform dalam

Pada dasarnya, terdapat 10 lapisan yang menyusun retina mulai dari sisi luar ke sisi dalam, yaitu : epitel pigmen, lapisan batang dan kerucut, membran limitans eksterna, lapisan inti luar, lapisan pleksiform luar, lapisan inti dalam, lapisan pleksiform dalam, lapisan ganglion, lapisan serat saraf dan membran limitans interna.

Fungsi retina

Retina atau selaput jala memiliki fungsi utama untuk menangkap dan meneruskan cahaya yang diperoleh dari lensa menuju ke saraf mata.

Cahaya tersebut akan diteruskan saraf mata ke saraf pusat pada otak. Hasil dari proses tersebut membuat kita dapat melihat berbagai benda di sekitar kita dengan beragam bentuk dan warna yang berbeda.

Pada retina, bayangan visual akan diperbesar dan dikumpulkan pada neuron pasca sinaps dengan jumlah yang sama (konvergen) atau disebarkan dengan jumlah yang lebih besar (divergen).

Selanjutnya, neurotransmiter yang dilepaskan oleh fotoreseptor akan menginduksi potensial pada sel horizontal.

Sel horizontal akan mengirim sinyal inhibisi ke sel bipolar pada bagian lateral sel batang dan kerucut yang terstimulasi.

Proses inhibisi lateral ini akan meningkatkan kontras pada penglihatan antara daerah retina yang distimulasi kuat dan daerah yang kurang distimulasi.

Selain itu, retina juga berperan dalam proses adaptasi dari daerah terang ke daerah yang gelap atau sebaliknya.

Ketika penerangan meningkat, maka fotopigmen akan lebih banyak memutih, sehingga semakin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk proses pemutihan.

Sebaliknya, jika penerangan menurun, maka terjadi regenerasi fotopigmen sel kerucut selama 8 menit, serta hanya sel batang yang berfungsi.

Itu dia pengertian dan fungsi dari retina. Sekarang Anda sudah benar-benar memahami pentingnya retina dalam mata Anda, bukan?

Baca Juga : Jenis-jenis Cacat Mata Pada Manusia

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *