Pengertian dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra

Diposting pada

Pengertian Interpretasi Citra : Tahapan Interpretasi Citra – Citra dan interpretasi citra tidak bisa dilepaskan dari pengertian penginderaan jauh. Yang mana penginderaan jauh adalah aktifitas mengukur suatu objek yang jauh denngan menggunakan alat atau sarana yang tidak bersentuhan secara langsung dengan objek atau peristiwa yang diamati.

Nah, hasil dari pengamatan jarak jauh inilah yang memunculkan dua istilah yaitu citra dan interpretasi citra.

Tentunya masih banyak masyarakat bahkan mahasiswa yang tidak mengetahui secara detail tentang citra dan interpretasi citra.

Apalagi tentang komponen komponennya. Nah, agar pemahaman anda lebih lengkap, pada artikel kali ini, sengaja kami kupas tentang citra, interpretasi citra dan komponen komponen interpretasi citra.

PENGERTIAN CITRA

Citra berkaitan erat dengan penginderaan jauh. Bahkan bisa dibilang, tidak akan ditemukan citra, jika tidak dilakukan aktivitas penginderaan jauh.

Ketika anda melihat atau mengamati sebuah objek yang jauh, pasti ada output yang terlihat oleh mata anda. Selanjutnya output tersebut akan terekam secara otomatis baik melalui otak atau melalui tombol save dan record jika penginderaan yang anda lakukan menggunakan alat seperti teropong dan lain lain. (Baca Juga : Pengertian Teropong)

Proses pengambilan out put ini bermacam macam. Bisa dengan menggunakan sensor teknologi bersistem optik, elektro optik, elektro mekanik atau pun sistem kamera lensa.

Jadi dari beberapa narasi diatas sudah jelas kalau pengertian citra adalah objek yang tertangkap oleh kamera atau teropong dalam aktivitas penginderaan jauh yang akan terekam secara sistematis dan cepat dengan menggunakan sistem sistem teknologi foto dan sensor teknologi.

PENGERTIAN INTERPRETASI CITRA

Interpretasi adalah kegiatan mentafsirkan atau memaknai suatu objek atau peristiwa dengan menggunakan metode analisis mendalam. Interpretasi ini juga diperlukan dalam penginderaan jauh terutama yang berhubungan dengan kegiatan mempelajari benda benda alam semesta.

Tujuan interpretasi ini adalah mencari dan menemukan berbagai gejala, fungsi, manfaat bahkan bahaya dari objek angkasa luas yang berhasil terekam oleh kamera atau teropong. Selanjutnya hasil temuan tersebut mereka publikasikan kepada khalayak ramai sebagai hasil riset ilmiah tentang angkasa.

Kegiatan interpretasi ini dilakukan oleh ilmuan yang memiliki pengetahuan memadai tentang astronomi. Bukan hanya itu, para ilmuan interpretasi citra harus memiliki pengalaman bertahun tahun di bidangnya.

Menurut kami, jika meruntut dari ilustrasi diatas, pengertian interpretasi citra adalah kegiatan menganalisis objek yang terekam oleh kamera penginderaan jauh yang dilakukan oleh ilmuan astronomi berpengalaman demi tujuan untuk menemukan manfaat dan bahaya objek tersebut bagi kehidupan.

KOMPONEN KOMPONEN INTERPRETASI CITRA

Kegiatan menganalisis objek apalagi objek angkasa luar tidak bisa asal berpikir. Komponen komponen inti dan pendukungnya harus lengkap supaya kegiatan interpretasi citra ini lebih valid dan terpusat.

Jika komponen komponen ini tidak dipenuhi, tentu hasil riset menjadi gamang yang artinya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat luas menjadi ambigu. Ini yang dikhawatirkan oleh para ilmuan terutama ilmuan yang menghabiskan waktunya untuk meriset semesta raya.

Nah, berikut ini akan kami jelaskan tentang komponen komponen interpretasi citra yang standart tetapi paling penting sebagai elemen perlengkapan penginderaan jauh.

  1. Tahap Deteksi

Deteksi merupakan tahapan awal dalam proses interpretasi citra. Dengan deteksi kita bisa mengambil kesimpulan tentang objek yang diteliti.

Contoh, jika kita ingin mendeteksi apakah ada planet baru di angkasa, maka kita akan menyorot sebuah lokasi yang dimungkinkan di tempati planet baru tersebut.

Baca Juga : Pengertian Planet

Jika ditemukan, maka hasil risetnya akan dicatat secara global tetapi belum bisa dipublikasikan sebelum tahapan kedua dilakukan. Ini yang disebut deteksi.

  1. Tahap Identifikasi

Tahapan identifikasi adalah tahapan kedua yang berupa tindakan pengamatan secara mendalam pada objek yang terlihat. Ciri ciri dari aktivitas ini adalah teropong yang digunakan akan di zoom sehingga objek terlihat lebih dekat.

Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mengetahui secara pasti tentang warna, bentuk, siklus objek pada suhu tertentu hingga ukuran dari objek yang diidentifikasi.

Ketika tahapan identifikasi selesai dilakukan, hasil yang tercatat pada tahapan pertama ( deteksi ) lebih diperjelas dengan bukti bukti baru yang terlihat melalui tahapan identifikasi.

  1. Tahapan Analisis

Setelah kedua tahapan sudah dilakukan, barulah objek yang tertangkap kamera atau teropong dikaji dan dimaknai yang disebut tahapan analisis. Dari tahapan inilah, para ilmuan akan mengetahui tentang fungsi objek, bahayanya bagi kehidupan serta alasan alasan kemunculannya.

Jika dalam kondisi kegentingan, mungkin karena penginderaan jauh menemukan “ komet baru “ yang bisa merusak bumi, maka dibuatlah peta konsep gerakan komet tersebut untuk mengetahui seberapa besar kerusakan di bumi yang bisa dibuatnya.

Itulah pengertian dan tahapan citra serta interpretasi citra. Sekalipun istilah ini masih asing di telinga kita, tetapi efeknya bagi keselamatan manusia dan bumi yag kita cintai ini sangatlah besar.

Baca Juga : Pengertian Batuan

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *