Pengertian Delta Adalah : Contoh, dan Proses Pembentukannya

Pengertian Delta Adalah : Contoh, dan Proses Pembentukan Delta – Pernah melihat daratan di tengah sungai? Apa namanya?

Pengertian Delta Adalah : Contoh, dan Proses Pembentukan Delta

Pengertian Delta Adalah : Contoh, dan Proses Pembentukan Delta

Jika di laut lepas, daratan itu biasa kita sebut dengan pulau. Tapi jika di sungai, maka daratan itu disebut delta.

Biasanya delta berada di muara sungai yang bersinggungan langsung dengan laut, pantai, atau danau.

Pengertian Delta

Delta bisa diartikan sebagai endapan yang berada di muara sungai akibat berkurangnya laju aliran air saat memasuki laut.

Menurut Coleman, 1968; Scott & Fisher,1969, delta adallah daratan hasil pengendapan yang terbentuk oleh aktivitas sungai dan muara sungai, dimana terjadi pengendapan sedimen yang menghasilkan degradasi tidak teratur pada garis pantai.

Sedangkan menurut US Geological Survey, delta bisa didefinisikan sebagai area (daratan) berbentuk kipas di mulut atau bagian terendah sungai (muara).

Daratan ini  terbentuk oleh bahan tererosi yang terjadi di hilir dan turun ke muara namun tidak dapat dibawa oleh pasang surut atau arus air hingga ke laut.

Baca Juga :

Contoh Delta

Ada banyak contoh delta-delta di berbagai negara, satu yang terkenal misalnya adalah Delta Nil.

Delta ini terbentuk di utara Mesir dimana Sungai Nil bermuara ke Laut Tengah. Delta Nil termasuk salah satu delta terbesar di dunia yang meliputi sekitar 240 km garis pantau Laut Tengah. Jika diukur dari utara ke selatan, delta ini memiliki panjang sekitar 160 km.

Sedangkan di Indonesia, salah satu contohnya ialah Delta Mahakaman, Kalimantan Timur.

Delta ini terbentuk karena endapan di muara Sungai Mahakam. Jika dilihat dari udara, bentuknya seperti kipas dengan luas daratan sekitar 100.000 hektar.

Kawasan Delta Mahakam juga terkenal karena merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas alam. (Baca Juga : Pengertian Wilayah)

Proses Pembentukan Delta

Dari pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya, bisa diambil satu hal penting bahwa delta terbentuk karena pengendapan bahan-bahan yang terbawa dari hilir sungai.

Jika ditelisik lagi, sesuatu bisa mengendap karena tidak adanya dorongan atau gangguan besar seperti ombak.

Itulah sebabnya, delta biasanya terjadi di muara sungai yang berhadapan dengan laut yang relatif tenang. Karena itulah, di selatan jawa misalnya, tidak ada delta.

Ini karena laut Selatan Jawa yaitu Samudra Hindia memiliki ombak yang kuat sehingga batuan atau sedimen pasir yang baru diendapkan akan terkena ombak dan terdistribusi alias tidak tertumpuk di satu titik.

Contoh diatas menunjukkan bahwa pembentukan delta dipengaruhi oleh kondisi perairan laut tepatnya dari besar kecilnya gelombang laut.

Selain hal tersebut, syarat-syarat lain untuk terbentuknya delta ialah lautnya dangkal, tidak ada gerakan tektonik yang menyebabkan penurunan dasar laut atau danau tempat muara sungai berada, arus pasang surut yang tidak kuat, serta material yang diendapkan cukup besar dan berkala.

Dari syarat-syarat terbentuknya delta diatas, bisa diketahui juga faktor-faktor yang menjadikan ukuran atau luas delta berbeda-beda yaitu dipengaruhi oleh kecepatan masuknya sedimen, kecepatan penurunan dan penaikan permukaan air laur, kedalaman muara, kekuatan gelombang atau arus, serta erosi laut.

Bersama dengan pembentukan delta, terbentuk juga morfologi delta yang khas. Menurut Walker and James (1992), morfologi delta secara umum terdiri dari tiga jenis, yaitu :

  • Delta Plain

Delta Plain merupakan bagian delta yang bersifat subaerial dan terdiri atas endapan sungai yang lebih dominan daripada endapan laut. Delta ini membentuk rawa-rawa yang didominasi material sedimen berbutir halus. Pada iklim yang cenderung kering, sedimen yang terbentuk didominasi oleh lempung dan evaporit.

  • Delta Front

Delta Front merupakan daerah dimana endapan sedimen sungai bergerak memasuki cekungan dan berinteraksi dengan proses cekungan. Delta ini terbentuk pada lingkungan laut dangkal dan akumulasi sedimennya berasal dari distributary channel.

  • Prodelta

Prodelta adalah bagian delta yang paling menjauh ke arah laut dimana material halus diendaplan secara lambat dari suspensi.

Prodelta terkadang sulit dibedakan dengan endapan paparan atau laut dangkal, tetapi pada prodelta sedimennya lebih tipis dan memperlihatkan pengaruh proses endapan laut yang jelas.

Berdasarkan morfologi diatas pula, maka delta dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

  • A River dominated deltas

Merupakan delta yang pembentukannya didominasi oleh pengaruh sungai. Aliran sungai utama akan terpisah ke anak-anak sungai yang komplek dan material secara langsung terangkut menuju laut. Contoh delta ini adalah Delta Nil dan Delta Berau di Kalimantan.

  • Tide dominated deltas

Merupakan delta yang terbentuk akibat perubahan pasang surut yang ekstrem. Saat surut terendah, sejumlah saluran pada delta bergabung.

Sedangkan ketika pasang tertinggi, saluran-saluran pada delta akan terisi air laut sehingga menjadi rangkaian pulau-pulau yang berbentuk memanjang.

  • Wave dominated deltas

Merupakan delta yang pembentukannya tidak terlalu tergantung pada seberapa banyak sedimen yang dibawa sungai melainkan didominasi gelombang.

Baca Juga :

Gelombang sangat efektid mendistribuskan sedimen di sepanjang pantai. Ciri dari delta ini adalah berukuran kecil.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *