Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Tanaman Bayam Organik Yang Efektif

Cara Budidaya Tanaman Bayam – Tanaman bayam merupakan tanaman yang digolongkan dalam kelompok sayur-sayuran. Tanaman yang dikenal dalam bahasa latin Amaranthus sp. ini berasal dari Amerika bagian daerah tropis.

Cara Budidaya Tanaman Bayam Organik Yang Efektif

Cara Budidaya Tanaman Bayam Organik Yang Efektif

Struktur tanaman bayam memiliki tekstur batang yang  mengandung air, memiliki tangkai pada daun, dan memiliki warna hijau, merah, hingga hijau keputihan.

Dikarenakan tanaman bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi, tanaman bayam dijadikan sebagai salah satu jenis tanaman budidaya.

Untuk memperkuat nilai gizi dan harga jual yang terdapat pada tanaman bayam, beberapa pelaku budidaya tanaman bayam memilih untuk melakukan budidaya bayam organik.

Namun, beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman bayam organik, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertimbangkan Kondisi Tempat Berlangsungnya Budidaya

Kondisi temat berlangsungnya budidaya harus dipertimbangkan seperti area penanaman, iklim, dan kondisi tanah.

Tanaman bayam mampu tumbuh dan berkembang jika ditanam pada ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu 20°C hingga 30°C.

Adapun pH tanah yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini adalah 6.7. Jika keadaan area budidaya tanaman bayam memiliki pH yang rendah, campurkan kapur pertanian untuk mencapai pH standar.

Jenis Tanaman Bayam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tanaman kangkung memiliki beberapa jenis, diantaranya bayam cabut dan bayam raja. Bayam cabut memiliki ukuran daun yang lebih kecil dengan warna hijau dan merah hati.

Sementara itu, bayam raja memiliki struktur daun yang lebar dengan warna hijau keabu-abuan.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam

Pengelolaan Area Tanam

Sebelum melakukan penanaman biji atau benih tanaman bayam, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu dengan menentukan kadar keasaman tanah.

Seperti yang telah diulas di atas, kadar keasaman yang tepat untuk budidaya tanaman bayam adalah 6.7. Jika tidak mencapai kadar tersebut, campurkan tanah dengan kapur pertanian atau dolomit. Apabila kadar keasaman berlebih, tambahkan belerang untuk menetralkannya.

Setelah kondisi tanah dianggap sudah stabil dengan kadar keasaman yang tepat, olahlah tanah dengan memberikan pupuk awal.

Perlu diketahui bahwa pupuk terbaik yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman bayam organik adalah pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ayam.

Diamkan area budidaya yang telah diberikan pupuk kandang tersebut selama 2 hingga 3 hari sebelum dilakukan penyemaian benih.

Pengelolaan area tanam budidaya tanaman bayam ditata dengan pembuatan bedengan setelah pengolahan area tanam.

Bedengan dibuat dengan memiliki ukuran lebar satu meter dengan tinggi sekitar 20 hingga 30 cm dan panjang yang dapat disesuaikan dengan keadaan area tanam.

Persiapan Benih Tanaman Bayam

Penanaman tanaman bayam dapat dilakukan secara langsung pada bedengan yang tellah tersedia. Penanaman tersebut dilakukan dengan menyemaikan biji tanaman bayam.

Biji tanaman bayam yang dapat digunakan adalah biji yang disimpan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama atau pelaku budidaya dapat menggunakan biji tanaman bayam pada budidaya sebelumnya.

Adapun biji tanaman bayam yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya adalah sekitar lima hingga sepuluh kilogram untuk setiap hektarnya. Pastikan penebaran biji tanaman bayam tersebut dilakukan secara merata.

Perawatan dan Pemeliharaan

Jika budidaya tanaman budidaya dilakukan secara organik, maka akan terdapat perlakuan yang berbeda dalam pemberian pupuk. Namun, dalam perawatan dan pemeliharaannya tetaplah sama dengan penanaman pada umumnya.

Perawatan dan pemeliharaan tanaman bayam dilakukan agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam terjaga hingga waktu penanaman tiba.

Beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya adalah melakukan penyiraman, pemupukan lanjutan, dan pemberantasan hama secara alami.

Penyiraman dilakukan sebagai pencegahan dehidrasi pada tanaman dan menjaga kelembaban tanah. Namun, kadar air yang berlebih juga tidak baik bagi tanaman bayam karena akan mengakibatkan pembusukan pada tanaman bayam tersebut.

Pemupukan lanjutan dilakukan untuk menjaga nutrisi tanaman bayam. Pemberian pupuk lanjutan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan budidaya tanaman bayam.

Selain memberikan dan menjaga nutrisi tanaman bayam, jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan tanaman bayam dengan cara melakukan pemberantasan hama yang menyerang tanaman bayam tersebut.

Pemberantasan hama dapat dilakukan secara alami dengan memberikan pupuk kandang, dan pestisida hayati, serta menemukan sumber hama bayam tersebut.

Ada baiknya untuk melakukan penyiangan agar menekan pertumbuhan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan budidaya tanaman bayam.

Panen

Tanaman bayam sudah dapat dipanen apabila telah memasuki usia 20 hari pasca penanaman dengan pertumbuhan batang telah mencapai 20 cm.

Pemanenan tanaman bayam dilakukan dengan melakukan pencabutan. Hasil yang akan diperoleh untuk setiap hektar area budidaya akan mencapai sebanyak 20 ton.

Setelah melakukan pemanenan, bersihkan tanaman bayam tersebut dengan cara mencucinya. Simpanlah hasil panen pada tempat yang teduh untuk mempertahankan kesegaran bayam tersebut.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bayam

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018