Pengertian dan Definisi Geopolitik

Pengertian dan Definisi Geopolitik – Ketika Anda melihat penjelasan mengenai sebuah kebijakan yang diadakan oleh pemerintah, Anda mungkin sering mendengar istilah geopolitik.

Pengertian dan Definisi Geopolitik

Pengertian dan Definisi Geopolitik

Dengan mengetahui istilah ini, Anda bisa lebih memahami apa dampak dan pertimbangan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Lalu, apa itu pengertian dan definisi geopolitik?

Pengertian Geopolitik

Geopolitik adalah suatu sistem politik meliputi peraturan atau kebijakan yang dibuat sebagai strategi nasional atas dasar aspirasi nasional geografi.

Dengan kata lain, setiap keputusan pemerintahan yang dibuat berdasarkan pertimbangan geografi, wilayah maupun teritorial negara tersebut.

Dalam hal ini, terdapat hubungan timbal balik antar geografi dan sistem politik suatu negara. Geopolitik suatu negara berpengaruh terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah. Sebaliknya, politik dari suatu negara juga berpengaruh terhadap geografi negara tersebut.

Dengan memahami ilmu-ilmu dalam geopolitik, maka seorang individu maupun suatu negara akan menyadari makna penting dalam hidup bersama sebagai suatu bangsa.

Sementara itu, perspektif geopolitik juga dapat menyatukan visi, misi, dan tujuan dari tiap anggota masyarakat dalam melangsungkan kehidupan sebagai suatu komunitas.

Geopolitik dari negara Indonesia disebut sebagai wawasan nusantara. Wawasan adalah pandangan, tinjauan atau penglihatan. Sementara itu, nusantara merupakan kesatuan wilayah perairan dan pulau-pulau di Idnonesia.

Dengan kata lain, wawasan nusantara merupakan dasar atau pedoman, beserta batas-batas peraturan yang harus dipertimbangkan ketika menentukan kebijakan, keputusan, maupun langkah yang akan diambil oleh negara Indonesia, mulai dari penyelenggara negara tingkat daerah hingga pusat, beserta seluruh warga Indonesia.

Baca Juga :

Wawasan nusantara tersebut dikembangkan berdasarkan latar belakang filosofi dasar negara Pancasila, Undang-Undang 1945, ketahanan nasional, dan GBHN.

Definisi Geopolitik

Secara etimologis, geopolitik berasal dari kata geo dan politeia. Geo sendiri berarti bumi, sementara politeia adalah Bahasa Yunani, yang mana merupakan kesatuan dari poli dan teia. Poli berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dan teia berarti sebuah urusan.

Terdapat dua jenis konsep geopolitik, yaitu ilmu dan ideologi. Geopolitik sebagai ilmu berfungsi untuk memberi wawasan obyektif akan posisi suatu bangsa ketika saling berinteraksi dengan negara lain dalam kehidupan sehari-harinya.

Sementara, geopolitik sebagai ideologi digunakan sebagai landasan ilmiah dalam perilaku politik suatu negara, yang mana geopolitik merupakan wawasan yang akan memberikan cara pandang tertentu untuk mempertahankan semangat kebangsaan.

Beberapa ahli juga memiliki pandangan tersendiri mengenai definisi dari geopolitik. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Frederich Ratzel

Sebagai seorang penggagas geopolitik, yang mana merupakan salah satu jenis ilmu bumi politik, Ratzel mengungkapkan bahwa suatu negara harus bisa mewadahi pertumbuhan suprastruktur geopolitik. Dengan begitu, akan semakin besar pula kekuatan politik dari suatu negara.

  • Rudolf Kjellen dan Karl Haushofer

Kedua ahli ini menyatakan bahwa geopolitik merupakan ilmu bumi politik yang dasar utamanya adalah analisis fenomena geografi terhadap aspek politik geografi yang berkaitan dengan kependudukan, pemerintahan, serta ekonomi sosial di suatu negara sebagai bentuk dari intelektualitas yang dimiliki oleh negara tersebut.

  • Rudolf Kjellen

Geopolitik merupakan singkatan dari Geographical Politic, yang mana berusaha untuk mengemukakan suatu sistem politik secara menyeluruh, termasuk demopolitik, ekonomipolitik, kratopolitik dan sosiopolitik. Hal ini diungkapkan oleh Rudolp Kjellen pada 1990 sebagai salah seorang sarjana ilmu politik

  • Karl Haushofer

Karl Haushofer memiliki pendapatnya sendiri mengenai geopolitik. Menurutnya, geopolitik adalah landasan ilmiah dalam membuat keputusan politik untuk kelangsungan hidup suatu negara agar dapat memperoleh ruang hidupnya sendiri.

  • Sir Halford Mackinder

Mackinder mencetuskan konsep wawasan benua. Ia menyatakan bahwa apabila ada suatu negara yang menguasai daerah Eropa dan Asia, maka akan dapat menguasai Eropa, Asia, dan Afrika. Selain itu, apabila hal tersebut dilakukan, maka negara tersebut akan mampu menguasai dunia.

  • Sir Walter Raleigh and Alfred Thyer Mahan

Kedua ahli ini mengungkapkan konsep kekuatan maritim, lalu mencetuskan wawasan bahari, yaitu kekuasaan terhadap lautan. Mereka mengungkapkan bahwa negara yang mampu meguasai lautan, maka akan menguasai perdagangan. Lebih jauh lagi, maka negara tersebut akan menguasai kekayaan dunia dan akhirnya menguasai dunia.

  • William Mitchel, Albert Saversky, Gulio Dauhet dan John Frederick Charles Fuller

Empat orang yang merupakan ahli geopolitik ini mengungkapkan teori wawasan dirgantara, yaitu kekuasaan terhadap daerah udara. Mereka menganggap bahwa udara merupakan wilayah yang dapat diandalkan sebagai pertahanan maupun penyerangan terhadap suatu negara.

  • Nicholas J. Spykman

Ahli yang satu ini membuat teori kombinasi atau teori daerah batas, yaitu teori geopolitik yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam mengambil keputusan politik suatu negara untuk mengoptimalkan pertumbuhan negara tersebut.

Itu dia pengertian dan beberapa definisi dari geopolitik menurut banyak ahli. Bagaimana, sekarang Anda sudah paham mengenai apa itu geopolitik dan perannya dalam berbagai kebijakan negara, bukan?

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..