Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam – tanaman bayam merupakan tanaman asli dari Amerika tropik yang awal mulanya dijadikan sebagai tanaman hias.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam

Kata bayam dalam bahasa ilmiah dikenal dengan istilah Amaranth. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yang berarti abadi. Tanaman bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang kaya akan zat besi dan protein.

Baca Juga :

Terdapat dua jenis bayam berdasarkan ukurannya yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bayam petik dan bayam cabut.

Bayam petik sendiri merupakan jenis bayam yang memiliki ciri-ciri seperti daun yang lebar dengan ukuran batang yang lebih besar.

Sementara bayam cabut memiliki ciri-ciri yaitu batang bewarna kemerahan atau perpaduan warna hijau dengan ukuran relatif lebih kecil. Adapun waktu tanam yang berlangsung hanya sekitar 25 hari.

Tanaman bayam memiliki segudang manfaat apabila dikonsumsi, namun pastikan terlebih dahulu tentang jenis bayam yang diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Beberapa manfaat tersebut diantaranya adalah memiliki kadar kalori yang rendah sehingga cocok dikonsumsi bagi orang-orang yang sedang menjalani program diet, mampu meningkatkan kesehatan otak, menjaga kesehatan mata dengan kandungan vitamin A pada tanaman bayam tersebut, salah satu cara untuk mencegah osteoporosis dini, zat antiinflamasi pada bayam mampu mencegah peradangan, meningkat metabolisme tubuh dengan protein yang dikandungnya,

Klasifikasi Tanaman Bayam

Klasifikasi tanaman bayam merupakan salah satu cara untuk mengetahui jenis-jenis dan pembagian tanaman bayam tersebut menurut ilmu biologi.

Klasifikasi tanaman bayam dikategorikan ke dalam kingdom plantae yang terbagi pada sub kingdom, super divisi, divisi, kelas, sub kelas, ordo, famili, genus dan spesies.

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Sub Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Hamamelidae
  • Ordo : Caryphyllales
  • Famili : Amaranthaceae
  • Genus : Amaranthus
  • Spesies : Amaranthus sp. L.

Tanaman bayam merupakan tanaman yang berasal dari kingdom Plantae dimana seluruh tanaman yang ada di muka bumi memiliki kingdom yang sama.

Tanaman ini digolongkan kepada tumbuhan berpembuluh yang menghasilkan biji yang merupakan sumber generative atau cara perkembang biakan pada tanaman bayam.

Berdasarkan jenisnya, tanaman bayam terbagi ke dalam beberapa spesies yaitu Amaranthus tricolor (bayam hijau), Blitum rublum (bayam merah), Blitum album (bayam putih).

Selain itu, terdapat juga jenis bayam lainnya yaitu Amaranthus hibridus (bayam kakap), Amaranthus spinosus (bayam duri), dan Amaranthus blitum (bayam tanah).

Tanaman bayam yang dimanfaatkan sebagai sumber konsumsi adalah bayam cabut. Dalam hal ini, bayam cabut terbagi dalam dua jenis yaitu Amaranthus hibridus caudus dan Amaranthus hibridus paniculatus.

Amaranthus hibridus caudus memiliki ciri-ciri yaitu berdaun panjang dan runcing pada ujungnya, berwarna hijau kemerahan dan merah tua, memiliki bunga yang tersusun dan terkumpul pada ujung batang.

Sementara itu, Amaranthus hibridus paniculatus memiliki daun yang lebar, berwarna hijau, dan rangkaian bunga berukuran besar yang tersusun pada ketiak daun.

Morfologi Tanaman Bayam

Berdasarkan klasifikasi tanaman bayam, didapatlkan morfologi tanaman bayam yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat dari akar, batang, daun, bunga, buah, maupun biji.

  1. Akar

Tanaman bayam memiliki akar yang tergolong pada jenis akar tunggang. Seiring perkembangan tanaman bayam, akar tanaman ini akan menembus tanah hingga 40 cm.

  1. Batang

Pada umumnya, batang bayam mengandung air dan terus tumbuh tinggi hingga mengeras. Seiring pertumbuhannya, tanaman bayam akan berkembang dan memiliki cabang.

Pada jenis tertentu, batang bayam memiliki warna kecoklatan maupun abu dengan ditumbuhi duri-duri halus. Batang tanaman bayam dapat tumbuh hingga 1 meter.

  1. Daun

Pada umumnya, daun bayam memiliki struktur daun tunggal dengan warna berdasarkan jenis-jenis tanaman bayam tersebut. Daun bayam berbentuk memanjang, bulat, hingga oval. Bayam cabut memiliki warna hijau hingga merah.

Berbeda halnya dengan bayam kakap yang memiliki ciri-ciri berdaun lebar, panjang, dan runcing pada bagian ujung daun. Selain itu, tanaman bayam kakap memiliki daun bewarna merah tua.

  1. Bunga

Bunga merupakan alat reproduksi bagi tanaman. Pada tanaman bayam, reproduksi dilakukan secara generatif. Adapun ciri-ciri bunga yang terdapat pada tanaman bayam yaitu memiliki bunga yang tersusun dengan bentuk memanjang, memiliki mahkota dimana setiap mahkota terdapat 4 hingga 5 buah daun bunga, 1 hingga 5 buah benang sari, dan 2 hingga 3 bakal buah yang tumbuh di area ketiak daun. Ukuran bunga tanaman bayam terbilang bervariasi yaitu berukuran 1.5 hingga 2.5 cm.

  1. Buah

Tanaman bayam juga menghasilkan buah dimana buah tersebut bewarna hijau dan memiliki ukuran sepanjang 1.5 mm.

  1. Biji

Tanaman bayam memiliki biji yang dihasilkan dari bunga bayam. Pada setiap tandan bunga bayam akan menghasilkan ribuan biji bayam.

Baca Juga :

Biji tersebut berukuran bulat, kecil, halus, dengan warna kehitaman. Warna pada biji bayam tersebut dipengaruhi oleh jenis-jenis tanaman bayam yang ada.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018