Pengertian Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Pengertian Struktur Atom dan Ikatan Kimia – Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya yang berada diluar inti atom.

Pengertian Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Pengertian Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Inti atom mengandung campuran proton yang memiliki muatan positif dan mengandung neutron yang tidak bermuatan alias netral sehingga inti atom bermuatan positif.

Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik.

Proton, neutron dan elektron dinamakan partikel dasar atom. Sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul.

Penemu elekton adalah J.J Thomson yang berhasil menemukan elektron melalui percobaan sinar katode.

Robert Milikan juga berhasil menemukan muatan elektron pada percobaan tetesan halus minyak.

Penemu Elektron adalah Eugene Goldstein yang berhasil menemukan proton pada percobaan sinar kaotode yang telah dimodifikasi dengan memberikan lubang di tengah katode.

Penemu neutron yaitu James Chadwick yang berhasil menemukan neutron melalui percobaan dengan menembaki atom Beriliun dengan sinar alfa hal ini yang membuktikan bahwa neutron tidak bermuatan.

Sedangkan inti atom ditemukan oleh Ernest Rutherford beserta dua muridnya yang bernama Hans Geiger dan Ernest Marsden yang memberi nama pada ekperimennya yaitu ekperimen penghamburan sinar alpha.

Atom dikelompokan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom.

Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut sedangkan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Berdasarkan teori atom Dalton menyebutkan bahwa atom merupakan partikel terkecil materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Hal ini terbukti dari penemuam filsuf India dan Yunani pada abad ke 17 dan 18 yang menunjukan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia.

Pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 para ilmuwan tersebut membuktikan dengan penemuan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom.

Penemuan ini membuktikan bahwa atom tidak dapat dibagi-bagi lagi. Atom merupakan partikel yang sangat kecil dengan memiliki massa yang sama kecilnya.

Atom tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, artinya harus menggunakan alat khusus untuk melihat bentuk atom seperti menggunakan mikroskop.

Menentukan strukur atom dapat dilakukan melalui tabel perioden yang dapat menyusun dasar penyusun atom.

Stuktur atom menggambarkan bagaimana partikel-partikel dalam atom tersusun. Atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang tersebar dalam kulit-kulitnya.

Sebagian besar atom terdiri dari ruang hampa dimana didalamnya terdapat inti yang sangat kecil dari massa dan muatan positifnya dipusatkan dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif.

Jumlah proton dalam inti atom akan menentukan muatan inti atom, sedangkan massa atom inti ditentukan oleh banyaknya proton dan neutron.

Selanjutnya dilambangkan X sebagai lambang suatu unsur, Z sebagai nomor atom dan A sebagai nomor massa.

Adanya gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau paliatomik menjadi stabil disebut ikatan kimia. Ikatan kimia terjadi melalui dua proses.

Yang pertama yaitu dengan dengan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom yang lain.

Atom yang melepaskan elekton akan membentuk ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron akan berubah menjadi ion negatif sehingga terjadi gaya elektrostatik.

Yang kedua yaitu melalui proses pemakaian bersama pasangan elektron baik dari masing-masing atom yang berikatan maupun yang berasal dari salah satu atom yang berikata.

Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat.

Ikatan kimia tebagi menjadi tiga jenis yaitu :

  1. Ikatan Ion

Ikatan Ion adalah ikatan yang terjadi akibat adanya gaya tarik menarik antara ion positif dan ion negaitf.

Ikatan ini terjadi karena adanya unsur logam dan non logam. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur uang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.

Contoh senyawa yang mengandung ikatan ion disebut senyawa ionik. Contoh senyawa ionik yaitu CaO, BaO, NaCl dan sebagainya.

  1. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan pasangan elektrin oleh dua atom yang berikatan.

Ikatan kovalen terbentuk diantara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron.

Baca Juga :

Ikatan kovalen terbentuk antar sesama unsur nonlogam yang terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron. Contoh senyawa yang berikatan kovalen yaitu HCl, H2O, O2 dan sebagainya.

  1. Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara unsur H denan atom F, O dan N.

Ikatan hidrogen adalah jenis ikatan intermolekul dan bukan ikatan intramolekul. Contoh senyawa hidrogen adalah air, HF dan sebagainya.

  1. Ikatan Logam

Ikatan logam terjadi karena adanya gaya tarik menarik yang kuat antara ion positif dari logam terhadap elektron-elektron valensi yang bergerak bebas.

Contoh unsur yang berikatan logam adalah kuningan, alumunium, besi dan sebagainya.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *