Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang – Kentang atau Solanum tuberosum L. merupakan tanaman sayuran semusim yang berumur pendek. Umurnya kurang lebih hanya berkisar 90 sampai 180 hari. Memiliki tanaman berbentuk perdu atau semak.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang

Di Indonesia sendiri tidak diketahui secara kapan tanaman ini ditemukan. Akan tetapi, banyak yang berpenapat bahwa tanaman kentang pertama kali di temukan di Indonesia pada tahun 1794.

Pada saat itu tanaman ini ditemukan di sekitar Casarua (Kabupaten Bandung). Kemudian, hingga saat ini tanaman kentang telah tersebar luas pada wilayah sentra produksi di Indonesia.

Tanaman kentang biasa dikonsumsi dengan cara diolah menjadi beragam jenis hidangan atau dijadikan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan makanan.

Baca Juga : Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kentang

Selain itu, tanaman kentang merupakan salah satu komoditas utama yang dikembangkan karena termasuk salah satu sumber pangan yang mengandung banyak karbohidrat.

Klasifikasi Tanaman Kentang

Setelah mengetahui manfaat serta sejarah panjang perjalanan kentang, berikut ini adalah klasifikasi tanaman kentang

  • Devisi               : Spermatofita
  • Subdevisi        :  Angiospermae
  • Kelas                :  Dikotiledon
  • Ordo                :  Solanales
  • Famili               :  Solanaceae
  • Genus              :  Solanum
  • Spesies            :  Solanum tuberosum L

Morfologi Tanaman Kentang

Morfologi tanaman kentang sendiri, terdiri atas: daun, batang, bunga, akar, dan umbi. Agar lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan mengenai morfologi Tanaman Kentang.

  • Daun

Pada umumya tanaman kentang memiliki daun yang rimbun dengan bentuk oval dan meruncing, struktur pertulangan daunya menyirip.

Daun tanaman kentang berwarna hijau muda sampai hijau tua, bahkan ada juga yang abu-abu. Sedangkan permukaan bawah daun kentang biasanya memiliki bulu tipis.

Daun tanaman kentang merupakan dapur bagi tanaman, dimana daun memiliki fungsi sebagai tempat pengolahan makanan melalui proses fotosintesis seperti tanaman hijau lainnya.

  • Batang

Tanaman Kentang memiliki batang berbentuk segi empat namaun ada juga yang berberntu segi lima. memiliki tekstur yang agak keras dan berwarna hijau tua berpigmen unggu.

Batang tanaman kentang memiliki diameter kecil dengan panjang sekitar 50-120 sentimeter.

Tanaman kentang memiliki tipe batang yang dibedakan menjadi tiga, diantaranya adalah tegak, menyebar, dan menjalar.

Pada batang tanaman kentang biasanya terdapat rongga dan tidak berkayu kecuali tanaman kentang yang sudah tua. Pada batang yang sudah tua, bagian bawah dapat berubah menjadi berkayu.

Fungsi dari batang tanaman kentang adalah sebagai lajur pengangkutan unsur hara yang diperoleh dari akar menuju daun.

Batang tanaman kentang juga berfungsi sebagai lajur pengangkutan hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian.

  • Bunga

Bunga tanaman kentang memiliki ukuran yang sangat kecil dengan warna merah, ungu, ataupun putih.

Dari bunga tersebut, tanaman kentang akan menghasilkan buah berwarna hijau atau hijau keputihan, berlendir dan mengandung biji.

Bunga tanaman kentang mengandung unsur solonim yang merupakan senyawa dengan kandungan racun cukup tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia.

  • Akar

Akar dari tanaman kentang tumbuh secara menjalar dan memiliki ukuran kecil serta halus.

Akar tanaman kentang memiliki warna agak putih dan mampu menembus tanah sampai dengan kedalaman 45 sentimeter.

Akan tetapi, pada umumnya akar kentang masuk dan bergerombol pada kedalaman tanah tersebut.

Fungsi dari akar tanaman kentang sendiri yaitu untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan dan juga berfungsi untuk menyerap air serta unsur hara yang terdapat di dalam tanah.

Untuk tanaman kentang yang dihasilkan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif akan menghasilkan perakaran yang kurang kuat. namun keadaan akan berubah sebaliknya jika perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif.

Hal itu terjadi dikarenakan perbanyakan secara vegetatif tidak menghasilkan akar tunggang.

  • Umbi

Umbi tanaman ini merupakan satu-satunya bagian yang dapat dikonsumsi. Umbi kentang memiliki kulit yang tipis. Namun ketebalan kulit ini dipengaruhi dari jenis varietasnya dan juga keadaan lingkungan.

Umbi adalah salah satu bagian pada tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk. Sebagai akibat perubahan fungsinya.

Sedangkan fungsi dari umbi kentang sendiri yaitu untuk menyimpan bahan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Umbi kentang memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, beberapa diantaranya ada yang berbentuk bulat, bulat telur, maupun bulat memanjang.

Sedangkan warna dari umbi kentang biasanya berwarna kuning, merah, dan juga putih. Semua itu tergantung dari jenis varietasnya.

Umbi kentang dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu kentang putih, kentang merah, dan kentang kuning.

Contoh dari jenis kentang putih, antara lain Donata, Radosa, Sebago, dan Matta. Sedangkan contoh dari jenis kentang merah, adalah Desire, Arka, dan Red Pontiak.

Sedangkan ntuk jenis yang terakhir, yaitu kentang kuning, terdapat beberapa contoh misalnya Eigenhrimer, Patrones, Rapan-106 dan Thung.

Umumnya, perbanyakan tanaman kentang dilakukan dengan cara vegetatif. Akan tetapi, saat ini sudah banyak pembududaya yang melakukan perbanyakan tanaman secara kultur jaringan.

Baca Juga : Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *