Pengertian Dan Jenis-Jenis Batuan

Pengertian Dan Jenis-Jenis Batuan – Tahukah kamu bahwa salah satu materi yang terdapat paling banyak di bumi adalah batuan.

Batuan dapat kita jumpai dalam bentuk terurai yang sudah berubah menjadi tanah dan menjadi tempat bagi tumbuhnya berbagai tumbuhan serta tempat tinggal dari berbagai jenis hewan dan manusia dalam bentuk daratan.

Baca Juga : Pengertian Dan Dampak Erosi

Secara umum batuan yang terdapat di muka bumi ini dapat kita bedakan ke dalam 3 jenis batuan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Lalu apa perbedaan dari masing-masing ketiga jenis batuan ini? Yuk kita simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini :

Pengertian Batuan

Batuan merupakan kumpulan mineral yang telah mengalami proses pembekuan. Batuan juga merupakan bagian dari elemen kulit bumi yang menyediakan mineral-mineral anorganik melalui proses pelapukan dan menghasilkan tanah.

Batuan memiliki komposisi mineral, sifat-sifat batuan (fisik, kimia, dan biologis), serta umur yang bermacam-macam tergantung jenisnya. Umumnya batuan merupakan penggabungan dari dua jenis mineral atau lebih.

Mineral dapat dikatakan sebagai suatu zat anorganik yang memiliki komposisi kimia dan struktur atom tertentu. Mineral memiliki jenis yang sangat banyak  ditambah dengan berbagai kombinasinya.

Jenis-Jenis Batuan

1). Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma dan lava yang membeku. Magma merupakan batuan berbentuk cairan yang sangat panas dan berada di perut bumi sedangkan lava merupakan magma yang telah mencapai permukaan bumi.

Batuan ini biasanya terdapat dalam mantel atau kerak bumi. Saat ini setidaknya sudah terdapat 700 jenis batuan beku yang telah ditemukan dan dapat diindentifikasi dan sebagian besar terdapat di bawah kerak bumi.

Berdasarkan tempat terbentuknya, batuan beku dapat dibedakan ke dalam 3 jenis:

  • Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam merupakan batuan beku yang proses pembentukannya terjadi di dalam dapur magma pada kedalaman 15-50 km di dalam bumi.

Karena terletak jauh di dalam bumi, maka proses pembentukan batuan beku jenis ini berlangsung dengan sangat lambat sehingga terjadi pembentukan kristal yang agak besar yang menjadi ciri khas pada batuan, salah satu contohnya adalah batu granit.

  • Batuan Beku Luar (Batuan Beku Lelehan)

Batuan beku luar merupakan batuan beku yang proses pembentukannya terjadi pada magma yang telah mencapai permukaan bumi (lava).

Proses pembekuan berlangsung secara cepat sehingga batuan tidak berkristal dan tidak berbentuk andesit, yaitu sejenis lava yang telah membeku dan berwarna abu-abu kehitaman.

Batuan beku luar banyak dijumpai di daerah gunung berapi yang ada di Indonesia.

  • Batuan Beku Korok (Batuan Beku Gang)

Batuan beku korok merupakan jenis batuan beku yang terbentuk di sela-sela (korok) lapisan kulit bumi yang menyebabkan terbentuknya kristal-kristal kecil dan besar.

Proses pembekuan magma di dalam korok terjadi lebih cepat dibandingkan dengan pendinginan yang terjadi di dapur magma, akan tetapi jauh lebih lambat dibandingkan dengan pendinginan magma yang terjadi di permukaan bumi.

Adapun contoh-contoh batuan yang termasuk dalam batuan beku meliputi :

  • Batu Apung

Batu apung merupakan batu yang berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, dan terapung jika dimasukkan dalam air. Batu apung terbentuk dari pendinginan magma yang berupa gelembung-gelembung berisikan gas.

Batu apung dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk mengamplas atau menghaluskan kayu. Sedangkan di bidang industri, batu apung digunakan sebagai bahan pengisi (filler) dan isolator temperatur tinggi.

  • Batu Granit

Batu granit merupakan batu yang tersusun atas kristal-kristal kasar, berwarna putih sampai abu-abu, bahkan ada beberapa yang berwarna jingga.

Batuan ini banyak di temukan di pinggir pantai atau sungai besar, serta bisa juga di dasar sungai. Batu ini biasa digunakan sebagai ubin lantai rumah atau bangunan.

  • Batu Basalt

Batu basalt merupakan batuan yang tersusun atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan, dan terdapat banyak lubang kecil.

Batu basalt terbentuk dari pendinginan lava yanng mengandung gas namun gasnya telah menguap. Batu basalt biasa digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan, dan pondasi bangunan atau jalan.

  • Batu Obsidian

Batu obsidian merupakan batu yang berbentuk seperti kaca dan tidak mengandung unsur kristal-kristal. Batu ini biasa digunakan sebagai alat pemotong atau ujung tombak pada kehidupan zaman dahulu, serta bisa dijadikan bahan kerajinan.

  • Batu Gabro

Batu gabro merupakan batuan berwarna hitam, hijau, atau abu-abu gelap, tidak terdapat rongga atau lubang udara maupun retakan-retakan di dalamnya.

Mineral-mineralnya terlihat sangat jelas dan mineral yang besar menunjukkan bahwa mineral tersebut terbentuk pada suhu pembekuan yang relatif lambat sehingga bentuk mineralnya tampak besar.

Batu gabbro terbentuk dari magma yang membeku di dalam gunung. Batuan ini biasa digunakan sebagai bahan pelapis dinding.

  • Batu Diorit

Batu diorit merupakan batuan berwarna kelabu bercampur putih atau hitam bercampur putih. Batu diorit terbentuk dari hasil peleburan dasar samudera.  Batu diorit biasa digunakan sebagai ornamen dinding atau lantai bangunan gedung.

  • Batu Andesit

Batu andesit merupakan batuan yang memiliki tekstur halus, berwarna abu-abu hijau atau sering pula merah atau jingga.

Batu andesit terbentuk dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, kemudian membeku saat suhu lava meleleh antara 900 sampai dengan 1.100 Derajat Celcius. Batu andesit berfungsi sebagai ornamen penghias dinding rumah dan pagar

2). Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari hasil pengendapan proses pelapukan dan pengikisan batuan yang hanyut terbawa oleh air atau tiupan angin.

Endapan ini kemudian mengerass akibat tekanan atau terdapat zat-zat yang melekat pada bagian-bagian endapan tersebut. Adapun jenis-jenis batuan yang termasuk dalam batuan sedimen antara lain :

  • Batu Gamping (Batu Kapur)

Batu gamping paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk bahan bangunan berupa semen. Batu Gamping merupakan jenis batuan yang agak lunak, berwarna putih keabu-abuan, dan dapat membentuk gas karbondioksida apabila ditetesi asam.

Batu ini terbentuk dari cangkang binatang lunak seperti siput, kerang, dan binatang-binatang laut lainnya yang telah mati kemudian rangkanya memadat dan membentuk batu kapur.

  • Batu Konglomerat

Batu konglomerat merupakan batuan yang terbentuk dari kerikil-kerikil bulat dan batu-batuan serta pasir yang saling merekat satu sama lain.

Batu serpih terbentuk dari bahan-bahan yang lepas dan halus kemudian menjadi padat dan saling terikat. Batu konglomerat biasa digunakan sebagai bahan pendukung bangunan.

  • Batu Lempung

Batu lempung merupakan batuan berwarna coklat, keemasan, merah, atau abu-abu. Batuan ini umumnya terbentuk dari proses pelapukan batuan beku yang menghasilkan material lempung dan umumnya ditemukan di sekitar batuan induknya.

Material lempung ini kemudian mengalami proses pengendapan sehingga membentuk batu lempung. Batu lempung biasa digunakan sebagai bahan kerajinan.

  • Batu Pasir

Batu pasir merupakan batuan yang tersusun atas butiran-butiran pasir halus berwarna abu-abu, kuning, atau merah.

Batu serpih terbentuk dari bahan-bahan yang lepas dan halus kemudian menjadi padat dan saling terikat. Batu pasir dapat digunakan sebagai bahan penyusun gelas/kaca atau bahan kontruksi bangunan.

  • Batu Breksi

Batu breksi merupakan batuan yang terbentuk dari gabungan dari pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi.

Batu ini terbentuk karena letusan gunung berapi melemparkan bahan-bahan ke udara kemudian mengendap di suatu tempat. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan kerajinan ataupun bahan bangunan.

  • Batu Serpih

Batu serpih merupakan jenis batuan yang mirip seperti tanah liat, berbutir-butir halus, berwarna hijau, hitam, kuning, merah, atau pun abu-abu. Batu serpih terbentuk dari bahan-bahan yang lepas dan halus kemudian menjadi padat dan saling terikat. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan bangunan.

  • Stalaktit dan stalagmit

Stalaktit dan stalagmit biasa kita jumpai dalam gua-gua yang dijadikan objek pariwisata. Stalaktit dan stalagmit terbentuk dari air yang larut dan  turun ke gua dan menetes-netes dari atap gua ke dasar gua kemudian membeku dan menjadi batuan kapur yang berbentuk runcing-runcing.

Baca Juga : Komponen dan Contoh Ekosistem

3). Batuan Metamorf

Batuan metamorf atau bisa disebut juga sebagai batuan malihan merupakan batuan yang berasal dari batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Adapun jenis-jenis batuan yang termasuk dalam batuan metamorf antara lain :

  • Batu Marmer (Batu Pualam)

Batu marmer atau bisa disebut juga sebagai batu pualam merupakan jenis batuan yang berasal dari batu gamping / batu kapur yang memiliki campuran warna yang berbeda-beda, mempunyai pita-pita warna, dan kristal-kristalnya berukuran sedang sampai kasar, Apabila ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi mendesis. Batu ini akan mengeras dan menjadi mengkilap jika dipoles.

Batu ini terbentuk dari batu kapur yang mengalami perubahan akibat suhu dan tekanan tinggi. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan ubin.

  • Batu Kuarsit

Batu kuarsit merupakan jenis batuan berwarna abu-abu, kekuningan, coklat, atau merah, tersusun secara berlapis-lapis dan mengandung fosil. (Baca Juga : Pengertian Fosil)

Batu ini merupakan hasi dari perubahan batuan pasir yang terpapar suhu  tinggi. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan kerajinan atau bahan konstruksi jalan raya.

  • Batu Gneiss (Ganes)

Batu gneiss atau ganes merupakan jenis batuan berwarna putih keabu-abuan. Terdapat kenampakan goresan-goresan yang tersusun atas mineral-mineral, mempunyai bentuk bentuk jajaran yang tipis dan terlipat pada sejumlah lapisan dan terlihat urat-urat tebal.

Batu ini terbentuk pada saat batuan beku atau batuan sedimen yang terpendam pada tempat yang dalam mendapatkan tekanan dan suhu yang tinggi. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan kerajinan.

  • Batu Sabak

Batu sabak merupakan jenis batuan yang berasal dari batu serpih, umumnya berwarna abu-abu kehijau-hijauan dan hitam, serta dapat dibelah-belah menjadi lempengan-lempengan tipis.

Batu ini terbentuk dari batu serpih yang terpapar suhu dan tekanan tinggi. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan kerajinan atau bahan bangunan.

  • Batu Sekis

Batu sekis merupakan jenis batuan berwarna hitam, hijau dan ungu.  Mineralnya umumnya ditemukan terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan bersamaan dengan kristal yang berkilauan.

Batuan ini terbentuk dari batuan yang berubah bentuk pada taraf menengah. Batu ini biasa digunakan sebagai sumber mika (komponen penting dalam industri elektronika).

  • Batu Mionit

Batu milonit merupakan batuan yang tersusun atas butir-butir halus, dapat dibelah, berwarna abu-abu, kehitaman, coklat, atau biru.

Batu ini terbentuk dari mineral-mineral yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan awal. Batu ini biasa digunakan sebagai bahan kerajinan.

Baca Juga : Pengertian Tata Surya

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *