Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem

Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem – Ketika duduk di bangku sekolah, tentunya kamu pernah mendengar istilah ‘ekosistem’ di pelajaran IPA atau Biologi.

Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem

Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem

Untuk lebih memahami ekosistem, disini akan dijelaskan dengan lebih lengkap tentang defisinisi, jenis, komponen, serta contoh dari ekosistem.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk dari adanya hubungan interaksi timbal balik yang tak terpisahkan diantara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Baca Juga :

Ekosistem bisa juga disebut sebagai suatu kesatuan tatanan yang lengkap dan menyeluruh diantara segala unsur lingkungan hidup dengan saling berketergantungan.

Secara umum, ekosistem berarti penggabungan dari setiap komponen makhluk hidup dengan lingkungannya yang melibatkan interaksi timbal balik, sehingga terjadi suatu siklus kehidupan antara organisme dan anorganisme.

Jenis – Jenis dan Contoh Ekosistem

Secara umum ekosistem terbagi menjadi 2 kelompok besar yaitu ekosistem alami (yang terdiri dari ekosistem air (akuatik) dan ekosistem darat (teresterial), serta ekosistem buatan.

1). Ekosistem Air (Akuatik)

Dalam ekosistem akuatik ini, sebagian besar komponen abiotiknya merupakan air atau perairan, diantaranya:

  • Ekosistem Air Laut, yaitu ekosistem yang berada didalam laut atau di kedalaman laut, dengan suhu yang dingin dikedalaman hingga 2000 m karena kurangnya cahaya matahari, namun dipermukaannya cenderung bersuhu panas dengan penguapan besar. Ditandai dengan kadar garam yang tinggi hingga mencapai 55% pada airnya. Biota yang hidup di kedalaman laut ini umumnya adalah hewan dan ikan predator seperti Hiu, dan ikan besar lainnya.
  • Ekosistem Estuari, merupakan ekosistem yang tumbuh pada tempat bertemunya air laut dengan air tawar. Biasanya ditandai dengan rawa garam ataupun lempengan lumpur yang luas. Biotik yang tumbuh disini Seperti Mangrove, Ganggang Laut, Cacing, Kepiting, Kerang, Fitoplankton, ataupun Rumput Rawa Garam.
  • Ekosistem Air Tawar, merupakan ekosistem dengan memiliki suhu air yang tidak mencolok, ataupun terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Biotik yang tumbuh disini seperti Ganggang dan beberapa jenis ikan air tawar.
  • Ekosistem Sungai, ekosistem ini termasuk juga dalam air tawar, namun tidak air danau atau rawa, air sungai selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat paling rendah. Alirannya akan mengarah ke laut. Adapun biotik dalam ekosistem ini mencakup ikan air tawar seperti ikan Nila, Gurame, Lele, Mujair, Kura – Kura, Buaya, dll.
  • Ekosistem Danau, merupakan ekosistem yang berkembang pada area yang berbentuk cekungan besar dan terisi air. Danau biasa terbentuk akibat gunung berapi, ataupun karena terjadinya sedimen. Biota yang hidup di dalam danau umumnya yaitu Ikan Air Tawar.
  • Ekosistem Rawa, merupakan salah satu ekosistem perairan tenang. Ekosistem rawa biasa terbentuk di dataran yang cekung dan di dataran rendah. Rawa dapat bersifat musiman yaitu ketika diakibatkan oleh luapan air sungai dan hujan, atau bisa bersifat permanen karena terdapat di dekat sumber air. Umumnya sangat sedikit biota yang hidup didalam rawa, tapi bisa ditemukan Siput, Kerang, dan Bunga Teratai yang tumbuh di permukaannya.
  • Ekosistem Pantai, merupakan ekosistem yang berada di tepian laut. Ekosistem ini merupakan hasil sedimentasi air laut yang terjadi secara terus menerus. Biota yang hidup disini umumnya adalah Kepiting, Kerang, Tumbuhan berdaun tebal menjalae seperti Ipomoea pes caprae.
  • Ekosistem Laut Dalam, merupakan ekosistem yang terdapat di dalam 6000 m kedalaman laut. Umumnya biotik yang hidup di kedalaman dengan minim cahaya ini seperti Lele Laut, Ikan yang mengeluarkan cahaya, bahkan Bakteri.
  • Ekosistem Lamun, merupakan ekosistem kelompok tumbuhan berbunga di perairan pantai dangkal di laut. Tumbuhan ini bertunas daun tegak dengan tangkai merayap seperti rumput untuk berkembang biak.
  • Ekosistem Terumbu Karang, merupakan ekosistem laut dangkal dengan sinar matahari yang terang di daerah ini agar terumbu karang dapat berfotosintesis. Dengan adanya terumbu karang di pantai membuatnya dipenuhi dengan pasir putih dan coral. Contoh biotik yang hidup di ekosistem ini seperti Invertebrata, Ikan, Siput, Gurita, Bintang Ikan Karnivora, Bintang Laut, Mikroorganisme, atau Landak Laut.

2). Ekosistem Darat (Teresterial)

Ekosistem darat merupakan ekosistem dengan lingkungan berupa daratan, diantaranya:

  • Ekosistem Padang Rumput, merupakan ekosistem yang bisa ditemukan didaerah yang beriklim tropis atau subtropis, dengan curah hujan yang rendah yaitu antara 25-50 cm per tahunnya. Adapun biotik yang hidup di daerah ini berupa pohon – pohon yang pendek, dan beberapa hewan liar seperti Singa, Zebra, Ular, Jerapah, Tikus, dll.
  • Ekosistem Hujan Tropis, merupakan daerah hutan dengan iklim tropis, memiliki curah hujan tinggi sekitar 200-225 cm per tahunnya. Adapun biota yang hidup di ekosistem ini seperti pohon – pohon besar, dan binatang seperti Harimau, Kera, Burung, Babi, Badak, dll.
  • Ekosistem Hutan Gugur, merupakan daerah hutan di area sub tropis dengan kisaran 75-100 cm per tahunnya. Jenis pohon yang tumbuh di area ini juga sedang tidak rindang ataupun besar, serta hanya terbilang sedikit. Sedangkan hewan yang hidup di area ini seperti Hamster, Beruang, ataupun hewan yang berhibernasi lainnya.
  • Ekosistem Gurun, merupakan area dengan suhu paling panas dan curah hujan rendah mencapai 25 cm pertahun atau hampir tidak ada, sehingga sangat tandus dan berpasir. Adapun biota yang tumbuh di area ini seperti Kaktus, Kadal, Unta, Semut, Kalajengking, dll.
  • Ekosistem Sabana, merupakan ekosistem dengan curah hujan 40-60 inch per tahun, dengan kelembaban dan temperatur yang bergantung pada musim. Biota yang terdapat pada ekosistem ini seperti Zebra, Hyena, Singa, Tumbuhan Tinggi, dll.
  • Ekosistem Tundra, merupakan ekosistem yang terdapat dibelahan bumi utara, di puncak gunung tinggi ataupun kutub utara. Umumnya berada di daerah terdingin terpanjang di dunia, bahkan bisa berlangsung hingga 9 bulan lamanya. Biota yang terdapat pada ekosistem ini seperti Liken, Rumput Alang – Alang, Tumbuhan Perdu, Sphagnum, Tumbuhan Biji Semusim, Lumut, Rubah, Rusa Kutub dll.
  • Ekosistem Taiga, merupakan ekosistem yang tumbuh di area pegunungan tropic dengan suhu yang rendah seperti di musim dingin. Adapun yang tumbuh di ekosistem ini seperti Pinus, Beruang Hitam, Ajag, Konifer, Burung yang bermigrasi, dll.

3). Ekosistem Buatan

Merupakan ekosistem yang dibuat oleh manusia untuk kebutuhan tertentu. Adapun fungsi dari ekosistem ini agar tetap menjaga ekosistem alami lainnya.

Beberapa contoh ekosistem buatan diantaranya, suaka marga satwa, kebun binatang, taman hutan raya, waduk, taman safari, bendungan, sawah tadah hujan, sawah irigasi, ekosistem permukiman, ekosistem ruang angkasa, hutan tanaman produksi, ataupun perkebunan kelapa sawit.

Umumnya ekosistem ini dibuat untuk tujuan tertentu seperti melindungi flora dan fauna langka, menambak ikan, sebagai sarana penyedia air untuk sawah, ataupun memproduksi tanaman perkebunan untuk industri.

Komponen Ekosistem

Komponen – komponen ekosistem terbagi menjadi dua garis besar, yaitu:

  1. Komponen Biotik (Hayati)

Komponen biotik meliputi segala sesuatu untuk menyebut makhluk hidup (organisme). Berdasarkan susunan tropiknya, makhluk hidup dibedakan dalam beberapa tingkat, yaitu komponen produsen, konsumen, dan pengurai.

Adapun dilihat dari fungsinya, komponen terbagi menjadi komponen autotrof dan heterotrof. Komponen Autotrof merupakan makhluk hidup yang dapat membentuk makanannya sendiri, sedangkan heterotrof merupakan organisme yang mengambil makanan dari luar tubuhnya.

  1. Komponen Abiotik (Fisik)

Komponen Abiotik meliputi semua unsur ataupun benda yang bukan makhluk hidup, seperti udara, suhu, tanah, air, bebatuan, gurun, salju, karang, dll. Umumnya komponen abiotik ikut berkontribusi dalam kehidupan komponen biotik dalam sebuah ekosistem.

Baca Juga :

Ekosistem perlu dijaga agar tidak rusak, karena jika mengalami kerusakan baik secara alami maupun karena faktor manusia, maka akan mempengaruhi kehidupan biota di dalamnya. Beberapa faktor alami yang dapat merusak suatu ekosistem seperti banjir, longsor, gunung meletus, tsunami, dll.

Sedangkan faktor buatan manusia seperti penebangan liar, pembakaran hutan, mengebom laut, atau membuang limbah industri di lingkungan sekitar.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018