Pengertian, Penyebab, Jenis dan Contoh Gempa Bumi

Diposting pada

Pengertian Gempa Bumi Adalah : Penyebab, Jenis dan Contoh Gempa Bumi – Apabila Anda tinggal di daerah yang rawan oleh bencana, Anda mungkin pernah merasakan gempa bumi.

Pengertian, Penyebab, Jenis dan Contoh Gempa Bumi
Pengertian, Penyebab, Jenis dan Contoh Gempa Bumi

Gerakan berupa getaran dalam skala kecil, menengah hingga kuat ini dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi manusia, mulai dari kepanikan, luka-luka, hingga timbulnnya korban.

Lalu, apa itu pengertian gempa bumi, penyebab, jenis-jenis dan contoh dari gempa bumi? Berikut merupakan penjelasan lengkapnya.

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi (seisme) merupakan peristiwa bergetarnya permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya getaran gelombang sismik terhadap lapisan-lapisan batuan (litosfer).

Penyebab Gempa Bumi

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya gempa bumi adalah sebagai berikut.

  • Letusan gunung berapi

Gempa yang disebabkan oleh letusan gunung berapi, baik sesudah maupun sebelum letusan terjadi di Gunung Bromo, Gunung Krakatau dan Gunung Una-Una.

  • Terjadinya pergeseran lapisan kulit bumi

Apabila terjadi pergeseran lapisan kulit bumi yang disebabkan oleh terlepasnya energi di zona tertentu, maka dapat terjadi gempa di wilayah tersebut. Gempa jenis ini disebut sebagai gempa tektonik dan pernah terjadi di wilayah Aceh dan Pengandaran.

  • Terjadinya tanah longsor atau runtuhnya gua

Apabila terjadi tanah longsor atau gua yang runtuh di suatu daerah, maka dapat menimbulkan getaran di daerah sekitarnya yang disebut sebagai gempa runtuhan.

Gempa jenis ini memiliki dampak yang tidak sebesar gempa tektonik atau gempa akibat letusan gunung berapi dan hanya terjadi pada wilayah yang relatif sempit.

  • Akibat manusia

Gempa tidak harus selalu disebabkan oleh kejadian alam yang tidak dapat diperkirakan.

Aktivitas atau tindakan manusia juga bisa menyebabkan gempa meskipun skalanya tidak sebesar gempa alami.

Sebagai contoh, dinamit yang diledakan untuk membuat terowongan dapat menimbulkan gempa dalam waktu singkat di wilayah sekitarnya.

Jenis-Jenis Gempa Bumi

Secara umum, gempa bumi dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Gempa tektonik, yang mana merupakan gempa yang terjadi karena adanya pergerakan kerak bumi.
  • Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya aktivitas gunung api, baik terjadi sebelum maupun setelah gunung api meletus.
  • Gempa runtuhan/terban merupakan gempa yang terjadi karena adanya longsor yang terjadi di suatu daerah.
  • Gempa buatan, yaitu gempa yang terjadi bukan secara alami, namun karena kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sebagai contoh, gempa yang terjadi karena diledakannya dinamit untuk membuat sebuah terowongan.

Sementara itu, gempa bumi juga bisa dibedakan berdasarkan kedalam hiposentrumnya.

Hiposentrum merupakan pusat gempa yang berada di dalam bumi. Berikut merupakan pembagiannya.

  • Gemba dangkal, merupakan gempa yang pusat gempanya berjarak kurang dari 50 km dari permukaan bumi
  • Gempa sedang/intermediet, merupakan gempa dengan hiposentrum 50-300 km dari permukaan bumi
  • Gempa dalam adalah gempa dengan hiposentrum mencapai 300 hingga 500 km dari permukaan bumi.

Contoh Gempa Bumi

Beberapa gempa bumi besar yang tercatat menimbulkan ratusan korban jiwa adalah sebagai berikut.

  1. Gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter yang diikuti dengan bencana tsunami di Pangandaran dan pesisir selatan Jawa pada tanggal 17 Juli 2006 yang menimbulkan korban sebanyak 400 jiwa.
  2. Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 Skala Richter di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan menyebabkan tewasnya 6.000 jiwa
  3. Sementara itu, pada tanggal 8 Oktober 2005, terjadi gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Asia Selatan dengan pusat di Pakistan yang telah memakan korban sebanyak 1.500 jiwa.
  4. Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,3 Skala Richter yang mengguncang Aceh dan Nias, serta diikuti dengan tsunami. Bencana ini memakan lebih dari 280.000 korban jiwa.
  5. Di Iran juga pernah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5 Skala Richter yang menyebabkan tewasnya 41.000 orang.
  6. Pada tanggal 26 Januari 2001, terjadi gempa bumi di India dengan kekuatan 7,9 Skala Richter yang telah menewaskan lebih dari 2.500 orang.
  7. Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter juga pernah terjadi di Taiwan pada tanggal 21 September 1999 dan memakan sebanyak 2.400 korban jiwa.
  8. Di Jepang, pernah juga terjadi gempa bumi berkekuatan 7,2 Skala Richter yang merenggut sebanyak 6.000 nyawa.

Itu dia pengertian, penyebab, jenis-jenis dan beberapa contoh gempa yang pernah terjadi di Indonesia maupun di negara lain.

Sebaiknya Anda mempelajari langkah-langkah yang harus Anda lakukan apabila terjadi gempa untuk mencegah timbulnya cedera pada diri Anda.

Baca Juga :

Simulasi gempa juga seringkali diadakan untuk membiasakan masyarakat terhadap terjadinya gempa.

Ketika simulasi dilakukan, sebaiknya Anda mengikuti secara serius, sehingga Anda akan terbiasa ketika menghadapai gempa bumi yang sesungguhnya.

Tetap tenang dan waspada terhadap bencana gempa yang mungkin terjadi di wilayah Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *