Pengertian, Penyebab Akulturasi, Masalah dan Contoh Akulturasi

Pengertian, Penyebab Akulturasi, Masalah dan Contoh Akulturasi – Di daerah Sumenep Madura terdapat Masjid Agung yang disebut Masjid Jami’.

Katanya, tempat peribadatan umat islam Sumenep ini merupakan contoh akulturasi antara budaya arab, dengan Cina kuno. Mungkin di daerah lain juga memiliki tempat tempat tertentu yang pembuatannya diawali dari proses akulturasi.

Pengertian, Penyebab Akulturasi, Masalah dan Contoh Akulturasi

Pengertian, Penyebab Akulturasi, Masalah dan Contoh Akulturasi

Pada kesenian ketoprak khas Jawa Barat atau Sunda, saat ini juga terjadi akulturasi. Sebab, didalamnya terkadang diselipkan seni musik dari Amerika  (Rap) yang identik dengan budaya barat menemani lantunan kidung pasundan yang bermuatan budaya lokal.

Baca Juga :

Dari narasi dan bukti bukti diatas, maka kita perlu mendalami secara lebih detail tentang apa yang disebut dengan istilah akulturasi. Supaya, di kemudian hari proses akulturasi justru tidak menghilangkan entitas budaya lokal yang sudah mengejewantah secara eksisten dari generasi ke generasi.

Atas dasar itulah, di bawah ini kami ulas tentang pengertian akulturasi yang bisa anda jadikan sebagai tambahan pemahaman demi tidak mempersempit pemikiran kita tentang budaya “ keakuan “ yang dibalut tradisionalisme serta budaya “ mereka “ yang diusung oleh modern dan modernitas.

PENGERTIAN AKULTURASI

Menurut arti bebasnya ( etimologi ), akulturasi adalah perpaduan antara dua budaya. Biasanya budaya yang dipadukan melibatkan budaya lokal dengan budaya asing. Penyebab perpaduan ini adalah budaya lokal selalu dihadapkan pada eksistensi budaya asing yang masuk begitu masif ke daerah daerah. Akibatnya, kolaborasi dan akulturasi tidak bisa dicegah.

Akulturasi ini tidak semata perpaduan antara dua budaya semata tetapi juga realitas sosial dan interaksi sosial. Efek dari akulturasi ini adalah munculnya budaya dan realitas yang terkesan baru tetapi esensi dan nilai dari local wisdom nya tidak berkurang.

Nah, jika kita menggabungkan antara beberapa pengertian diatas, maka akulturasi bisa dimaknai sebagai perpaduan dua budaya dan sosial yang melibatkan unsur unsur local wisdom dan international wisdom akibat pertemuan pertemuan yang masif di suatu daerah sehingga menjadi satu budaya dan realitas sosial yang baru tanpa menghilangkan esensi budaya lokalnya.

PENYEBAB AKULTURASI

Proses akulturasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan, latar belakang dari poin kita tersebut ada yang melibatkan konflik fisik atau perang dalam waktu yang cukup lama.

Seperti contoh akulturasi motif bangunan antara bangunan milik pribumi berpadu dengan motif bangunan milik kompeni Belanda sehingga menjadi satu bentuk motif rumah yang indah.

Berikut ini, kami jelaskan secara runtut tentang penyebab penyebab terjadinya akulturasi yang sebagiannya terjadi di tanah air yang kami bagi menjadi tiga bagian, yaitu :

a). Penyebab Menurut Kesadaran Diri ( internal )

  1. Akibat siklus kematian dan kelahiran penduduk
  2. Munculnya penemuan yang baru
  3. Konflik masyarakat
  4. Akibat terjadinya revolusi dalam negara

b). Penyebab Menurut Intervensi Pihak Luar ( Eksternal )

  1. Perubahan alam dan unsur unsurnya seperti cuaca, suhu dan musim
  2. Akibat Peperangan atau Penjajahan
  3. Akibat kebudayaan local dan internasional yang saling mempengaruhi

c). Penyebab Menurut Perubahan Sosial

  1. Sikap apresiasi dengan budaya lain
  2. Hasrat diri untuk berkembang
  3. Akibat Sistem dan metode pendidikan liberal
  4. Sadar toleransi dengan budaya lain
  5. Volume penduduk yang heterogen
  6. Horison atau wawasan berbasis masa depan yang beraroma kulturar modernisme
  7. Perasaan sentimentil terhadap budaya murni

Baca Juga : Pengertian Perubahan Sosial

MASALAH MASALAH AKULTURASI

Adanya akulturasi budaya dan sosial tidak menjamin bebas dari masalah. Bahkan, tidak dipungkiri kalau banyak budaya lokal justru hilang akibat masuknya budaya budaya asing yang lebih disukai. Tentu ini tidak lagi bisa disebut sebagai akulturasi justru sebagai pengkhianatan terhadap nilai nilai budaya.

Berikut ini, kami jelaskan beberapa masalah masalah akulturasi yang bisa dijadikan sebagai penilai apakah akulturasi tersebut layak dipertahankan atau dibuang.

  1. Proses akulturasi justru menghilangkan esensi dari nilai budaya lokal
  2. Budaya luar yang masuk tidak terfilter dengan baik
  3. Proses akulturasi membuat bentuk bentuk budaya lokal menjadi rusak
  4. Proses akulturasi justru membuat masyarakat kehilangan jati diri, patriotisme dan identitasnya. (Baca Juga : Pengertian Identitas Nasional)
  5. Akulturasi lambat laun membuat para pemuda kehilangan rasa cinta terhadap lokal wisdom

CONTOH CONTOH AKULTURASI

Agar pembahasan diatas memiliki asosiasi yang jelas dengan fakta fakta akulturasi di Indonesia, maka berikut ini kami list juga beberapa contoh contohnya, yaitu :

  1. Candi : akulturasi budaya Indonesia dengan Hindu-Budha
  2. Tari Cokek : akulturasi budaya Betawi dengan Cina
  3. Pakaian Adat Betawi : akulturasi budaya betawi dengan Cina dan Arab
  4. Berbagi Takjil : akulturasi budaya Indonesia dengan Arab
  5. Cungkup pada Nisan : akulturasi Indonesia dengan arab
  6. Sistem Kalender : akulturasi budaya jawa dengan budaya arab.

Itulah pengertian akulturasi yang kami ulas secara panjang lebar semoga bermanfaat bagi kita dalam rangka menjaga budaya lokal dengan tetap berpikiran ke depan menatap modernitas yang semakin dinamis bergerak.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..