Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme – Saat ini, istilah kapitalisme mulai diangkat kembali ke publik. Ironinya istilah ini beraroma negatif yang dijadikan generalisir ketidak berpihakan pemerintah kepada rakyat. Benarkah demikian? Jika tidak, lantas apakah pengertian kapitalisme tersebut? dan bagaimana cara kerjanya?

Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

Bagi ahli ekonomi mungkin tidak terlalu sulit untuk menjelaskan tentang kapitalisme.

Tetapi bagi orang awam, kapitalisme masih dianggap hantu yang harus dijauhi karena lebih berbau kebarat baratan yang identik dengan konflik dan ketidak adilan.

Nah, agar pemahaman kita tentang kapitalisme tidak bias, berikut ini kami jelaskan tentang kapitalisme lengkap dengan pengertian, tujuan dan ciri cirinya.

PENGERTIAN KAPITALISME

Istilah kapitalisme diambil dari kata “ capital “ yang memiliki arti modal. Lalu pengertian “ capital “ bergeser menjadi pemilik modal.

Nah dari pengertian bebasnya sudah bisa ditangkap, kalau kapitalisme identik dengan pemilik modal atau swasta.

Artinya, pihak swasta atau pemodallah yang paling berhak mengatur jalannya ekonomi secara absolut tanpa intervensi dari pihak manapun. Lantas dimana peran pemerintah?

Pemerintah hanya berperan sebagai monitoring yang nantinya pihak pemodal atau pihak swasta akan membayar sejumlah pajak kepada pemerintah yang diambil dari sebagian laba usaha dan produk yang mereka jual.

 Sedangkan seluruh laba usahanya  akan masuk ke kantong pemilik modal itu sendiri.

Dari ilustrasi diatas sudah bisa simpulkan bahwa, kapitalisme adalah sistem ekonomi yang didalamnya ada sektor sektor strategis seperti perdagagangan dan penyediaan alat industri serta sarana produksi, yang semuanya dikelola oleh swasta non pemerintah atau pemilik modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Jadi, pada sistem ekonomi kapitalis, transaksi perdagangan murni terjadi antara pihak perusahaan dengan pembeli. Pemerintah tidak berhak ikut campur pada transaksi tersebut.

Bahkan pemerintah juga tidak boleh mengintervensi pangsa pasar yang diciptakan oleh pihak pemodal.

Maka menjadi wajar kalau sistem ekonomi kapitalis disebut sistem ekonomi yang tidak merakyat. Karena terkadang ada insiden ketidak adilan harga disana yang terkadang pemerintah pun tidak menyadarinya.

TUJUAN KAPITALISME

Semua sistem ekonomi tercipta tentu demi tujuan untuk mendapatkan profit sebesar besarnya.

Tanpa terkecuali tujuan sistem ekonomi kapitalis. Namun, lebih jauh dari itu, ada beberapa tujuan prestisius lainnya yang tidak bisa dilupakan begitu saja, yaitu :

  1. Demi Persaingan Bebas

Sistem ekonomi kapitalis berasaskan pada pemilik modal atau pihak swasta menjadi pengelola absolut terhadap perusahaannya didalam menentukan pasar.

Itu artinya, pihak swasta bisa memainkan persaingan secara bebas tanpa campur tangan regulasi pemerintah yang cenderung lebih mengikat.

  1. Demi Prestisius dan Nama Besar

Pada sistem kapitalisme, perusahaan yang pemodalnya kuat, dijamin produk yang dijual akan semakin laris di pasaran.

Karena pemodal inilah yang jor joran membeli alat produksi terbaik sehingga produk yang disodorkan kepada masyarakat lebih berkualitas.

Namun, kelemahan dari sistem ini adalah perusahaan kecil dengan pemodal urunan dan pas pasan akan terlindas bahkan gulung tikar.

Jika kita melihat tujuan pada poin dua diatas, tentu menjadi wajar kalau di sistem kapitalis ini, perusahaan perusahaan besar dengan modal kuat bisa saling bersaing berebut nama besar sekalipun harus saling sikut dan hantam.

  1. Mendapat Profit Tanpa Batas

Tujuan sistem ekonomi kapitalisme yang ketiga adalah mendapat profit tanpa batas.

Jika biaya produksi dikelola oleh pemilik modal sendiri, tentu laba yang dihasilkan, seluruhnya akan masuk ke dalam kantong mereka dan pemerintah hanya mendapat profit dari pajak tahunan perusahaan tersebut.

Hal ini berbeda ketika biaya produksi masih berhutang kepada pemerintah. Tentu profitnya akan dibagi dua.

CIRI CIRI KAPITALISME

Nah setelah anda tahu pengertian dan tujuan kapitalisme, berikut ini kami list juga ciri cirinya, yaitu :

  1. Pihak Swasta Bebas Memiliki Alat Produksi

Di sistem ekonomi kapitalis, pihak swasta bebas membeli alat produksi dan mencatatnya dengan nama pribadi.

Sehingga di sistem ini banyak sekali alat produksi yang diakuisasi bukan milik pemerintah melainkan sudah berpindah tangan menjadi milik swasta atau lembaga perorangan.

  1. Pihak Swasta Berhak Menentukan Metode Pengelolaan Perusahaannya Secara Mandiri

Pada sistem kapitalis, pihak swasta berhak mengelola perusahaannya dengan metodenya sendiri.

Pemerintah tidak boleh ikut campur. Maka dari itu, terkadang di sistem ini terdapat celah yang dimanfaatkan pihak swasta untuk melakukan segala cara demi produk mereka laku dan demi mereka berhasil menguasai pasar.

  1. Pihak Swasta Sebagai Penentu Produk dan Harga

Ciri ciri sistem kapitalis yang ketiga adalah pihak swasta atau pemilik modal sebagai penentu produk dan harga.

Di dalam sistem kapitalis, pihak swastalah yang menentukan produk apakah yang bakal mereka jual sekaligus harganya.

Maka jangan heran, pada sistem ini, harga produk yang dikeluarkan oleh perusahaan besar lebih murah dibandingkan perusahaan kecil. Efeknya tentu perusahaan kecil akan kehilangan pelanggan.

  1. Pihak Swasta Pengatur Perekonomian Negara

Jika kita melihat negara yang berpaham kapitalisme di sektor ekonominya, pasti, pihak swasta melarang pemerintah terjun langsung sebagai pengelola ekonomi. Semuanya diambil alih oleh perusahaan swasta.

Pemerintah hanya diberi mandat untuk menjaga proses perekonomian tetap sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah di negara itu.

Sedangkan urusan laba perusahaan, transaksi dan penawaran perusahaan dengan pembeli bukan menjadi urusan pemerintah.

Itulah pengertian, tujuan dan ciri ciri sistem ekonomi kapitalisme. Sekarang, pasti anda sudah memiliki gambaran tentang efek yang bisa ditimbulkan oleh sistem ekonomi barat ini jika diterapkan di negara negara berkembang seperti Indonesia.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *