Pengertian dan Proses Daur Hidup Makhluk Hidup

Diposting pada

Pengertian dan Proses Daur Hidup Makhluk Hidup – Semua makhluk hidup di muka Bumi pastinya pernah dan akan mengalami daur hidup ataupun siklus hidup.

Pengertian dan Proses Daur Hidup Makhluk Hidup
Pengertian dan Proses Daur Hidup Makhluk Hidup

Merupakan proses hidup suatu makhluk hidup yang diawali dari sejak pertama kali dilahirkan, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi makhluk dewasa, dan berkembang biak demi mempertahankan kelangsungan jenisnya.

Baca Juga :

Berbeda dengan daur hidup pada hewan dan manusia, tumbuhan pertama kali muncul dari benih yang muncul menjadi tunas baru, kemudian tumbuh menjadi pohon muda, lalu dewasa, hingga akhirnya berbunga atau berbuah, kemudian mengalami proses perkembangbiakan secara generatif ataupun vegetatif untuk mendapatkan tunas yang baru.

Adapun pada daur hidup hewan lebih kompleks, dan melalui beberapa bentuk daur hidup. Daur hidup pada hewan merupakan suatu siklus atau perputaran hidup dari titik awal hidupnya hingga saat hewan tersebut mati.

Daur hidup tersebut akan terus berlanjut ke keturunannya dengan siklus yang sama yaitu dari sejak awal lahir, berkembang, hingga akhirnya mati.

Proses Daur Hidup

Berdasarkan proses perubahan bentuk tubuhnya, proses daur hidup pada hewan terbagi menjadi dua, yaitu daur hidup dengan metamorposis, dan tanpa metamorposis.

Adapun metamorposis sendiri merupakan perubahan bentuk tubuh hewan secara bertahap dimulai dari kelahiran ataupun penetasan hingga menjadi dewasa. Sebagian besar hewan ada yang mengalami metamorposis pada daur hidupnya, dan ada yang tanpa metamorposis.

1). Proses Daur Hidup Hewan Dengan Metamorfosis

Daur hidup dengan sistem metamorposis pada hewan terjadi lebih kompleks dibanding tanpa metamorposis. Daur hidup ini terjadi pada sekelompok hewan yang mengalami proses perubahan bentuk secara bertahap dari sejak terlahir hingga dewasa, namun dalam prosesnya menuju kedewasaan, bentuknya selalu berubah – ubah tidak sama dengan induknya.

Proses metamorfosis terbagi menjadi dua, yaitu metamorposis sempurna dan tidak sempurna.

  • Metamorfosis Sempurna

Disebut metamorposis sempurna karena proses daur hidup yang dialami hewan tersebut dari saat lahir memiliki bentuk tubuh yang sangat berbeda dengan bentuk tubuh induknya. Dalam prosesnya menuju kedewasaan, terdapat beberapa tahap perubahan bentuk tubuh sebelum akhirnya hewan tersebut akan memiliki tubuh yang sama dengan induknya.

Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorposis sempurna, diantaranya Nyamuk, Kupu – kupu, Lalat, Katak, dan Ngengat. Masing – masing spesies tersebut terkadang memiliki 4-5 tahap proses daur hidupnya, sebagai contoh:

Tahapan daur hidup pada Nyamuk yaitu dari telur, kemudian menetas menjadi jentik, lalu menjadi kepompong atau pupa, hingga akhirnya pupa terpecah menjadi nyamuk dewasa.

Pada tahapan daur hidup Kupu – kupu terlihat hampir sama dengan nyamuk, yaitu diawali dengan telur, setelah telur menetas menjadi ulat atau larva, larva kemudian akan membangun kepompong, setelah kepompong pecah maka akan menjadi Kupu – kupu.

Adapun pada metamorposis pada Katak agak sedikit berbeda, dengan tidak menghasilkan tahap pembentukan pupa atau kepompong. Katak dewasa melakukan perkawinan yang kemudian katak betina menghasilkan telur yang sangat banyak di dalam air.

Telur – telur tersebut kemudian menetas menjadi berudu yang berbentuk seperti ikan teri kecil, kemudian berudu lambat laun akan menumbuhkan ekor dan kaki, sehingga membentuk katak muda. Semakin lama ekor pada katak muda ini akan semakin menghilang hingga menjadi katak dewasa. Beberapa perbedaan tahap inilah yang disebut dengan metamorposis sempurna.

  • Metamorfosis Tidak Sempurna

Kebalikan dari tahapan proses daur hidup metamorposis sempurna, hewan yang mengalami metamorposis tidak sempurna dari sejak terlahir hingga beranjak dewasa memiliki bentuk yang mirip dengan induknya. Walau pada bagian tubuh tertentu memiliki sedikit perbedaan seperti bagian sayap atau ekor.

Beberapa contoh hewan yang mengalami daur hidup dengan tahapan metamorposis tidak sempurna, seperti Kecoa, Belalang, Jangkrik, dan Capung. Metamorposis tidak sempurna ini hanya mengalami 3 tahapan proses daur hidup saja yaitu telur, nimpa, dan bentuk dewasa.

Tahapan nimpa merupakan tahap pertumbuhan hidup pada serangga dari saat masih bayi hingga menuju tahap sebelum dewasa.

2). Proses Daur Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis

Berbeda dengan proses daur hidup dengan metamorposis, proses daur hidup ini tidak mengalami perubahan bentuk, namun hanya pertambahan pada ukuran tubuh, dari sejak awal dilahirkan atau menetas hingga menjadi dewasa. Contoh umumnya terjadi pada hewan – hewan selain serangga, seperti Unggas, Ayam, Ular, Kucing, dll.

Sama halnya dengan proses daur hidup pada hewan tanpa metamorposis, manusia juga mengalami tahap daur hidup yaitu perubahan siklus sejak dilahirkan dalam kondisi masih bayi, menjadi anak – anak, remaja, dewasa, lanjut usia, hingga meninggal dunia.

Siklus ini akan terus terjadi bahkan ketika orang tersebut juga melahirkan seorang anak, dan anak tersebut juga mengalami daur hidup.

Perubahan bentuk tubuh melalui tahapan proses daur hidup pada manusia bisa dikatakan sama dengan hewan, yang membedakan hanyalah ukuran tubuh yang semakin besar, seiring dengan bertambah dewasa fisik dan mentalnya.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *