Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Pengertian Hiposentrum dan EpisentrumBumi adalah planet yang memiliki kehidupan yang dihuni oleh berbagai macam mahluk hidup.

Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Kehidupan di bumi tidak lepas dari fenomena fenomena alam yang terjadi. Salah satu fenomena alam yang sering dirasakan oleh manusia di bumi adalah fenomena gempa bumi.

Gempa bumi adalah fenomena dimana bumi terasa berguncang dan apabila guncangan tersebut semakin kuat akan membuat bangunan dan juga pepohonan runtuh sehingga dapat melukai manusia di dekatnya.

Gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga jenis beradarkan sebab terjadinya yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik dan gempa longsoran atau gempa terban. Kekuatan gempa tersebut  dipengaruhi oleh hiposentrum dan episentrum.

Baca Juga :

Pengertian Hiposentrum

Sumber atau pusat titik gempa yang ada di dalam bumi disebut sebagai hiposentrum.

Hiposentrum terletak di dalam bagian lapisan bumi. Hiposentrum diukur melalui gelombang seismik. Gelombang seismik adalah gelombang elastik yang memancarkan getaran di dalam dan di permukaan bumi. Lokasi hiposentrum yang menentukan pusat dari terjadinya gempa.

Gempa bumi yang terjadi akibat dari tektonisme dan vulkanisme memiliki hiposentrum.

Jika gempa bumi terjadi yang dikarenakan adanya patahan pada kerak bumi maka hiposentrumnya berbentuk garis, namun jika gempa bumi terjadi dari peristiwa gunung api atau roboh maka hiposentrumnya berbentuk titik.

Hiposentrum memancarkan gelombang primer dan sekunder yng akan merambat ke segala arah.

Hiposentrum dihasilkan dari adanya tekanan di dalam bumi yang menyebabkan lapisan bumi bergetar.

Hiposentrum yang berada di dasar laut atau di dekat laut berpotensi untuk menimbulkan tsunami. Berdasarkan hiposentrumnya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Gempa bumi dangkal, dimana hiposentrumnya berada dekat pada ermukaan bumi dan berada pada kedalaman diatas 60km dari permukaan bumi. Gempa bumi dangkal memiliki kekuatan yang dapat merusak.
  2. Gempa bumi sedang, dimana hiposentrumnya tidak dekat dengan permukaan bumi yaitu berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 km dari permukaan bumi.
  3. Gempa bumi dalam, dimana hiposentrumnya berada pada kedalaman lebih dari 300 km dari permukaan bumi. Gempa ini tidak terasa karena hanya menimbulkan goncangan yang lemah sehingga untuk mendeteksi jika adanya gemppa bumi dalam harus menggunakan alat bantu yang khusus digunakan untuk mendeteksi gempa.

Pada waktu terjadi gempa bumi, getaran gempa yang berasal dari hiposentrum akan merambat keatas sampai ke permukaan bumi yang disebut dengan episentrum.

Pengertian Episentrum

Episentrum adalah gelombang gempa yang dapat dirasakan di permukaan bumi.

Gempa bumi episentrum dapat berupa titik maupun garis pusat gempa yang terletak dengan arah tegak lurus dan berada jauh di atas segala letak yang memungkinkan terjadinya gempa bumi hiposentrum.

Gempa bumi episentrum menyebarkan getaran pada daerah permukaan bumi yang selanjutnya semakin meluas dengan arah horizontal pada daerah atas bumi.

Episentrum juga dapat diartikan sebagai gelombang hasil dari perambatan hiposentrum.

Gempa yang terjadi pada hiposentrum akan merambatkan gelombang ke permukaan dengan bentuk lingkaran. Gelombang tersebut akan semakin meluas keluar dan lalu menghilang.

Episentrum bertugas sebagai enyebar sisa getaran selain itu episentrum juga dapat meneruskan gelombang gempa yang dihasilkan hiposentrum dari bawah tanah menuju permukaan bumi.

Episentrum memiliki dua gelombang yaitu gelombang primer dan gelombang sekunder.

Gelombang primer adalah gelombang yang asalnya dari titik pusat gempa yang dirambatkan menuju ke permukaan bumu.

Pergerakan gelombang primer sangat cepat sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan ataupun pepohonan yang ada di atas permukaan bumi.

Baca Juga : Pengertian Gelombang

Sedangkan gelombang sekunder adalah getaran yang merambat dengan kecepatan yang lebih rendah dari gelombang primer.

Gelombang ini merupakan perpanjangan dari gelombang primer sehingga kekuatannya tidak sekuat gelombang sebelumnya dan tidak dapat merusak benda-benda yang ada di permukaan bumi.

Kekuatan episentrum dapat diketahui dengan menggunakan seismograf. Seismograf menghasilkan diagram yang disebut seismogram.

Seismogram juga dapat menentukan lokasi hiposentrum. Terdapat tiga cara untuk menentukan lokasi episentrum yaitu:

  1. Menggunakan tiga lokasi yang letaknya berada pada sebuah garis yang menjadi penghubung beberapa tempat yang mencatat getaran gempa dalam waktu bersamaan. Garis tersebut disebut juga homoseista.
  2. Memanfaatkan pencatatan dari tiga buah seismograf. Ketiga seismograf yang digunakan untuk mencatat terdiri dari sebuah seismograf vertikal dan dua buah seismograf horizontal yang dipasang dari barat ke timur dan dari utara ke selatan.
  3. Menggunakan tiga lokasi yang telah mencatat episentrum.

Untuk mengetahui gempa bumi yang sedang dirasakan maka pentinglah mengenal titik pusat gempa tersebut terjadi dan juga gelombang gempa yang dirasakan dengan begitu maka kita dapat mengantisipasi apabila gempa yang terjadi merupakan gempa yang berpotensi tsunami yang akan merusak seisi bumi atau hanya sebuah gempa kecil dari adanya pergeseran lempeng di dalam perut bumi.

Gempa yang berpotensi tsunami terjadi di daerah yang dekat dengan laut dimana aktivitas hipsentrumnya berada di dasar laut.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *