Cara Budidaya Cabai Merah Dengan Menggunakan Pot

Cara Budidaya Cabai Merah Menggunakan Pot – Cabai merupakan bumbu dapur yang sangat diminati masyarakat Indonesia mulai dari jenis cabai keriting, rawit, dan lainnya.

Cara Budidaya Cabai Merah Dengan Menggunakan Pot

Cara Budidaya Cabai Merah Dengan Menggunakan Pot

Meskipun memberikan sensasi pedas di lidah, cabai juga sangat bermanfaat bagi tubuh. Beberapa manfaat yang didapatkan apabila mengonsumsi cabai adalah mencegah masalah pencernaan, mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi, dan mencegah penyakit kanker.

Tanaman cabai merupakan tanaman yang dapat ditanam di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 2000 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga :

Adapun suhu yang tepat untuk melakukan budidaya cabai tersebut adalah sekitar 24°C hingga 27°C. Dikarenakan keterbatasan lahan dan lainnya membuat sebagian pelaku budidaya tanaman cabai melakukan budidaya dengan memanfaatkan pot.

Meskipun demikian, tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik asalkan nutrisinya terpenuhi secara sempurna.

Selain memberikan manfaat yang sangat berkhasiat bagi tubuh, budidaya tanaman cabai dinilai tidak terlalu sulit untuk dijalani. Selain itu, budidaya tanaman cabai dapat dilakukan pada lahan yang minim yaitu dengan memanfaatkan pot.

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan untuk melakukan budidaya tanaman cabai dengan memanfaatkan pot, diantaranya adalah:

Memilih Bibit Cabai yang Berkualitas

Untuk mendapatkan hasil budidaya yang sempurna, pemilihan bibit cabai sangat mempengaruhi hal tersebut. Oleh karenanya, bibit yang dipilih haruslah berasal dari indukan yang memenuhi standar budidaya.

Sebelum memilih bibit tanaman cabai, kenali terlebih dahulu mengenai jenis tanaman cabai yang sering dibudidayakan di Indonesia.

Jenis cabai yang baik untuk dibudidayakan adalah cabai keriting dengan varietas hibrida ataupun lokal. Cabai Hibrida merupakan jenis cabai dengan kualitas terbaik dibandingkan cabai lokal.

Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan bibit cabai yang berkualitas yaitu dengan memahami langkah-langkah berikut ini.

Memilih cabai dari indukan yang berasal dari tanaman cabai. Pastikan bahwa cabai tersebut didapat dari rangkaian yang paling bawah.

  • Memastikan kematangan cabai yang akan dijadikan bibit tersebut.
  • Memilih bibit dengan ukuran besar dan bebas dari kerusakan.

Apabila menemukan kesulitan dalam memilih bibit cabai dengan langkah-langkah di atas, alternatif lain yang tersedia dalam mengupayakan bibit cabai tersebut adalah dengan membeli bibit cabai F1 di took-toko pertanian.

Penyemaian Bibit Tanaman Cabai

Penyemaian bibit tanaman cabai dapat dilakukan dengan menggunakan polybag berukuran kecil. Namun, sebelum melakukan penyemaian, isilah polybag tersebut dengan tanah humus, jerami, dan pupuk kandang dengan komposisi perbandingan 3:1:1. Setelah bibit disemai, tunggu 3 hingga 4 minggu demi mendapatkan bibit tanaman cabai yang telah memiliki daun.

Pengolahan Area Tanam Tanaman Cabai

Ketika memilih melakukan budidaya tanaman cabai pada polybag atau pot, bukan berarti tugas pelaku budidaya terbebas dari pengolahan area tanam.

Area tanam di sini adalah tanah atau media yang akan dipersiapkan. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah memastikan terdapatnya sirkulasi air pada polybag atau pot dengan cara melubangi bagian dasar polybag atau pot.

Setelah itu, masukkan tanah humus, pupuk kandang kering, kompos, dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 3:1:1.

Pemindahan Bibit Tanaman Cabai

Pemindahan bibit tanaman cabai sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Ketika akan memindahkan bibit tanaman cabai ke polybag atau pot, usahakan agar tanaman cabai tersebut berada dalam keadaan yang lengkap dengan menyediakan lubang tanam sedalam 5 hingga 7 cm untuk menanam bibit cabai tersebut.

Agar bibit tanaman cabai tersebut dapat beradaptasi dengan baik, lakukan penyiraman secara rutin sebanyak dua kali sehari.

Jangan lupa untuk mmenyediakan drainase pada barisan polybag budidaya tanaman cabai agar air bekas penyiraman tidak tergenang.

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Cabai

Perawatan tanaman cabai termasuk dengan melakukan penyiraman, pemupukan lanjutan, dan pemeliharaan tanaman dari hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman cabai seperti ulat daun, kutu, penyakit layu, antraknosa, dan lainnya.

Penyiraman dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman sedangkan pemupukan lanjutan dilakukan sesuai dengan jadwal yang diberlakukan. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan memberikan pupuk kandang kering selama satu bulan sekali.

Apabila kesehatan tanaman cabai terjaga, tanaman cabai akan tumbuh besar dan sering kali mengalami kerusakan dikarenakan tanaman tersebut yang mudah roboh.

Oleh karenanya, berilah kayu atau bambu yang berguna untuk menopang batang tanaman cabai tersebut. Apabila tanaman cabai terserang penyakit, lakukan peenyemprotan fungisida sesuai dengan kebutuhan.

Pemanenan Budidaya Tanaman Cabai

Tanaman cabai sudah memasuki masa panen apabila tanaman tersebut sudah memasuki usia 75 hari terhitung sejak penanaman.

Baca Juga :

Cabai yang dapat dipanen dapat dilihat dari perubahan warna yang terjadi. Pemanenan cabai dapat dilakukan pada sore hari untuk mencegah kerusakan dan kekeringan pada buah. Dalam proses panen, perhatikan cara pemetikan yang baik dan benar agar tanaman tidak rusak.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *